Minggu, 10 Mei 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Waspada Ikan Berformalin! Simak Cara Memilih Ikan yang Benar

Laila - Sunday, 10 May 2026 | 07:10 PM

Background
Waspada Ikan Berformalin! Simak Cara Memilih Ikan yang Benar

Seni Memilih Ikan: Cara Biar Nggak Ketipu Ikan "Zombie" di Pasar

Pernah nggak sih, kalian bangun pagi-pagi banget dengan semangat membara buat belanja ke pasar? Bayangannya udah indah banget: beli ikan segar, dibakar pake bumbu kecap pedas, terus disantap bareng nasi hangat dan sambal mangga. Tapi pas sampai di rumah dan ikannya dimasak, kok rasanya hambar? Atau lebih parahnya lagi, teksturnya aneh kayak karet dan baunya kayak gudang kimia. Wah, fix itu mah kalian kena 'prank' pedagang nakal atau emang kurang teliti pas milih.

Masalahnya, milih ikan laut itu gampang-gampang susah. Apalagi buat kita yang generasi "terima beres" atau yang kalau ke pasar cuma modal nurut kata penjualnya aja. Di pasar, semua ikan kelihatan mengkilap karena disiram air terus-menerus. Padahal, tampilan luar bisa menipu, bray. Kita perlu punya skill ala detektif buat membedakan mana ikan yang beneran baru turun dari kapal, mana yang udah kelamaan nongkrong di freezer, dan mana yang udah "disulap" pakai pengawet berbahaya alias formalin.

Mata Nggak Bisa Bohong (Beneran!)

Langkah pertama paling basic adalah: tatap matanya. Serius, ini bukan mau ngajak kenalan, tapi mata ikan adalah jendela kejujuran. Ikan yang masih segar punya mata yang menonjol, jernih, dan bening kayak kaca. Kalau kalian lihat mata ikan yang udah cekung ke dalam, warnanya keruh, atau malah memerah kayak orang kurang tidur semingguan, mending auto-skip aja. Itu tandanya si ikan udah lama banget ninggalin laut.

Beberapa orang bilang kalau mata ikan merah itu karena pecah pembuluh darah pas ditangkap. Oke, mungkin ada benarnya, tapi kalau udah keruh dan kusam, itu sih udah jelas bukan barang baru. Jadi, carilah mata yang "cling" biar masakan kalian juga ikutan "cling" rasanya.

Insang: Merah Merona atau Cokelat Merana?

Kalau mata udah oke, lanjut ke tahap kedua: buka tutup insangnya. Ini nih yang sering bikin males karena tangan jadi bau amis, tapi ya namanya juga usaha demi gizi. Insang ikan segar itu warnanya merah darah, bersih, dan kelihatan basah alami. Semakin merah, semakin segar. Kalau warnanya udah mulai cokelat gelap, keabu-abuan, apalagi ada lendir putih yang baunya minta ampun, itu tandanya si ikan udah mulai proses pembusukan.



Jujurly, banyak pedagang yang nutupin kekurangan ini dengan cara nggak ngebolehin kita pegang-pegang. Tapi ya kita sebagai pembeli adalah raja, dong? Kalau nggak boleh dicek, ya cari lapak lain aja yang lebih transparan. Jangan sampai kita bawa pulang ikan yang insangnya udah berjamur cuma gara-gara sungkan sama abangnya.

Tekstur Daging: Harus Bisa "Bounce Back"

Coba deh tekan bagian perut atau punggung ikan pakai jari telunjuk kalian. Ikan yang segar itu teksturnya kenyal dan padat. Begitu kalian tekan, dagingnya bakal balik lagi ke bentuk semula dengan cepat. Istilah kerennya, dia punya elasticity yang bagus. Kalau pas ditekan eh ternyata dagingnya lembek dan bekas tekanan jari kalian nggak hilang-hilang (melesek ke dalem), fix itu ikan udah nggak segar atau kelamaan kena es batu yang udah cair.

Nah, di sini kita harus waspada sama fenomena ikan "zombie". Ada ikan yang dagingnya keras banget, padahal udah nggak di atas es. Nah, ini justru mencurigakan. Ikan yang teksturnya kaku nggak wajar bisa jadi indikasi kalau dia udah direndam cairan pengawet kayak formalin. Ikan segar itu kenyal, bukan keras kaku kayak kayu ya, gaes.

Waspada Ikan "Awetan" Kimia: Ciri yang Sering Terlewat

Ini bagian yang agak serem tapi wajib tahu. Nggak semua pengawet itu es batu. Ada oknum yang pengen untung gede dengan cara curang pakai formalin. Ikan yang berformalin biasanya punya ciri fisik yang "terlalu sempurna". Warnanya bersih banget, nggak dihinggapi lalat (lalat aja tahu itu racun, masa kita nggak?), dan baunya nggak bau amis laut, melainkan bau obat atau malah nggak ada baunya sama sekali.

Coba perhatikan sekeliling lapak. Kalau di situ banyak lalat yang lagi pesta pora, sebenarnya itu pertanda bagus. Artinya, ikan-ikan di situ nggak mengandung bahan kimia yang mematikan serangga. Kalau lapaknya bersih banget dari lalat padahal banyak darah ikan berceceran, kalian patut curiga. Selain itu, ikan berformalin kalau dimasak biasanya teksturnya jadi alot banget dan rasa gurih alaminya hilang entah ke mana.



Aroma Laut vs Aroma Busuk

Terakhir, pakai indra penciuman kalian. Ikan laut yang segar itu baunya khas: bau laut atau bau garam yang segar. Amisnya itu amis yang wajar, bukan amis yang bikin mual. Kalau kalian nyium bau asam, bau busuk yang menyengat, atau bau amonia, mending langsung kabur deh. Bau itu menandakan bakteri udah mulai berpesta di dalam tubuh si ikan.

Memilih ikan emang butuh jam terbang. Jangan baper kalau sekali dua kali masih ketipu. Yang penting, sekarang kalian udah tahu trik dasarnya. Intinya: mata jernih, insang merah, daging kenyal, dan lalat masih mau mampir. Dengan milih bahan yang segar, kalian nggak cuma dapet rasa masakan yang enak, tapi juga nutrisi yang maksimal buat tubuh. Yuk, mulai lebih kritis pas belanja, biar nggak cuma kenyang, tapi juga sehat!