Jumat, 28 Agustus 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Regional & Nasional

7.000 Pelajar Deliserdang Dapat Beasiswa Total Rp4,25 Miliar melalui SIMPel

Laila - Thursday, 27 August 2026 | 09:07 PM

Background
7.000 Pelajar Deliserdang Dapat Beasiswa Total Rp4,25 Miliar melalui SIMPel

TANJUNGMORAWA – Pemerintah Kabupaten Deli Serdang menyiapkan anggaran beasiswa sebesar Rp4,25 miliar bagi 7.000 pelajar SD dan SMP melalui Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) Tahun 2026. Program tersebut tidak hanya bertujuan memberikan dukungan pendidikan, tetapi juga mendorong pelajar membangun kebiasaan menabung dan meningkatkan literasi keuangan sejak usia dini.

Penyerahan simbolis beasiswa melalui pembukaan rekening Simpanan Pelajar (Simpel) digelar dalam Gebyar Hari Indonesia Menabung (HIM) Kabupaten Deli Serdang 2026 di SMP Negeri 1 Tanjungmorawa, Kamis (27/8/2026).

Bupati Deli Serdang yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Hendra Wijaya, mengatakan program tersebut diharapkan memberikan manfaat lebih luas. Menurutnya, budaya menabung perlu ditanamkan kepada seluruh pelajar, bukan hanya mereka yang memperoleh beasiswa.

Ia menegaskan, Hari Indonesia Menabung harus menjadi momentum untuk membangun kebiasaan mengelola keuangan sejak dini. Karena itu, program KEJAR diharapkan dapat terus berlangsung dan tidak hanya menjadi kegiatan tahunan.

Pada 2026, program tersebut menyasar 4.000 siswa SD dengan bantuan masing-masing Rp500.000 serta 3.000 siswa SMP yang mendapatkan bantuan Rp750.000 per siswa. Hingga saat ini, 969 siswa telah menerima penyaluran, sedangkan 2.211 siswa lainnya sedang dalam proses pengajuan melalui Bank Sumut. Seluruh penyaluran ditargetkan selesai paling lambat Oktober 2026.



Hendra menyebutkan, program KEJAR memiliki peluang besar untuk diperluas mengingat jumlah satuan pendidikan SD dan SMP di Deli Serdang mencapai lebih dari 1.000 sekolah. Pemerintah daerah juga mendorong sekolah menghadirkan berbagai inovasi untuk mengajarkan pengelolaan keuangan, salah satunya melalui kegiatan bank sampah.

Menurutnya, hasil pengelolaan sampah yang memiliki nilai ekonomi dapat ditabung oleh para siswa. Dengan cara tersebut, pelajar tidak hanya belajar mengelola uang, tetapi juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan.

Sementara itu, Kepala Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Provinsi Sumatera Utara, Yovvi Sukandar, mengapresiasi langkah Pemkab Deli Serdang dalam memperluas akses dan inklusi keuangan bagi masyarakat.

Yovvi mendorong agar kebiasaan menabung dikembangkan melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari pelajar. Salah satunya dengan mengumpulkan dan mengolah sampah yang kemudian dijual, lalu hasilnya digunakan untuk membuka atau menambah saldo rekening tabungan.

Menurutnya, pendekatan tersebut memberikan dua manfaat sekaligus, yakni membangun budaya menabung sejak dini sekaligus meningkatkan kepedulian pelajar terhadap lingkungan.



Tags