Rabu, 17 Juni 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Regional & Nasional

Bupati Taput dan Tapteng Tinjau Pembangunan Jalan Perbatasan, Dukung Konektivitas Antarwilayah

RAU - Wednesday, 17 June 2026 | 09:48 PM

Background
Bupati Taput dan Tapteng Tinjau Pembangunan Jalan Perbatasan, Dukung Konektivitas Antarwilayah

Tarutung – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Tapanuli Tengah terus memperkuat kerja sama pembangunan infrastruktur guna meningkatkan konektivitas antarwilayah. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui peninjauan pembangunan jalan penghubung di kawasan perbatasan kedua daerah yang dilakukan oleh Bupati Tapanuli Utara, H. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, bersama Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, di Desa Hajoran, Kecamatan Parmonangan, Selasa (16/6/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan pembangunan infrastruktur strategis yang diharapkan mampu membuka akses yang lebih baik bagi masyarakat di wilayah perbatasan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Dalam pertemuan yang berlangsung di titik perbatasan, kedua kepala daerah membahas berbagai aspek pelaksanaan pembangunan jalan, termasuk kesiapan teknis dan dukungan masyarakat setempat. Jalan tersebut dinilai memiliki peran penting dalam memperlancar mobilitas warga, distribusi barang, serta memperkuat hubungan sosial dan ekonomi antarwilayah.

Kegiatan peninjauan turut dihadiri sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh masyarakat, serta para raja adat dari kedua kabupaten yang selama ini berperan dalam mendukung pembangunan di kawasan tersebut.

Pembangunan jalan penghubung ini mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui alokasi anggaran sebesar Rp19 miliar. Dari total anggaran tersebut, Rp10 miliar diperuntukkan bagi Kabupaten Tapanuli Utara dan Rp9 miliar dialokasikan untuk Kabupaten Tapanuli Tengah.



Dana tersebut akan digunakan untuk meningkatkan kualitas ruas jalan sepanjang kurang lebih 15 kilometer yang selama ini menjadi kebutuhan penting masyarakat di kawasan perbatasan kedua daerah.

Bupati Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat dan Bupati Masinton Pasaribu berharap proses pengadaan dan tender proyek dapat dimulai pada Juli 2026. Dengan demikian, pekerjaan fisik pembangunan jalan dapat diselesaikan sebelum akhir tahun sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

Salah satu tahapan penting yang telah diselesaikan adalah kesepakatan terkait pembebasan lahan. Kesepahaman tersebut tercapai melalui dukungan tokoh masyarakat dan para pemangku adat dari kedua wilayah, termasuk Raja Simargarap dari Tapanuli Tengah dan Raja Sihaporas dari Tapanuli Utara.

Pemerintah kedua daerah optimistis kesepakatan yang telah terjalin akan memperlancar pelaksanaan proyek dan meminimalkan potensi hambatan selama proses pembangunan berlangsung.

Menurut Bupati Jonius Hutabarat, keberadaan jalan penghubung tersebut tidak hanya berfungsi sebagai akses transportasi masyarakat, tetapi juga menjadi jalur alternatif strategis apabila sewaktu-waktu terjadi gangguan atau bencana yang menghambat jalur utama.



Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara atas dukungan anggaran yang diberikan untuk merealisasikan pembangunan infrastruktur yang dinilai sangat dibutuhkan oleh masyarakat di kawasan perbatasan.

Dengan terealisasinya pembangunan jalan ini, diharapkan konektivitas antara Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Tapanuli Tengah semakin baik, sehingga mampu mendukung pemerataan pembangunan, mempercepat pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua wilayah.