Kamis, 22 Oktober 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Menjelang Haid Sering Bad Mood? Perubahan Hormon Bisa Berperan

Laila - Thursday, 22 October 2026 | 07:23 PM

Background
Menjelang Haid Sering Bad Mood? Perubahan Hormon Bisa Berperan

Menjelang menstruasi, sebagian perempuan merasa lebih sensitif, mudah tersinggung, sedih tanpa alasan yang jelas, atau kehilangan semangat untuk melakukan aktivitas. Hal-hal kecil yang biasanya tidak mengganggu terkadang terasa lebih menyebalkan. Perubahan suasana hati ini sering disebut sebagai bad mood menjelang haid.

Kondisi tersebut bukan sekadar persoalan perasaan. Perubahan biologis selama siklus menstruasi dapat memengaruhi suasana hati, energi, pola tidur, hingga cara seseorang merespons tekanan. Meski demikian, pengalaman setiap perempuan berbeda. Ada yang hampir tidak merasakan perubahan emosi, sementara yang lain mengalaminya cukup kuat hingga mengganggu kegiatan sehari-hari.

1. Perubahan Hormon Dapat Memengaruhi Suasana Hati

Salah satu faktor yang berperan dalam perubahan suasana hati menjelang menstruasi adalah naik turunnya hormon estrogen dan progesteron. Kedua hormon ini mengalami perubahan sepanjang siklus menstruasi, terutama setelah ovulasi atau pelepasan sel telur.

Ketika menstruasi semakin dekat dan kehamilan tidak terjadi, kadar kedua hormon tersebut menurun. Perubahan ini dapat memengaruhi sebagian perempuan secara fisik maupun emosional.



Namun, bukan berarti hormon yang berubah selalu menyebabkan seseorang menjadi mudah marah atau sedih. Respons tubuh terhadap perubahan hormon berbeda-beda. Sebagian perempuan lebih sensitif terhadap perubahan tersebut sehingga mengalami gejala emosional yang lebih terasa.

2. Hormon Berhubungan dengan Sistem Pengatur Emosi

Perubahan hormon selama siklus menstruasi juga berkaitan dengan sistem kimia di otak yang berperan dalam pengaturan suasana hati. Salah satunya adalah serotonin, yaitu zat kimia pembawa pesan antarsel saraf yang terlibat dalam pengaturan emosi, tidur, dan nafsu makan.

Pada sebagian perempuan, perubahan hormonal menjelang menstruasi diduga memengaruhi cara sistem otak tersebut bekerja. Akibatnya, mereka dapat merasa lebih mudah cemas, sedih, sensitif, atau kesulitan mengendalikan emosi.

Meski begitu, hubungan antara hormon dan suasana hati cukup kompleks. Bad mood menjelang haid tidak disebabkan oleh satu zat atau satu mekanisme saja, melainkan dapat melibatkan berbagai faktor biologis dan lingkungan.



3. Bad Mood Bisa Menjadi Bagian dari PMS

Perubahan emosi menjelang menstruasi dapat menjadi salah satu gejala sindrom pramenstruasi atau premenstrual syndrome (PMS). Gejala PMS biasanya muncul pada hari-hari menjelang menstruasi dan membaik setelah haid dimulai atau beberapa hari sesudahnya.

Selain perubahan suasana hati, PMS dapat disertai sejumlah keluhan lain, seperti perut kembung, payudara terasa nyeri, sakit kepala, mudah lelah, perubahan nafsu makan, dan sulit berkonsentrasi.

Tidak semua perempuan mengalami seluruh gejala tersebut. Ada yang hanya merasakan keluhan fisik, ada pula yang lebih banyak mengalami perubahan emosional. Pola gejala juga dapat berbeda dari satu siklus ke siklus berikutnya.

4. Kurang Tidur dan Stres Dapat Memperburuk Kondisi



Perubahan hormon bukan satu-satunya hal yang memengaruhi suasana hati menjelang menstruasi. Kurang tidur, beban pekerjaan, masalah pribadi, serta tekanan sehari-hari juga dapat membuat seseorang lebih mudah merasa kewalahan.

Ketika tubuh kelelahan, kemampuan untuk mengelola emosi dapat menurun. Akibatnya, perubahan suasana hati yang biasanya ringan terasa lebih berat. Kondisi ini dapat semakin terasa jika seseorang mengalami nyeri menstruasi atau gangguan tidur pada waktu yang bersamaan.

Karena itu, penting untuk melihat kondisi tubuh dan lingkungan secara menyeluruh. Tidak semua emosi negatif menjelang haid semata-mata disebabkan oleh hormon.

5. Cara Sederhana Membantu Menjaga Suasana Hati

Ada beberapa kebiasaan yang dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan menjelang menstruasi. Salah satunya adalah menjaga waktu tidur yang cukup dan teratur. Istirahat yang baik membantu tubuh pulih dan mendukung kemampuan mengelola stres.



Aktivitas fisik ringan, seperti berjalan kaki, bersepeda santai, atau melakukan peregangan, juga dapat membantu sebagian orang merasa lebih nyaman. Pola makan seimbang dan jadwal makan yang teratur dapat mendukung kebutuhan energi tubuh.

Selain itu, luangkan waktu untuk melakukan kegiatan yang menenangkan, seperti mendengarkan musik, membaca, melakukan latihan pernapasan, atau berbicara dengan orang yang dipercaya. Jika sedang merasa lebih sensitif, memberi jeda sebelum menanggapi situasi yang memicu emosi juga dapat membantu.

Tidak ada satu cara yang cocok untuk semua orang. Karena itu, kenali kebiasaan yang paling membantu tubuh dan suasana hati selama masa pramenstruasi.

6. Catat Perubahan Suasana Hati Setiap Bulan

Mencatat suasana hati dan gejala fisik selama beberapa siklus menstruasi dapat membantu mengenali pola yang berulang. Catatan tersebut dapat mencakup tanggal menstruasi, tingkat stres, kualitas tidur, perubahan emosi, serta keluhan fisik yang dirasakan.



Jika bad mood secara konsisten muncul beberapa hari sebelum menstruasi dan mereda setelah haid dimulai, pola tersebut dapat menjadi informasi berguna untuk memahami kondisi diri.

Catatan ini juga dapat membantu saat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan, terutama jika gejala semakin berat atau mulai mengganggu pekerjaan, sekolah, hubungan sosial, dan aktivitas sehari-hari.

7. Kapan Perlu Berkonsultasi dengan Dokter?

Perubahan suasana hati menjelang menstruasi umumnya dapat dikelola dengan kebiasaan sehat. Namun, jika gejala emosional terasa sangat berat, muncul kecemasan atau kesedihan yang intens, atau mengganggu kehidupan sehari-hari, sebaiknya konsultasikan kondisi tersebut kepada dokter.

Sebagian perempuan mengalami gangguan disforik pramenstruasi atau premenstrual dysphoric disorder (PMDD), yaitu kondisi yang lebih berat dibandingkan PMS dan dapat menimbulkan gejala emosional yang signifikan.



Pemeriksaan diperlukan untuk memahami penyebab keluhan dan menentukan penanganan yang sesuai. Jangan menganggap semua perubahan emosi sebagai hal yang harus ditahan sendiri hanya karena terjadi menjelang haid.

Kesimpulan

Bad mood menjelang menstruasi dapat berkaitan dengan perubahan hormon estrogen dan progesteron yang memengaruhi tubuh serta sistem pengatur emosi. Kondisi ini juga dapat dipengaruhi oleh stres, kurang tidur, dan berbagai faktor lainnya.

Dengan mengenali pola gejala, menjaga kualitas tidur, beraktivitas secara teratur, serta memberikan waktu untuk beristirahat, sebagian perempuan dapat mengurangi ketidaknyamanan menjelang haid. Jika perubahan suasana hati terasa berat atau mengganggu aktivitas, berkonsultasi dengan tenaga kesehatan merupakan langkah yang tepat.