752 Pelari dari 33 Negara Siap Ramaikan Trail of The Kings by UTMB 2026 di Kawasan Danau Toba
Laila - Wednesday, 13 May 2026 | 07:43 PM


Medan. Sebanyak 752 pelari dari 33 negara dipastikan ambil bagian dalam ajang lari lintas alam internasional, Trail of The Kings (TOTK) Lake Toba by UTMB 2026, yang akan berlangsung pada 12–14 Juni 2026 di kawasan Danau Toba, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.
Kepastian tersebut disampaikan dalam Rapat Persiapan Penyelenggaraan Trail of The Kings by UTMB 2026 yang digelar di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, Selasa (12/5/2026). Rapat dihadiri seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Sumatera Utara dan Kabupaten Samosir.
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, melalui Asisten Administrasi Umum Pemprov Sumut, Muhammad Suib, menegaskan bahwa ajang internasional ini harus menjadi momentum untuk menunjukkan kesiapan Danau Toba sebagai destinasi wisata kelas dunia yang profesional dan berdaya saing.
Menurutnya, keindahan Danau Toba harus diimbangi dengan kesiapan penyelenggaraan yang optimal agar event tersebut menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Utara sekaligus mendorong kebangkitan ekonomi daerah.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Sumut, Yuda Pratiwi Setiawan, menyatakan bahwa kembali digelarnya Trail of The Kings by UTMB semakin memperkuat posisi Sumatera Utara sebagai destinasi unggulan sport tourism di tingkat internasional.
Ia mengungkapkan, hingga saat ini sebanyak 752 pelari dari 33 negara telah mendaftar. Negara peserta antara lain Malaysia, Singapura, Prancis, Jepang, Inggris, Vietnam, China, Taiwan, Australia, Hong Kong, Rusia, Afrika Selatan, Swiss, Oman, Irlandia, Indonesia, serta sejumlah negara lainnya.
Adapun kategori yang diperlombakan meliputi 100K, 60K, 28K, 10K, 5K, serta kategori anak (kids).
Yuda juga menjelaskan bahwa penyelenggaraan Trail of The Kings by UTMB pada 2025 lalu memberikan dampak signifikan terhadap sektor ekonomi dan pariwisata di Sumatera Utara. Pada tahun tersebut, event diikuti 1.081 peserta dari 26 negara dan 21 provinsi di Indonesia, dengan total output ekonomi mencapai Rp101,96 miliar.
Dampak positifnya dirasakan oleh pelaku UMKM, sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga kerajinan lokal. Oleh karena itu, penyelenggaraan tahun 2026 diharapkan mampu memberikan kontribusi ekonomi yang lebih besar sekaligus mempromosikan keindahan alam, adat, dan budaya Sumatera Utara.
Rapat persiapan turut dihadiri unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir Marudut Tua Sitinjak, Pimpinan Event Organizer Creation Andre Ginting, perangkat daerah Pemprov Sumut dan Pemkab Samosir, serta instansi vertikal terkait lainnya.
Next News

Pemerintah Pastikan Stok Pangan Strategis Aman Jelang Idul Adha 1447 Hijriah
in 4 hours

Satgas PRR rampungkan pembangunan 367 hunian tetap
5 hours ago

BPBD Samosir Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Potensi Cuaca Ekstrem
a day ago

Pemkab Humbahas dan Tapsel Bahas MoU Pengendalian Inflasi
a day ago

BAZNAS Dan Pemko Padangsidimpuan Minta ASN Tertib Bayar ZIS Melalui UPZ
a day ago

Bupati Gus Irawan Targetkan PAUD Tapsel Raih Akreditasi A, Penguatan Tata Kelola Resmi Dimulai
a day ago

Bobby Nasution Teken MoU PSEL dengan Danantara, Sampah Medan Raya Diolah Jadi Listrik
a day ago

Buka Pelatihan Juleha, Pemkab Palas Tekankan Jaminan Halal dan Profesionalitas
2 days ago

Kementerian Haji: 125.243 Jemaah Indonesia Sudah Diberangkatkan ke Arab Saudi Sumber
3 days ago

PPIH Medan terima 234 calon haji kloter terakhir ke Tanah Suci
3 days ago





