BGN percepat pembangunan SPPG 3T targetkan rampung dalam satu minggu
Laila - Friday, 07 August 2026 | 12:50 PM


Badan Gizi Nasional (BGN) menargetkan pembangunan dan aktivasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah 3T dapat diselesaikan dalam waktu satu minggu. Percepatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperbaiki tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat yang paling membutuhkan.
Kepala BGN, Sudaryono, menjelaskan bahwa penentuan lokasi pembangunan SPPG dilakukan berdasarkan pemetaan data dari berbagai kementerian dan lembaga. Wilayah seperti Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nias, Maluku, Maluku Utara, serta daerah terpencil lainnya menjadi prioritas karena memiliki tingkat kerawanan gizi dan prevalensi stunting yang relatif tinggi.
Menurutnya, target penyelesaian yang sebelumnya direncanakan dalam waktu satu bulan kini dipercepat menjadi satu minggu agar intervensi gizi dapat segera dilakukan di daerah-daerah prioritas. Langkah ini diharapkan mampu membantu menekan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
BGN juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya kepada pihak yang mengaku dapat mempercepat proses pembukaan atau pengajuan SPPG. Seluruh proses dilakukan melalui mekanisme resmi berbasis sistem yang mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan integritas.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah mengintegrasikan data dari berbagai instansi, termasuk data kesehatan dan data kesiapan dapur umum, untuk menentukan lokasi yang menjadi prioritas Program MBG. Pendekatan berbasis data ini diharapkan membuat penyaluran program lebih tepat sasaran dan efektif.
Hasil pemetaan menunjukkan sekitar 1.700 dapur telah diidentifikasi siap beroperasi di wilayah dengan tingkat stunting tinggi dan sangat tinggi. Pemerintah akan merilis secara bertahap daftar lokasi yang telah siap sehingga operasional Program Makan Bergizi Gratis dapat segera berjalan sesuai target.
Dengan percepatan pembangunan SPPG dan dukungan sistem pendataan yang terintegrasi, pemerintah berharap akses masyarakat terhadap makanan bergizi semakin merata, khususnya di wilayah yang selama ini menghadapi tantangan gizi dan keterbatasan layanan.
Next News

Prakiraan Cuaca Indonesia Rabu 16 September 2026: Aceh-Sumut Waspada Hujan Lebat, Medan Berpotensi Hujan Ringan
11 hours ago

Sumatera Utara Masih Terpapar Kabut Asap, BMKG Pantau Titik Panas di 6 Wilayah
in 44 minutes

Bupati Tapsel Minta Kader PKK Tingkatkan Kapasitas dan Berorientasi pada Hasil
15 hours ago

BMKG Ingatkan Hujan Sangat Lebat Berpotensi Guyur Sumut Sepekan ke Depan
15 hours ago

Konsumsi Beras Warga Sumut Turun Jadi 82,86 Kg per Kapita per Tahun
15 hours ago

Kabut Asap Karhutla Memburuk, Pemkot Pekanbaru Terapkan PJJ untuk Siswa
15 hours ago

Bobby Nasution Beri Tali Asih kepada 12 Atlet Legendaris Sumut
16 hours ago

Muslimat NU Tapsel Dilantik, Gus Irawan Dorong Penguatan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat
a day ago

Maulid Nabi di Tapsel: Bupati Gus Irawan Ajak Teladani Rasulullah untuk Pulih Lebih Cepat dan Bangkit Lebih Kuat
a day ago

Sebaran Asap Terpantau Meluas di Sejumlah Wilayah Sumatera Utara
2 days ago





