Selasa, 31 Maret 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Benarkah Nenek Moyang Kita Seorang Pelaut?

Liaa - Tuesday, 31 March 2026 | 09:09 AM

Background
Benarkah Nenek Moyang Kita Seorang Pelaut?

*Asal Usul Lagu "Nenek Moyangku Seorang Pelaut"*


Kalimat "Nenek moyangku seorang pelaut" berasal dari lagu anak-anak Indonesia yang sangat populer dengan judul yang sama.

*Lagu ini diciptakan oleh* Saridjah Niung Bintang Soedibjo, yang lebih dikenal sebagai *Ibu Sud*.




Ibu Sud adalah seorang pendidik, seniman, dan pencipta lagu anak yang hidup pada masa awal kemerdekaan Indonesia. Ia menciptakan banyak lagu yang bertujuan menanamkan nilai moral, kecintaan terhadap tanah air, dan semangat kebangsaan kepada anak-anak.


Beberapa lagu ciptaannya yang sangat terkenal antara lain:

•Naik Delman

•Tanah Airku



•Hai Becak

•Nenek Moyangku Seorang Pelaut


Melalui lagu ini, Ibu Sud ingin menggambarkan bahwa bangsa Indonesia memiliki sejarah panjang sebagai bangsa pelaut yang tangguh.




*Mengapa Leluhur Indonesia Disebut Pelaut?*

Secara geografis, Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari lebih dari 17.000 pulau.

Kondisi ini membuat laut menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat sejak zaman dahulu.


Para ahli sejarah dan arkeologi menyebut bahwa nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari kelompok Austronesia, yang dikenal sebagai pelaut ulung.



Mereka telah melakukan perjalanan laut sejak ribuan tahun lalu dengan menggunakan kapal kayu sederhana.


Menurut penelitian sejarah maritim, pelaut Austronesia mampu berlayar sangat jauh, bahkan mencapai:

•Madagaskar di Afrika Timur

•Kepulauan Pasifik



•Taiwan hingga Selandia Baru


Kemampuan navigasi mereka dianggap luar biasa karena dilakukan jauh sebelum adanya teknologi navigasi modern.


*Bukti Kejayaan Maritim Nusantara*



Sejarah juga mencatat bahwa wilayah Nusantara pernah memiliki kerajaan-kerajaan besar yang berjaya di laut.

1.Kerajaan Sriwijaya

Pada abad ke-7 hingga ke-13, Sriwijaya dikenal sebagai kerajaan maritim yang menguasai jalur perdagangan di Asia Tenggara.

Kerajaan ini menjadi pusat perdagangan antara India, China, dan Timur Tengah.




2.Kerajaan Majapahit

Pada abad ke-14, Majapahit memiliki armada laut yang kuat dan mampu menguasai banyak wilayah di Nusantara.

Salah satu bukti kemampuan pelayaran masyarakat Nusantara juga dapat dilihat pada relief kapal di Candi Borobudur, yang menggambarkan kapal layar besar yang digunakan pada masa itu.


*Makna Filosofis Lagu Ini*



Lagu "Nenek Moyangku Seorang Pelaut" sebenarnya tidak hanya menceritakan profesi pelaut, tetapi juga menyimpan pesan filosofis.

Beberapa nilai yang ingin disampaikan antara lain:

•Keberanian

Pelaut harus berani menghadapi gelombang dan badai.

•Semangat menjelajah



Leluhur bangsa Indonesia dikenal sebagai penjelajah laut yang luas.

•Ketekunan dan kerja keras

Berlayar membutuhkan ketahanan fisik dan mental yang kuat.


Karena itu, lagu ini sering dianggap sebagai cara sederhana untuk menanamkan kebanggaan terhadap identitas bangsa maritim kepada generasi muda.




*Relevansi di Masa Kini*

Meskipun lagu ini diciptakan puluhan tahun lalu, maknanya masih sangat relevan hingga sekarang. Indonesia masih dikenal sebagai negara maritim dengan wilayah laut yang sangat luas.


Para ahli bahkan menyebut bahwa masa depan Indonesia sangat bergantung pada kemampuan negara dalam mengelola potensi laut, seperti:



•perikanan

•perdagangan laut

•transportasi maritim

•sumber daya kelautan




Karena itu, kalimat "Nenek moyangku seorang pelaut" sering digunakan untuk mengingatkan kembali bahwa laut merupakan bagian penting dari identitas dan masa depan bangsa Indonesia.