Sabtu, 24 Oktober 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Regional & Nasional

Banjir Susulan Rendam Tapteng, Ratusan Rumah Terendam dan Warga Dievakuasi

RAU - Saturday, 24 October 2026 | 08:21 AM

Background
Banjir Susulan Rendam Tapteng, Ratusan Rumah Terendam dan Warga Dievakuasi

Tapanuli Tengah

Banjir susulan kembali menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, Jumat (23/10/2026) malam.

Hujan deras yang mengguyur sejak sore menyebabkan debit air sejumlah daerah aliran sungai (DAS) meningkat hingga meluap ke permukiman warga. Luapan air juga dilaporkan menerjang tanggul dan merendam sejumlah kawasan perumahan.

Di kawasan perumahan Simpang BKKBN, Kelurahan Sibuluan Nalambok, Kecamatan Sarudik, derasnya arus banjir memaksa sejumlah warga meninggalkan rumah untuk menyelamatkan diri.

Di tengah kegelapan malam dan hujan yang masih mengguyur, air mengalir deras menutupi jalanan hingga pelataran rumah warga.



Sejumlah warga terlihat menerobos genangan air untuk mencari tempat yang lebih aman. Beberapa di antaranya merupakan orang dewasa yang menggendong anak kecil sambil membawa barang-barang seadanya.Warga yang berada di lokasi juga saling mengingatkan agar berjalan melalui bagian pinggir jalan untuk menghindari arus terkuat di tengah jalan. Kondisi tersebut menambah kesulitan warga yang berupaya menyelamatkan diri di tengah banjir.

Di tengah situasi tersebut, warga mengungkapkan keluh kesah karena banjir berulang kali melanda kawasan tempat tinggal mereka. Dengan pakaian basah kuyup, mereka harus kembali menghadapi situasi sulit setiap kali air meluap ke permukiman.

Warga berharap pemerintah daerah segera memberikan perhatian serius dan melakukan penanganan yang tepat agar banjir tidak terus berulang dan mengancam keselamatan masyarakat.

Banjir juga merendam Kelurahan Bonalumban, Kecamatan Tukka. Menurut keterangan warga, ketinggian air di kawasan tersebut mencapai sekitar satu meter atau setinggi dada orang dewasa. Ratusan rumah kembali terendam akibat meluapnya air dari daerah aliran sungai (DAS) Aek Saili.

Banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 18.00 WIB. Meningkatnya debit air sungai menyebabkan luapan masuk ke permukiman dan merendam rumah-rumah warga.



Seorang warga Bonalumban mengatakan, tanda-tanda banjir sebenarnya sudah terlihat sejak sore, sebelum hujan kembali mengguyur Kecamatan Tukka.

"Dari tadi sore sudah terlihat ada peningkatan air sungai. Hal itu menandakan hujan deras sebelumnya telah datang mengguyur dari hulu," ujarnya.

Melihat kondisi tersebut, pemerintah setempat telah mengingatkan warga agar mewaspadai kemungkinan banjir susulan. Warga juga diimbau mengungsi ke tempat yang lebih aman demi menghindari risiko yang dapat mengancam keselamatan jiwa.

Sementara itu, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapteng masih melakukan penyisiran ke rumah-rumah warga yang belum sempat mengungsi. Proses evakuasi dilakukan menggunakan perahu karet dan bantuan penerangan senter untuk menjangkau warga yang masih terjebak banjir.

"Kami saat ini masih berupaya menyelamatkan warga yang tertinggal dengan menggunakan perahu karet dan peralatan senter. Mudah-mudahan dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa," ujarnya.



Upaya evakuasi terus dilakukan untuk memastikan warga yang masih berada di rumah dapat segera dibawa ke lokasi aman. Di tengah banjir susulan yang kembali melanda, keselamatan warga menjadi prioritas utama petugas di lapangan.

Tags