Senin, 29 Juni 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Cuci Wajah Dengan Air Dingin atau Air Hangat? Jangan Salah Pilih, Ini Penjelasan Dokter Kulit

Laila - Monday, 29 June 2026 | 07:21 PM

Background
Cuci Wajah Dengan Air Dingin atau Air Hangat? Jangan Salah Pilih, Ini Penjelasan Dokter Kulit

Mencuci wajah merupakan langkah paling dasar dalam perawatan kulit.

Meski terlihat sederhana, ternyata masih banyak perdebatan mengenai suhu air yang paling baik digunakan.

Ada yang merasa wajah lebih segar setelah mencuci muka dengan air dingin.

Sebaliknya, ada pula yang selalu menggunakan air hangat karena dipercaya dapat membuka pori-pori sehingga wajah menjadi lebih bersih.

Lalu, mana yang benar?



Jawabannya ternyata tidak sesederhana memilih air dingin atau air hangat.

Benarkah Air Panas Bisa Membuka Pori-Pori?

Ini adalah salah satu mitos paling populer dalam dunia skincare.

Faktanya, pori-pori tidak memiliki otot, sehingga tidak bisa membuka atau menutup seperti pintu.

Ukuran pori lebih dipengaruhi oleh faktor genetik, produksi minyak, elastisitas kulit, dan proses penuaan.



Ketika terkena air hangat, kulit memang terasa lebih rileks dan minyak di permukaan wajah lebih mudah larut. Inilah yang membuat banyak orang mengira pori-pori sedang "terbuka".

Padahal yang terjadi adalah kotoran dan minyak lebih mudah dibersihkan, bukan pori-porinya membesar.

Lalu, Benarkah Air Dingin Bisa Mengecilkan Pori-Pori?

Jawabannya juga tidak.

Air dingin memang dapat memberikan sensasi segar dan membantu mengurangi pembengkakan sementara, misalnya pada wajah yang baru bangun tidur.



Selain itu, suhu dingin dapat menyebabkan pembuluh darah di permukaan kulit sedikit menyempit sehingga wajah tampak lebih segar untuk sementara waktu.

Namun, efek tersebut hanya sementara dan tidak mengubah ukuran pori secara permanen.

Apa yang Terjadi Jika Terlalu Sering Menggunakan Air Panas?

Mandi atau mencuci wajah dengan air yang terlalu panas mungkin terasa nyaman.

Namun, kebiasaan ini justru dapat menghilangkan minyak alami yang berfungsi melindungi kulit.



Akibatnya:

kulit menjadi lebih kering;

skin barrier melemah;

kulit terasa tertarik setelah mencuci wajah;

muncul kemerahan pada kulit sensitif;



eksim atau rosacea lebih mudah kambuh pada sebagian orang.

Karena itu, dokter kulit umumnya tidak menyarankan menggunakan air yang terlalu panas untuk membersihkan wajah.

Apakah Air Dingin Lebih Baik?

Air dingin memiliki beberapa manfaat, antara lain:

memberikan sensasi menyegarkan;



membantu mengurangi wajah sembap setelah bangun tidur;

terasa lebih nyaman setelah berolahraga atau berada di cuaca panas.

Namun, air yang terlalu dingin juga bukan pilihan terbaik untuk semua orang.

Pada sebagian orang dengan kulit sangat sensitif, suhu yang terlalu ekstrem dapat menimbulkan rasa tidak nyaman.

Jadi, Suhu Air Seperti Apa yang Paling Dianjurkan?



Sebagian besar dermatolog menyarankan menggunakan air suam-suam kuku (lukewarm water).

Suhu ini dinilai cukup untuk membantu mengangkat minyak, debu, dan sisa skincare tanpa mengganggu lapisan pelindung alami kulit.

Air suam-suam kuku juga lebih nyaman digunakan oleh hampir semua jenis kulit, baik berminyak, kering, kombinasi, maupun sensitif.

Pilih Sesuai Jenis Kulit

Kulit berminyak



Air suam-suam kuku membantu melarutkan minyak tanpa membuat kulit kehilangan kelembapan secara berlebihan.

Kulit kering

Hindari air panas karena dapat memperparah kekeringan. Gunakan air suam-suam kuku dan segera aplikasikan pelembap setelah mencuci wajah.

*Kulit sensitif*

Air suam-suam kuku adalah pilihan paling aman. Hindari perubahan suhu yang terlalu ekstrem.



Setelah olahraga

Air yang sedikit lebih sejuk dapat memberikan rasa nyaman dan membantu mengurangi sensasi panas pada wajah.

Kesalahan yang Masih Sering Dilakukan Saat Mencuci Muka

Selain suhu air, ada beberapa kebiasaan lain yang dapat merusak kulit, antara lain:

mencuci wajah terlalu sering hingga lebih dari tiga kali sehari;



menggosok wajah terlalu keras menggunakan handuk;

memakai sabun yang tidak sesuai jenis kulit;

tidak menggunakan pelembap setelah mencuci wajah, terutama bagi pemilik kulit kering.

Perawatan kulit yang baik tidak hanya bergantung pada produk, tetapi juga pada kebiasaan sehari-hari.

Menurut American Academy of Dermatology (AAD), mencuci wajah sebaiknya menggunakan pembersih yang lembut dan air bersuhu suam-suam kuku. Air yang terlalu panas dapat menghilangkan minyak alami kulit dan meningkatkan risiko iritasi, terutama pada kulit sensitif.



Dermatolog juga menegaskan bahwa ukuran pori tidak berubah karena suhu air. Anggapan bahwa air panas membuka pori dan air dingin menutupnya merupakan mitos yang masih banyak dipercaya hingga saat ini.

Jika tujuanmu adalah menjaga kulit tetap sehat, pilihan terbaik bukan air panas maupun air yang sangat dingin, melainkan air suam-suam kuku.

Suhu ini cukup efektif membersihkan wajah tanpa merusak skin barrier.

Sementara itu, air dingin boleh digunakan sesekali untuk memberikan sensasi segar atau membantu mengurangi wajah sembap, tetapi tidak akan mengecilkan pori-pori secara permanen.

Jadi, daripada sibuk mengejar suhu air yang dianggap paling ampuh, jauh lebih penting memilih pembersih wajah yang sesuai dengan jenis kulit dan menjaga rutinitas skincare secara konsisten.