Kamis, 22 Oktober 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Beras Kencur Punya Rasa Khas, Ini yang Membuatnya Berbeda dari Jamu Lain

Laila - Thursday, 22 October 2026 | 06:56 PM

Background
Beras Kencur Punya Rasa Khas, Ini yang Membuatnya Berbeda dari Jamu Lain

Beras kencur dikenal sebagai salah satu jenis jamu tradisional yang banyak dijumpai di berbagai daerah di Indonesia, terutama di Pulau Jawa. Minuman ini sering dijual oleh penjual jamu gendong maupun tersedia dalam bentuk kemasan di pasar dan toko. Rasanya yang khas membuat beras kencur digemari oleh berbagai kalangan, termasuk orang yang kurang menyukai jamu dengan rasa pahit.

Sesuai namanya, minuman ini menggunakan beras dan kencur sebagai bahan utama. Keduanya dipadukan dengan air serta pemanis, seperti gula merah atau gula pasir. Beberapa resep juga menambahkan bahan lain untuk memperkaya aroma dan cita rasa.

Keunikan beras kencur tidak hanya terletak pada bahan pembuatannya, tetapi juga pada keseimbangan rasa yang dihasilkan. Perpaduan aroma rempah, rasa sedikit gurih dari beras, dan manisnya gula membuat minuman ini memiliki karakter berbeda dibandingkan jenis jamu lainnya.

Perpaduan Beras dan Kencur Menghasilkan Rasa yang Khas

Salah satu hal yang membedakan beras kencur dari jamu lain adalah penggunaan beras sebagai bahan utama pendamping rempah. Beras yang telah direndam, dihaluskan, atau diolah bersama bahan lainnya dapat memberikan tekstur yang lebih lembut dan sedikit berisi pada minuman.



Sementara itu, kencur memberikan aroma khas yang cukup kuat. Rimpang ini termasuk keluarga jahe-jahean dan banyak digunakan dalam masakan maupun ramuan tradisional Indonesia. Aromanya memiliki karakter tersendiri sehingga mudah dikenali ketika dipadukan dengan bahan lain.

Ketika beras dan kencur dicampur dengan takaran yang sesuai, keduanya menghasilkan rasa yang relatif seimbang. Beras membantu memberikan karakter lembut, sedangkan kencur menghadirkan aroma rempah yang menjadi ciri utama minuman tersebut.

Rasa Manis Membuat Beras Kencur Lebih Mudah Dinikmati

Berbeda dengan beberapa jamu yang memiliki rasa pahit atau getir cukup kuat, beras kencur umumnya dibuat dengan tambahan pemanis. Gula merah atau gula pasir digunakan untuk menyeimbangkan aroma dan rasa rempah sehingga minuman terasa lebih bersahabat di lidah.

Tingkat kemanisannya dapat berbeda-beda, bergantung pada resep dan kebiasaan masyarakat di setiap daerah. Ada yang menyukai beras kencur dengan rasa manis cukup kuat, sementara yang lain memilih rasa yang lebih ringan agar aroma kencurnya tetap menonjol.



Penggunaan pemanis juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Orang yang sedang membatasi asupan gula bisa mengurangi jumlah gula yang digunakan tanpa harus menghilangkan karakter khas kencur.

Aroma Kencur Menjadi Pembeda Utama

Kencur memiliki aroma rempah yang berbeda dari jahe, kunyit, maupun temulawak. Perbedaan karakter aroma inilah yang membuat beras kencur mempunyai identitas tersendiri di antara berbagai minuman tradisional.

Jahe cenderung memberikan sensasi pedas dan hangat, sedangkan kunyit memiliki aroma khas dengan warna kuning yang mencolok. Kencur menawarkan aroma yang lebih spesifik dan sering digunakan dalam berbagai hidangan Nusantara, seperti seblak dan sejumlah masakan berbumbu.

Ketika diolah menjadi beras kencur, aroma tersebut berpadu dengan bahan lain sehingga menghasilkan minuman dengan karakter yang tidak mudah disamakan dengan jamu berbahan dasar rimpang lainnya.



Cara Membuat Beras Kencur secara Sederhana

Beras kencur dapat dibuat sendiri di rumah menggunakan bahan yang mudah ditemukan. Siapkan sekitar 50 gram beras, 30–50 gram kencur segar, 500–700 mililiter air, serta gula merah secukupnya. Takaran dapat disesuaikan dengan selera dan kekentalan yang diinginkan.

Pertama, cuci beras hingga bersih, lalu rendam selama beberapa jam agar teksturnya lebih lunak. Cuci kencur, kupas jika diperlukan, kemudian iris kecil agar mudah dihaluskan.

Selanjutnya, rebus air bersama kencur dan gula merah hingga aroma rempah keluar dan gula larut. Biarkan cairan agak dingin, kemudian haluskan beras yang telah direndam bersama sebagian air rebusan. Campurkan kembali dengan sisa cairan, lalu saring untuk memperoleh tekstur yang lebih halus.

Jika ingin menghasilkan rasa yang lebih ringan, tambahkan air matang secukupnya. Beras kencur dapat disajikan dalam keadaan dingin maupun pada suhu ruang, tetapi sebaiknya segera didinginkan dan disimpan dalam wadah bersih serta tertutup jika tidak langsung dikonsumsi.



Beras Kencur dan Tradisi Jamu Indonesia

Beras kencur merupakan bagian dari kekayaan kuliner tradisional Indonesia yang diwariskan dari generasi ke generasi. Keberadaannya memperlihatkan bagaimana bahan sederhana seperti beras, gula, dan rimpang dapat diolah menjadi minuman dengan cita rasa yang khas.

Di sejumlah daerah, beras kencur juga dikenal sebagai bagian dari kebiasaan minum jamu keluarga. Resepnya dapat berbeda menurut daerah, ketersediaan bahan, dan selera pembuatnya. Ada yang menggunakan lebih banyak kencur untuk menghasilkan aroma kuat, sementara yang lain menonjolkan rasa manis dan tekstur lembut.

Meski sering dikaitkan dengan manfaat kesehatan dalam pengobatan tradisional, beras kencur tidak boleh dianggap sebagai pengganti obat atau perawatan medis. Bukti ilmiah mengenai manfaat kesehatan dari racikan beras kencur secara keseluruhan masih perlu dinilai secara khusus, dan kandungan gula dalam minuman juga patut diperhatikan.

Pada akhirnya, rasa khas beras kencur berasal dari perpaduan beras yang memberikan tekstur lembut, kencur dengan aroma rempah yang kuat, serta pemanis yang menyeimbangkan cita rasanya. Kombinasi tersebut membuat beras kencur berbeda dari jamu lain dan tetap menjadi salah satu minuman tradisional yang digemari masyarakat Indonesia.