Jahe Merah vs Jahe Putih, Kenali Perbedaan Aroma dan Penggunaannya
Laila - Thursday, 22 October 2026 | 06:50 PM


Jahe merupakan salah satu rempah yang mudah ditemukan di dapur masyarakat Indonesia. Selain digunakan untuk menambah cita rasa makanan, jahe juga sering diolah menjadi minuman hangat, seperti wedang jahe, teh rempah, dan berbagai racikan tradisional. Di pasaran, dua jenis jahe yang cukup dikenal adalah jahe merah dan jahe putih.
Sekilas, keduanya terlihat serupa karena memiliki bentuk rimpang yang tidak beraturan dan aroma khas rempah. Namun, jika diperhatikan lebih dekat, jahe merah dan jahe putih memiliki sejumlah perbedaan yang dapat dikenali melalui warna kulit, warna daging, ukuran rimpang, serta karakter rasanya.
Perbedaan tersebut membuat masing-masing jenis jahe memiliki kegunaan yang beragam. Pemilihan jahe biasanya disesuaikan dengan kebutuhan memasak, jenis minuman yang ingin dibuat, dan tingkat kepedasan yang disukai.
Perbedaan Warna dan Bentuk Rimpang
Salah satu ciri paling mudah untuk membedakan kedua jenis jahe adalah warna rimpangnya. Jahe merah umumnya memiliki kulit berwarna kemerahan hingga merah kecokelatan. Bagian dalamnya dapat berwarna kuning hingga kekuningan dengan nuansa yang bervariasi.
Sementara itu, jahe putih biasanya memiliki kulit berwarna krem atau cokelat muda dengan daging rimpang berwarna kekuningan. Dalam perdagangan, istilah jahe putih juga dapat mencakup beberapa tipe jahe yang memiliki ukuran dan karakter berbeda.
Jahe putih besar, misalnya, sering dikenal sebagai jahe gajah karena ukuran rimpangnya relatif besar dan ruasnya cenderung gemuk. Ada pula jahe putih berukuran lebih kecil yang memiliki rasa lebih tajam. Karena itu, warna saja tidak selalu cukup untuk memastikan jenis jahe secara tepat.
Aroma dan Tingkat Kepedasan yang Berbeda
Jahe merah umumnya dikenal memiliki aroma rempah yang kuat serta sensasi pedas yang lebih tajam. Karakter tersebut membuatnya sering dipilih untuk minuman tradisional yang mengutamakan rasa jahe, terutama ketika dipadukan dengan gula aren, serai, atau kayu manis.
Jahe putih memiliki karakter yang lebih beragam. Jahe putih besar biasanya terasa lebih ringan dan tidak terlalu menyengat dibandingkan jahe merah. Sementara itu, jahe putih berukuran kecil dapat memiliki aroma dan rasa pedas yang cukup kuat.
Perbedaan aroma dan kepedasan ini berkaitan dengan jenis tanaman, tingkat kematangan rimpang, kondisi pertumbuhan, serta kandungan senyawa aromatik dan pedas di dalamnya. Oleh sebab itu, tidak semua jahe merah selalu lebih pedas daripada setiap jenis jahe putih.
Jahe Merah Cocok untuk Minuman Rempah
Jahe merah sering digunakan sebagai bahan minuman tradisional karena rasa pedas dan aromanya yang menonjol. Rimpang ini dapat direbus bersama air untuk menghasilkan minuman hangat dengan karakter jahe yang kuat.
Untuk membuat wedang jahe merah, rimpang dapat dicuci, digeprek, lalu direbus selama beberapa menit. Gula aren atau madu bisa ditambahkan secukupnya sesuai selera. Serai dan kayu manis juga dapat digunakan untuk memberikan variasi aroma.
Jahe merah juga dimanfaatkan dalam sejumlah produk herbal tradisional. Meski demikian, penggunaannya tidak otomatis menjamin khasiat tertentu atau menjadikannya pengganti obat. Klaim manfaat kesehatan perlu dinilai berdasarkan bukti ilmiah yang sesuai.
Jahe Putih Lebih Fleksibel untuk Masakan
Jahe putih, terutama jenis yang berukuran besar, sering digunakan sebagai bumbu dalam berbagai hidangan. Rempah ini dapat ditambahkan ke dalam sup, soto, tumisan, olahan ikan, ayam, dan masakan berkuah lainnya.
Aroma jahe membantu memperkaya rasa makanan dan memberikan sentuhan rempah yang khas. Dalam beberapa resep, jahe juga digunakan untuk membantu mengurangi aroma amis pada bahan pangan, meskipun hasilnya bergantung pada cara pengolahan dan bahan yang digunakan.
Jahe putih juga dapat diolah menjadi minuman hangat. Jika ingin menghasilkan rasa yang tidak terlalu tajam, gunakan jahe dalam jumlah secukupnya dan sesuaikan lama perebusan dengan selera.
Mana yang Lebih Baik untuk Dikonsumsi?
Jahe merah maupun jahe putih dapat menjadi pilihan yang baik sebagai bahan makanan dan minuman. Tidak ada satu jenis yang selalu lebih unggul untuk semua kebutuhan karena penggunaannya bergantung pada karakter rasa yang diinginkan.
Jika menyukai minuman dengan aroma rempah kuat dan rasa pedas yang menonjol, jahe merah bisa menjadi pilihan. Sebaliknya, jahe putih berukuran besar cocok untuk berbagai masakan dan minuman dengan rasa jahe yang cenderung lebih ringan.
Hal yang tidak kalah penting adalah memilih rimpang yang segar, padat, tidak berjamur, dan tidak menunjukkan tanda pembusukan. Jahe perlu dicuci bersih sebelum digunakan, lalu disimpan di tempat yang sesuai agar kualitasnya tetap terjaga.
Bagi orang yang memiliki lambung sensitif atau mudah mengalami refluks asam, konsumsi jahe dalam jumlah banyak dapat menimbulkan ketidaknyamanan pada sebagian orang. Karena itu, gunakan secukupnya dan perhatikan respons tubuh.
Pada akhirnya, perbedaan jahe merah dan jahe putih terletak pada karakter rimpang, aroma, tingkat kepedasan, serta kecenderungan penggunaannya. Dengan mengenali ciri-ciri tersebut, masyarakat dapat memilih jenis jahe yang paling sesuai untuk bumbu masakan, minuman hangat, maupun kebutuhan sehari-hari.
Next News

Telapak Tangan Berkeringat saat Gugup, Begini Respons Tubuh terhadap Stres
in 7 hours

Menjelang Haid Sering Bad Mood? Perubahan Hormon Bisa Berperan
in 7 hours

Anti-Hancur, Ini Tips Membuat Nugget Rumahan dengan Tekstur Padat
in 6 hours

Renyah di Luar, Lembut di Dalam: Rahasia Tekstur Nugget Favorit Banyak Orang
in 6 hours

Sosis Bakar Lebih Harum daripada Sosis Rebus, Ini Alasannya
in 6 hours

Daun Kelor Kerap Disebut Superfood, Ini Kandungan Gizinya
in 6 hours

Serai Bukan Hanya Bumbu Dapur, Rempah Ini Juga Sering Dijadikan Minuman
in 6 hours

Daun Sirih Punya Aroma Khas, Ini Senyawa yang Berperan di Dalamnya
in 6 hours

Beras Kencur Punya Rasa Khas, Ini yang Membuatnya Berbeda dari Jamu Lain
in 6 hours

Wedang Jahe Jadi Favorit saat Hujan, Ini Alasan di Baliknya
in 6 hours





