Kamis, 14 Mei 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Regional & Nasional

Belajar ke Garut, Madina kembangkan industri Serai Wangi

Liaa - Thursday, 14 May 2026 | 04:46 AM

Background
Belajar ke Garut, Madina kembangkan industri Serai Wangi

Madina

Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, melakukan studi tiru pengelolaan serai wangi ke Kabupaten Garut, Jawa Barat, sebagai upaya mengembangkan industri turunan komoditas tersebut.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (13/5) itu dipimpin langsung Bupati Madina Saipullah Nasution bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Rombongan yang terdiri atas Kepala Dinas Pertanian Taufik Zulhandra Ritonga, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Mukhtar Afandi, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Irsal Pariadi diterima oleh Bupati Garut Abdusy Syakur Amin bersama jajaran OPD setempat.

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka mempelajari pengelolaan serai wangi secara menyeluruh, mulai dari tahap budidaya hingga pengolahan menjadi produk bernilai tambah.



Program pengembangan serai wangi di Madina saat ini telah memasuki tahap awal berupa sosialisasi kepada pemerintah desa dan masyarakat di sembilan kecamatan yang ditetapkan sebagai lokasi budidaya.

Pemkab Madina memilih Garut sebagai lokasi studi tiru karena daerah tersebut telah lama mengembangkan komoditas serai wangi, termasuk pengolahan menjadi produk jadi sejak 1970-an, bahkan telah menembus pasar ekspor.

Dalam kunjungan itu, rombongan juga dibawa mengunjungi Koperasi Produsen Multipihak Rasana Rasyidah Mandiri, salah satu pelaku usaha yang mengembangkan produk minyak atsiri berbahan dasar serai wangi.

Selain berdiskusi mengenai tata kelola kelembagaan dan pengembangan usaha, rombongan juga melihat langsung proses budidaya serta penyulingan tanaman serai wangi (Cymbopogon nardus).

Serai wangi diketahui merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri bernilai ekonomi tinggi yang banyak dimanfaatkan dalam industri kosmetik, farmasi hingga pestisida nabati.



Pemkab Madina menargetkan pengembangan komoditas ini dengan menyiapkan lahan seluas 720 hektare sebagai bagian dari upaya meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya petani.