Waspada Onikomikosis: Kenali Gejala dan Cara Mengatasi Jamur Kuku Sejak Dini
Tata - Sunday, 10 May 2026 | 01:36 PM


Jamur kuku, yang dalam istilah medis dikenal sebagai onikomikosis, merupakan infeksi yang dapat menyerang kuku jari tangan maupun kaki.
Kondisi ini biasanya diawali dengan munculnya bercak putih atau kekuningan di bagian ujung kuku. Seiring waktu, infeksi dapat menyebabkan perubahan warna yang lebih jelas, kuku menebal, retak di bagian tepi, bahkan mengelupas jika jamur telah menyebar lebih dalam.
Infeksi jamur kuku tidak hanya terjadi pada satu jari, tetapi bisa menyerang beberapa kuku sekaligus. Jamur cenderung tumbuh di lingkungan yang lembap dan hangat, serta dapat masuk melalui luka kecil atau celah halus pada kulit dan kuku.
Gejala Jamur Kuku
Beberapa tanda yang dapat mengindikasikan adanya jamur pada kuku antara lain:
1. Perubahan Bentuk Kuku
Setiap orang memiliki bentuk kuku yang berbeda. Namun, jika bentuk kuku berubah drastis dari kondisi normal sebelumnya, hal tersebut bisa menjadi tanda adanya infeksi jamur.
2. Perubahan Warna Menjadi Gelap
Jamur kuku dapat menyebabkan perubahan warna yang signifikan. Kuku sehat umumnya tampak cerah atau selaras dengan warna kulit. Jika kuku berubah menjadi kehitaman atau sangat gelap, kondisi ini perlu diwaspadai sebagai kemungkinan infeksi.
3. Timbul Bau Tidak Sedap
Kuku yang kurang terawat memang dapat menimbulkan bau. Akan tetapi, jika bau tidak sedap tetap muncul meskipun sudah dibersihkan, kondisi ini bisa menjadi indikasi adanya infeksi jamur.
4. Tampak Kusam atau Menguning
Selain berubah menjadi gelap, kuku yang terinfeksi jamur juga dapat tampak kusam dan menguning. Perubahan warna ini merupakan salah satu tanda paling umum dari onikomikosis.
5. Kuku Rapuh dan Mudah Retak
Jamur yang menyerang kuku dapat merusak struktur kuku sehingga menjadi rapuh, mudah retak, dan kehilangan kekuatannya. Pada kasus yang lebih parah, infeksi bahkan dapat menyebar hingga ke kulit di sekitar jari tangan maupun kaki.
6. Timbul Rasa Nyeri
Infeksi jamur dapat menyebabkan kuku terlepas sebagian dari dasar kuku. Kondisi ini sering menimbulkan rasa nyeri, terutama saat ditekan atau digunakan untuk beraktivitas.
Perlu diketahui, jamur kuku bersifat menular. Penularan dapat terjadi melalui penggunaan sepatu atau kaus kaki yang lembap dalam waktu lama, serta lingkungan yang mengandung spora jamur.
Penanganan Jamur Kuku
Seiring bertambahnya usia, kuku cenderung menjadi lebih kering dan rapuh sehingga lebih rentan terhadap infeksi. Selain faktor usia, beberapa kondisi lain yang meningkatkan risiko jamur kuku meliputi:
- Daya tahan tubuh yang menurun
- Gangguan sirkulasi darah
- Riwayat infeksi jamur pada kaki
- Produksi keringat berlebih
- Cedera pada kuku atau kulit di sekitarnya
- Mengidap tinea pedis (kurap kaki)
- Penyakit tertentu seperti diabetes
Next News

Waspada Ikan Berformalin! Simak Cara Memilih Ikan yang Benar
in 6 hours

5 Trik Rahasia Lepaskan Permen Karet dari Pakaian dalam Sekejap
in 6 hours

Sering Nyeri Saat BAB? Waspada Ambeyen Bandel Mulai Menyerang
in 5 hours

Sejarah Singkat Uang: Alasan Kertas Berwarna Bisa Dipakai Belanja
in 5 hours

Mitos atau Fakta: Air Panas Lebih Cepat Jadi Es Batu?
in 5 hours

Mengapa Otak Manusia Lebih Cepat Memproses Visual Dibanding Teks?
in 5 hours

Mitos atau Fakta: Garam Bisa Bikin Nanas Tidak Gatal di Lidah
in 5 hours

Mengenal Cocopet: Benarkah Serangga Ini Suka Masuk ke Telinga?
in 5 hours

Rahasia Hairstylist: Pilih Potongan Rambut Sesuai Bentuk Wajah
in 4 hours

Kenali Bentuk Tubuhmu: Panduan Memilih Gaya Pakaian agar Tampil Lebih Percaya Diri
in 2 hours





