Dari Padangsidimpuan, Zikir Akbar PPITTNI Gaungkan Seruan Kembali ke Jalan Allah



Padangsidimpuan — Pengasuh Tertinggi PPITTNI, Buya Syekh Muhammad Ali Idris, memimpin pelaksanaan Zikir Akbar dan doa bersama Perkumpulan Pengajian Ilmu Tasawuf Thoriqoh Naqsyabandiyah Indonesia (PPITTNI) di Barak Kopjend, Losung Batu, Kota Padangsidimpuan, Kamis (11/12/2025) malam. Kegiatan ini menjadi ruang bermunajat memohon keselamatan dan perlindungan Allah SWT, khususnya atas musibah banjir dan longsor yang melanda sebagian wilayah Sumatera.
Acara dimulai dengan salat maghrib dan Isya berjamaah, dilanjutkan salat hajat, salat tobat, dan ditutup dengan witir. Rangkaian ibadah yang mengalir khusyuk itu menciptakan suasana malam yang teduh dan penuh ketenangan. Para jamaah kemudian mengikuti jamuan adab sebagai ungkapan syukur atas nikmat yang terus dilimpahkan Allah SWT.
Dalam tausiyahnya, Buya Syekh Muhammad Ali Idris menegaskan bahwa bencana alam yang terjadi bukan semata fenomena alamiah, melainkan akibat dari perbuatan manusia yang merusak tatanan alam.
"Kenapa dahulu tidak ada banjir bandang? Karena siklus alam tidak berfungsi lagi setelah dirusak manusia. Ketika manusia berbuat zalim dan jauh dari Tuhan, maka bala bencana pun datang," ujar Buya.
Beliau menekankan pentingnya peran Thariqoh Naqsyabandiyah dalam membina umat kembali kepada Allah. Buya menjelaskan makna Naqsyabandiyah, bahwa Naqsya berarti tulisan dalam bahasa Persia, dan Bandi berarti istiqamah.
Merujuk pada Surah Al-Mujadalah ayat 22, Buya menegaskan bahwa iman harus tertanam dalam lubuk hati. "Tuliskanlah iman di dalam lubuk hati. Bila lubuk hati ditulis dengan kalimat Allah, maka ruh akan kembali berzikir dan tak akan timbul niat berbuat dosa," tuturnya.
Dengan menguatkan iman, menjalankan aturan agama, serta mematuhi aturan berbangsa dan bernegara, menurut Buya, akan tercapai kesejahteraan bagi seluruh makhluk manusia, hewan, tumbuhan, tanah, udara, hingga isi perut bumi.
Wali Kota Padangsidimpuan, Dr. H. Letnan Dalimunthe, SKM, M.Kes, turut hadir dan mengaku terharu dapat bermunajat bersama keluarga besar PPITTNI. Meski telah lama mengenal majelis tersebut, ini menjadi pengalaman pertama beliau mengikuti zikir secara langsung di tengah para jamaah.
"Melalui zikir ini, kita memohon pertolongan Allah SWT agar musibah banjir dan longsor segera diangkat. Semoga Allah memberi ketabahan dan keselamatan bagi saudara-saudara kita," ujar Wali Kota.
Beliau juga menekankan bahwa zikir dan majelis ilmu adalah pilar ketenangan jiwa serta pengokoh ketakwaan masyarakat.
"Di Padangsidimpuan terdapat delapan majelis taklim yang aktif membina umat. Pemerintah akan terus mendukung aktivitas yang membawa masyarakat kepada cahaya hidayah," tambahnya.
Sebelumnya, salah satu guru PPITTNI, Syekh Muda Muhammad Saifuddin Arif Billah, melaporkan bahwa PPITTNI telah menyalurkan bantuan bagi warga terdampak bencana di Tapanuli Selatan. Bantuan tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian tak hanya diwujudkan lewat doa, tetapi juga melalui aksi nyata di lapangan.
Sumber : PPITTNI
Next News

BNPB: Korban Tewas Banjir dan Longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar Capai 1.200 Jiwa
a month ago

Bupati Masinton Pastikan Normalisasi Sungai Aek Harse Berjalan, 12 Alat Berat Dikerahkan
a month ago

BMKG: Cuaca Indonesia Masih Didominasi Hujan dengan Intensitas Beragam
a month ago

Pusdalops Sumut Catat 121 Warga Luka dan 41 Orang Hilang Akibat Bencana Alam
a month ago

Harga Cabai Merah di Sumut Terus Turun, Humbahas Sentuh Rp18 Ribu per Kilogram
a month ago

Pemerintah Terapkan Sistem Padat Karya untuk Pulihkan Sawah Terdampak Bencana di Sumatera
a month ago

BMKG Peringatkan Mayoritas Wilayah Indonesia Berpotensi Hujan Disertai Petir
a month ago

TNI AD Kerahkan Puluhan Alat Berat Percepat Pemulihan Pascabencana di Tapanuli Tengah
a month ago

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah Indonesia Berawan Hari Ini
a month ago

Bobby Nasution Percepat Rehabilitasi Pascabencana di Sumut Jelang Ramadan
a month ago





