Jumat, 28 Agustus 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Regional & Nasional

Dampak Asap Kebakaran di Sumut, Gubernur Bobby Siapkan Aturan Siswa Belajar Jarak Jauh jika Perlu

Laila - Friday, 28 August 2026 | 02:57 PM

Background
Dampak Asap Kebakaran di Sumut, Gubernur Bobby Siapkan Aturan Siswa Belajar Jarak Jauh jika Perlu

MEDAN – Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampak kabut asap.

Bobby menginstruksikan jajaran BPBD agar lebih banyak berada di lapangan untuk memantau kondisi wilayah dan mengecek titik-titik api. Langkah tersebut dinilai penting sebagai upaya pencegahan sekaligus respons cepat apabila muncul kebakaran.

Menurut Bobby, pemantauan harus dilakukan secara lebih intensif dibandingkan hari-hari biasa. Ia juga meminta petugas di daerah untuk aktif memeriksa kondisi lapangan.

Bobby menyampaikan bahwa saat ini tidak terdapat titik api karhutla yang masih aktif di wilayah Sumatera Utara. Sebelumnya memang sempat ditemukan titik api, tetapi menurutnya kondisi tersebut dapat segera ditangani.

Selain mengantisipasi kebakaran, pemerintah provinsi juga menyiapkan langkah menghadapi kemungkinan kiriman asap dari daerah lain. Jika kondisi tersebut terjadi, bantuan masker kepada masyarakat menjadi salah satu langkah yang akan dilakukan.



Pemerintah juga mempertimbangkan dampak kabut asap terhadap kegiatan pendidikan. Apabila kualitas udara memburuk dan kondisi dinilai sudah parah, kegiatan belajar mengajar di sekolah dapat dialihkan menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Bobby menegaskan, penerapan PJJ bukan berarti kegiatan sekolah dihentikan sepenuhnya. Kebijakan tersebut hanya akan dilakukan apabila kondisi kabut asap sudah cukup serius sehingga dapat mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya para pelajar.

Sementara itu, persoalan karhutla juga mendapat sorotan dari Menteri Lingkungan Hidup Kabinet Bayangan, Iqbal Damanik. Ia menilai persoalan kebakaran hutan dan lahan tidak dapat dilepaskan dari pengelolaan sumber daya alam dan aktivitas ekstraktif.

Dalam sebuah diskusi di Jakarta Pusat, Iqbal menyampaikan bahwa dampak kerusakan lingkungan pada akhirnya harus ditanggung masyarakat luas, sementara keuntungan ekonomi dari eksploitasi sumber daya alam dinilai lebih banyak dinikmati pihak tertentu.

Ia juga menyoroti dampak kabut asap terhadap aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah. Menurutnya, karhutla dapat mengganggu kegiatan ekonomi dan pendidikan apabila asap menyebar dalam skala luas.



Iqbal turut mempertanyakan penerapan aturan hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan, termasuk terkait pertanggungjawaban perusahaan dalam kasus lingkungan.

Kondisi karhutla di sejumlah wilayah Indonesia menjadi perhatian karena kebakaran tidak hanya menimbulkan kerusakan lingkungan, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan, transportasi, pendidikan, serta aktivitas ekonomi masyarakat.

Pemerintah dan masyarakat pun diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika kondisi cuaca mendukung terjadinya kebakaran dan penyebaran asap.

Tags