Jumat, 13 Februari 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Bunyi "Krek" Saat Sendi Diregangkan: Berbahaya atau Tidak?

Nanda - Thursday, 12 February 2026 | 03:28 AM

Background
Bunyi "Krek" Saat Sendi Diregangkan: Berbahaya atau Tidak?

Banyak orang merasa khawatir ketika mendengar bunyi "krek" saat meregangkan jari, leher, atau lutut. Secara medis, fenomena ini disebut joint cavitation.

Apa yang Terjadi di Dalam Sendi?

Sendi sinovial (seperti jari, lutut, dan bahu) dilapisi cairan pelumas yang disebut cairan sinovial. Cairan ini mengandung gas terlarut seperti nitrogen, karbon dioksida, dan oksigen.

Penelitian menggunakan MRI real-time yang dipublikasikan dalam PLoS One (Kawchuk et al., 2015) menemukan bahwa bunyi tersebut terjadi akibat pembentukan rongga gas (cavity formation) secara tiba-tiba ketika tekanan dalam sendi berubah drastis. Proses ini dikenal sebagai kavitasi.

Dr. Gregory Kawchuk dari University of Alberta menjelaskan bahwa bunyi itu bukan karena tulang saling bergesekan, melainkan karena perubahan tekanan yang menyebabkan gelembung gas terbentuk dan kolaps secara cepat.

Apakah Bisa Menyebabkan Radang Sendi?

Salah satu mitos paling umum adalah kebiasaan "mematahkan jari" menyebabkan osteoarthritis. Namun studi jangka panjang yang dipublikasikan di Journal of the American Board of Family Medicine (2011) tidak menemukan hubungan signifikan antara kebiasaan tersebut dan peningkatan risiko osteoarthritis.

American Academy of Orthopaedic Surgeons (AAOS) juga menyatakan bahwa jika bunyi tidak disertai nyeri, bengkak, atau keterbatasan gerak, maka kondisi tersebut umumnya tidak berbahaya.

Kapan Harus Waspada?

Bunyi sendi perlu diperhatikan jika disertai:

-Nyeri tajam

-Bengkak

-Sensasi terkunci (locking)

-Penurunan rentang gerak

Gejala tersebut bisa mengarah pada gangguan seperti robekan meniskus, peradangan tendon, atau artritis.

Sebagian besar bunyi "krek" pada sendi adalah fenomena fisiologis normal akibat kavitasi gas dalam cairan sinovial. Tidak ada bukti kuat bahwa kebiasaan tersebut menyebabkan radang sendi, selama tidak disertai keluhan lain.