Sensasi Hangat setelah Minum Jahe Ternyata Punya Penjelasan Ilmiah
Laila - Thursday, 22 October 2026 | 06:48 PM


Jahe menjadi salah satu rempah yang banyak digunakan masyarakat Indonesia, baik sebagai bumbu masakan maupun bahan minuman tradisional. Air jahe sering diminum ketika cuaca dingin, saat hujan, atau ketika seseorang ingin menikmati minuman dengan sensasi hangat yang menenangkan.
Menariknya, rasa hangat setelah minum jahe tidak hanya berasal dari air panas yang digunakan untuk menyeduhnya. Ada penjelasan ilmiah di balik sensasi tersebut, yaitu aktivitas senyawa alami dalam jahe yang berinteraksi dengan sistem sensorik tubuh.
Jahe mengandung berbagai senyawa bioaktif, termasuk gingerol yang menjadi salah satu komponen utama pada jahe segar. Ketika jahe dipanaskan atau dikeringkan, sebagian gingerol dapat berubah menjadi shogaol. Kedua senyawa ini berkontribusi terhadap rasa pedas dan sensasi hangat yang khas.
Gingerol Memengaruhi Reseptor Sensorik
Salah satu alasan jahe terasa hangat berkaitan dengan cara senyawa gingerol berinteraksi dengan reseptor sensorik pada tubuh. Reseptor merupakan bagian dari sistem saraf yang membantu manusia mengenali berbagai rangsangan, seperti suhu, tekanan, dan sensasi kimiawi tertentu.
Gingerol diketahui dapat memengaruhi aktivitas sejumlah reseptor, termasuk TRPV1, yang juga terlibat dalam respons terhadap panas dan senyawa pedas seperti capsaicin pada cabai.
Ketika reseptor tersebut terangsang, sistem saraf mengirimkan sinyal yang dapat ditafsirkan sebagai sensasi hangat atau pedas. Itulah sebabnya minuman jahe dapat terasa menghangatkan meskipun suhu minumannya tidak terlalu tinggi.
Dengan kata lain, sensasi hangat tersebut merupakan hasil interaksi antara senyawa dalam jahe dan sistem sensorik tubuh, bukan semata-mata karena minuman tersebut bersuhu panas.
Proses Pengolahan Jahe Memengaruhi Sensasi Hangat
Cara jahe diolah juga dapat memengaruhi karakter rasa yang dihasilkan. Jahe segar umumnya mengandung gingerol, sedangkan proses pemanasan dan pengeringan dapat mengubah sebagian senyawa tersebut menjadi senyawa lain, termasuk shogaol.
Shogaol juga memiliki karakter pedas dan dapat memberikan sensasi hangat yang kuat. Namun, tingkat sensasi yang dirasakan bergantung pada jenis jahe, jumlah yang digunakan, lama pemanasan, serta cara pengolahannya.
Jahe yang direbus dengan jumlah lebih banyak belum tentu selalu menghasilkan minuman yang lebih nikmat. Jika terlalu pekat, rasa pedasnya dapat terasa menyengat, terutama bagi orang yang sensitif terhadap makanan atau minuman berbumbu tajam.
Karena itu, penggunaan jahe sebaiknya disesuaikan dengan selera. Irisan jahe yang direbus selama beberapa menit dapat menghasilkan minuman dengan rasa yang lebih ringan dibandingkan jahe yang digeprek dalam jumlah banyak dan direbus lebih lama.
Apakah Jahe Benar-Benar Menaikkan Suhu Tubuh?
Sensasi hangat setelah minum jahe tidak selalu berarti suhu inti tubuh meningkat. Perasaan hangat yang muncul terutama berkaitan dengan respons sensorik terhadap senyawa jahe dan suhu minuman yang dikonsumsi.
Minuman hangat memang dapat memberikan rasa nyaman, terutama ketika udara sedang dingin. Namun, sensasi tersebut berbeda dengan peningkatan suhu inti tubuh yang dapat diukur menggunakan termometer.
Tubuh manusia memiliki mekanisme pengaturan suhu yang menjaga temperatur internal tetap berada dalam kisaran normal. Oleh karena itu, rasa hangat setelah minum jahe tidak bisa dijadikan patokan bahwa suhu tubuh benar-benar meningkat.
Jahe juga tidak dapat dianggap sebagai pengganti penanganan medis ketika seseorang mengalami demam atau gangguan kesehatan tertentu.
Mengapa Jahe Sering Dikonsumsi Saat Cuaca Dingin?
Kebiasaan minum jahe ketika cuaca dingin berkaitan dengan sensasi hangat yang ditimbulkannya serta kenyamanan saat menikmati minuman panas. Aroma rempah yang khas juga membuat air jahe menjadi pilihan minuman yang digemari banyak orang.
Selain itu, jahe dapat dipadukan dengan bahan lain, seperti serai, kayu manis, madu, atau sedikit perasan jeruk nipis, untuk menghasilkan variasi rasa. Meski demikian, penambahan gula atau madu tetap perlu diperhatikan agar asupan gula tidak berlebihan.
Bagi sebagian orang, minuman jahe juga terasa menenangkan ketika tenggorokan terasa kurang nyaman. Namun, manfaatnya dapat berbeda pada setiap orang dan minuman ini bukan pengganti pengobatan jika keluhan berlangsung lama atau semakin parah.
Cara Menikmati Air Jahe dengan Nyaman
Untuk membuat air jahe sederhana, siapkan beberapa iris jahe segar dan air secukupnya. Cuci jahe hingga bersih, iris tipis atau geprek, kemudian rebus selama sekitar lima hingga sepuluh menit sesuai tingkat rasa yang diinginkan.
Setelah itu, saring air rebusan dan tunggu hingga suhunya nyaman untuk diminum. Jika ingin menambahkan madu, masukkan secukupnya setelah minuman tidak terlalu panas.
Orang yang memiliki lambung sensitif atau mudah mengalami rasa panas di ulu hati sebaiknya memperhatikan respons tubuh saat mengonsumsi jahe. Rasa pedasnya dapat memicu ketidaknyamanan pada sebagian orang, terutama jika diminum terlalu pekat.
Pada akhirnya, sensasi hangat setelah minum jahe memiliki dasar ilmiah yang berkaitan dengan gingerol, shogaol, dan reseptor sensorik tubuh. Perpaduan antara senyawa alami tersebut dan suhu minuman membuat jahe memiliki karakter khas yang berbeda dari minuman biasa. Dengan pengolahan dan takaran yang tepat, air jahe dapat dinikmati sebagai minuman tradisional yang hangat dan menyegarkan.
Next News

Telapak Tangan Berkeringat saat Gugup, Begini Respons Tubuh terhadap Stres
in 7 hours

Menjelang Haid Sering Bad Mood? Perubahan Hormon Bisa Berperan
in 6 hours

Anti-Hancur, Ini Tips Membuat Nugget Rumahan dengan Tekstur Padat
in 6 hours

Renyah di Luar, Lembut di Dalam: Rahasia Tekstur Nugget Favorit Banyak Orang
in 6 hours

Sosis Bakar Lebih Harum daripada Sosis Rebus, Ini Alasannya
in 6 hours

Daun Kelor Kerap Disebut Superfood, Ini Kandungan Gizinya
in 6 hours

Serai Bukan Hanya Bumbu Dapur, Rempah Ini Juga Sering Dijadikan Minuman
in 6 hours

Daun Sirih Punya Aroma Khas, Ini Senyawa yang Berperan di Dalamnya
in 6 hours

Beras Kencur Punya Rasa Khas, Ini yang Membuatnya Berbeda dari Jamu Lain
in 6 hours

Wedang Jahe Jadi Favorit saat Hujan, Ini Alasan di Baliknya
in 6 hours





