Fenomena Sosial FOMO: Ketika Takut Tertinggal Menjadi Sumber Cemas Generasi Modern
Tata - Saturday, 07 February 2026 | 12:36 PM


Istilah FOMO pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Dan Herman, seorang ahli pemasaran, pada awal 2000-an. Konsep ini kemudian banyak dikaji dalam psikologi, terutama sejak media sosial berkembang pesat.
Psikolog Dr. Andrew K. Przybylski dari University of Oxford menjelaskan bahwa FOMO muncul dari kebutuhan dasar manusia akan keterhubungan sosial (need to belong). Ketika seseorang merasa orang lain menjalani hidup yang lebih seru, lebih berhasil, atau lebih bahagia, muncul kecemasan bahwa dirinya tertinggal.
Menurut para psikolog, media sosial memperparah FOMO karena hanya menampilkan "highlight kehidupan". Otak manusia kemudian membandingkan kehidupan nyata yang penuh rutinitas dengan versi terbaik hidup orang lain. Perbandingan inilah yang memicu rasa tidak puas, cemas, dan gelisah.
Psikolog klinis juga menyoroti dampak FOMO terhadap kesehatan mental. FOMO berkaitan dengan:
peningkatan kecemasan dan stres,
sulit merasa puas dengan diri sendiri,
kelelahan emosional dan sosial,
keputusan impulsif, seperti belanja berlebihan atau memaksakan diri mengikuti tren.
Dalam konteks keluarga, FOMO dapat mengganggu kualitas hubungan. Waktu kebersamaan berkurang karena perhatian terpecah oleh notifikasi. Orang tua, remaja, hingga anak-anak tanpa sadar hidup dalam tekanan untuk selalu "update" dan tidak ketinggalan.
Sebagai respons, para ahli merekomendasikan pendekatan yang lebih sehat, seperti membatasi waktu layar, meningkatkan kesadaran diri (mindfulness), dan mempraktikkan konsep JOMO (Joy of Missing Out)—menikmati hidup tanpa harus hadir di semua hal. Intinya, hidup yang bermakna bukan tentang seberapa banyak yang diikuti, tetapi seberapa sadar kita menjalaninya.
Next News

Makanan Fermentasi: Lezat, Kaya Tradisi, tetapi Tetap Perlu Bijak Mengonsumsinya
in 7 hours

Daun Binahong: Tanaman Herbal yang Kaya Senyawa dan Masih Terus Diteliti
in 7 hours

Srikaya, Buah Lokal Manis yang Kaya Nutrisi dan Punya Banyak Manfaat
in 7 hours

Cara Mencukur Kumis dengan Benar agar Rapi dan Kulit Tetap Nyaman
in 7 hours

Telur Ayam, Bebek, atau Puyuh: Mana yang Paling Baik untuk Kesehatan?
in 7 hours

Berkebun di Rumah: Hobi Sederhana yang Mendekatkan Kita dengan Alam
an hour ago

Cara Menemukan Hobi yang Benar-Benar Sesuai dengan Minat
an hour ago

Ketika Hobi Menjadi Ruang untuk Beristirahat dari Kesibukan
an hour ago

AI Mengubah Dunia Kerja, Skill Manusia Apa yang Tetap Dibutuhkan?
an hour ago

Bedakan Keinginan dan Kebutuhan Sebelum Mengeluarkan Uang
an hour ago





