Rabu, 25 Februari 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Serba Serbi Ramadhan

Apa yang Terjadi pada Tubuh Setelah 12 Jam Puasa?

RAU - Wednesday, 25 February 2026 | 06:32 AM

Background
Apa yang Terjadi pada Tubuh Setelah 12 Jam Puasa?

Secara fisiologis, tubuh manusia dirancang untuk beradaptasi terhadap periode tanpa makanan. Dalam beberapa jam pertama puasa, tubuh masih menggunakan cadangan glukosa dari makanan terakhir. Namun setelah sekitar 8–12 jam, cadangan tersebut mulai habis.

Menurut penjelasan dari Johns Hopkins Medicine, setelah 10–12 jam tanpa asupan, tubuh mulai mengaktifkan proses yang disebut metabolic switching, yaitu peralihan dari pembakaran glukosa ke pembakaran lemak sebagai sumber energi utama.

Fase-Fase yang Terjadi Saat Puasa:

0–4 jam setelah makan

Tubuh menggunakan glukosa dari makanan. Insulin meningkat untuk membantu sel menyerap gula darah.



4–8 jam

Tubuh mulai menggunakan cadangan glikogen (simpanan glukosa di hati dan otot).


8–12 jam

Cadangan glikogen menurun. Tubuh mulai memecah lemak menjadi asam lemak dan keton untuk energi.



Produksi keton meningkat ketika tubuh memasuki fase pembakaran lemak.

Keton ini dapat digunakan oleh otak sebagai sumber energi alternatif.

Apa Dampaknya pada Tubuh?

•Insulin menurun → meningkatkan sensitivitas insulin

•Pembakaran lemak meningkat



•Produksi keton naik

•Peradangan sistemik dapat menurun

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa pola puasa terkontrol dapat memperbaiki profil metabolik dan membantu pengelolaan berat badan.

Profesor Mark Mattson, seorang neuroscientist yang meneliti puasa di Johns Hopkins University, menjelaskan bahwa metabolic switching membantu tubuh menjadi lebih efisien dalam menggunakan energi dan berpotensi memberi manfaat kesehatan jangka panjang.

Namun tetap diingat, meski banyak manfaat metabolik, respons setiap orang berbeda. Penderita diabetes, gangguan hormon, atau kondisi medis tertentu tetap perlu konsultasi dokter sebelum menjalani pola puasa tertentu.