Senin, 29 Juni 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Benarkah Minum Kolagen Bisa Membuat Kulit Lebih Awet Muda? Ini Kata Penelitian Terbaru

RAU - Monday, 29 June 2026 | 07:19 PM

Background
Benarkah Minum Kolagen Bisa Membuat Kulit Lebih Awet Muda? Ini Kata Penelitian Terbaru

Beberapa tahun terakhir, minuman kolagen, bubuk kolagen, hingga kapsul kolagen semakin mudah ditemukan.

Banyak iklan menjanjikan kulit lebih cerah, kenyal, bebas keriput, bahkan tampak lebih muda hanya dengan rutin mengonsumsi kolagen.

Lalu, benarkah klaim tersebut?

Apa Itu Kolagen?

Kolagen adalah protein paling melimpah di dalam tubuh manusia.



Sekitar 30% dari seluruh protein tubuh merupakan kolagen.

Protein ini berfungsi sebagai "rangka" yang menjaga kulit tetap kencang, elastis, dan kuat.

Selain kulit, kolagen juga terdapat pada tulang, tendon, ligamen, tulang rawan, hingga pembuluh darah.

Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen alami mulai menurun. Penurunan ini umumnya mulai terjadi sejak usia sekitar 25 tahun, lalu berlanjut secara bertahap.

Akibatnya, kulit mulai kehilangan elastisitas, muncul garis halus, dan terasa lebih kering.



Kalau Diminum, Apakah Kolagen Langsung Masuk ke Kulit?

Ini salah satu kesalahpahaman yang paling sering terjadi.

Jawabannya tidak.

Saat diminum, kolagen tidak langsung berpindah ke kulit.

Di dalam saluran pencernaan, kolagen akan dipecah menjadi peptida kolagen dan asam amino.



Tubuh kemudian menggunakan komponen tersebut sesuai kebutuhannya, termasuk untuk membantu pembentukan kolagen baru pada jaringan kulit.

Jadi, suplemen kolagen bekerja secara tidak langsung, bukan seperti "menempelkan" kolagen baru ke wajah.

Apa Kata Penelitian?

Dalam beberapa tahun terakhir, cukup banyak uji klinis mengenai kolagen oral telah dipublikasikan.

Salah satu meta-analisis yang menggabungkan puluhan penelitian menemukan bahwa konsumsi kolagen hidrolisat secara rutin dapat meningkatkan hidrasi kulit dan elastisitas kulit, terutama setelah digunakan selama 8 minggu atau lebih.



Meta-analisis lain juga menyimpulkan bahwa dosis 1–10 gram per hari, dengan dosis sekitar 3–5 gram yang paling sering diteliti, menunjukkan manfaat terhadap kelembapan dan elastisitas kulit pada sebagian peserta penelitian.

Namun, para peneliti juga mengingatkan bahwa kualitas penelitian masih bervariasi sehingga hasilnya perlu ditafsirkan dengan hati-hati.

Apakah Keriput Bisa Hilang?

Ini yang sering disalahartikan.

Suplemen kolagen bukan penghapus keriput.



Beberapa penelitian memang menunjukkan adanya perbaikan pada garis-garis halus dan elastisitas kulit, tetapi efeknya umumnya bertahap dan relatif kecil, *bukan perubahan drastis seperti yang sering terlihat dalam iklan.*

Kalau seseorang berharap wajah tampak 10 tahun lebih muda hanya karena minum kolagen, harapan itu tidak sesuai dengan bukti ilmiah yang ada.

Siapa yang Mungkin Mendapat Manfaat?

Berdasarkan berbagai penelitian, manfaat lebih sering terlihat pada:

•orang berusia di atas 30 tahun;



•kulit yang mulai kehilangan elastisitas;

•kulit cenderung kering;

•orang dengan asupan protein harian yang kurang.

Sebaliknya, pada orang yang masih muda dengan pola makan bergizi seimbang, manfaat tambahan dari suplemen kolagen mungkin tidak terlalu terasa.

Kapan Kolagen Tidak Banyak Membantu?



Kolagen bukan solusi jika penyebab utama masalah kulit berasal dari kebiasaan sehari-hari, misalnya:

jarang memakai sunscreen;

sering begadang;

merokok;

pola makan tinggi gula;



kurang mengonsumsi protein.

Kalau kebiasaan tersebut tidak diperbaiki, hasil suplemen kolagen kemungkinan tidak akan optimal.

Apakah Ada Efek Samping Mengonsumsi Kolagen?

Secara umum, suplemen kolagen dianggap aman bila dikonsumsi sesuai anjuran.

Namun, beberapa orang dapat mengalami:



rasa penuh di perut;

gangguan pencernaan ringan;

rasa atau aroma yang kurang disukai.

Orang yang memiliki alergi terhadap ikan atau makanan laut juga perlu memeriksa sumber kolagen yang digunakan, karena banyak produk berasal dari kolagen ikan (marine collagen).

Jangan Lupakan Vitamin C



Kolagen tidak bekerja sendirian.

Tubuh membutuhkan vitamin C untuk membantu proses pembentukan kolagen.

Karena itu, banyak produk kolagen juga menambahkan vitamin C dalam formulanya.

Selain dari suplemen, vitamin C dapat diperoleh dari buah-buahan seperti jeruk, kiwi, stroberi, jambu biji, dan paprika.

Minum kolagen bukan sekadar mitos, tetapi juga bukan obat ajaib.



Penelitian menunjukkan bahwa kolagen oral berpotensi membantu meningkatkan kelembapan dan elastisitas kulit, terutama jika dikonsumsi secara rutin selama sekitar 8–12 minggu.

Namun, hasilnya tidak instan dan berbeda pada setiap orang.

Kalau ingin kulit tetap sehat dalam jangka panjang, suplemen kolagen sebaiknya dipandang sebagai pelengkap, bukan pengganti pola makan bergizi, tidur yang cukup, penggunaan sunscreen setiap hari, serta gaya hidup sehat.

Konsumsi Kolagen secara rutin dan teratur memang ada manfaatnya, tetapi tidak seajaib yang sering diiklankan.