Angklung, Alat Musik Bambu Warisan Budaya Nusantara
Liaa - Tuesday, 31 March 2026 | 07:54 AM


*Asal Usul Angklung*
Angklung berasal dari tanah Sunda di Jawa Barat, dan diperkirakan telah ada sejak ratusan tahun lalu. Alat musik ini dibuat dari bambu yang disusun dalam rangka, sehingga menghasilkan nada tertentu ketika digoyangkan.
Nama "angklung" diyakini berasal dari kata dalam bahasa Sunda:
*"angkleung-angkleungan"* yang menggambarkan gerakan menggoyang
bunyi "klung" yang dihasilkan oleh tabung bambu saat bergetar.
Setiap angklung biasanya hanya menghasilkan satu nada, sehingga untuk memainkan sebuah lagu diperlukan banyak orang yang memegang angklung dengan nada berbeda.
Hal ini membuat permainan angklung sering dilakukan secara berkelompok dan penuh kerja sama.
*Angklung dalam Tradisi Pertanian Sunda*
Pada masa lalu, angklung tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga memiliki makna spiritual.
Masyarakat Sunda memainkan angklung dalam upacara pertanian untuk menghormati Dewi Sri, yang dipercaya sebagai dewi padi dan kesuburan.
Mereka percaya bahwa suara angklung dapat:
•memanggil berkah bagi tanaman padi
•membawa kesuburan tanah
•mengusir roh jahat yang mengganggu panen
Karena itu, angklung sering dimainkan pada:
•upacara menanam padi
ritual panen
•perayaan desa
*Perkembangan Angklung di Masa Modern*
Perkembangan penting angklung terjadi pada awal abad ke-20 ketika *Daeng Soetigna*, seorang guru musik dari Bandung, *melakukan inovasi besar.*
Ia menciptakan angklung diatonis, yaitu angklung yang dapat memainkan tangga nada musik modern seperti:
do
re
mi
fa
sol
Dengan sistem ini, angklung dapat dimainkan untuk berbagai jenis lagu, termasuk:
•lagu nasional
•lagu daerah
•musik klasik
•bahkan musik pop
Inovasi ini membuat angklung semakin dikenal dan diajarkan di sekolah-sekolah di Indonesia.
*Pengakuan Dunia terhadap Angklung*
Keunikan angklung akhirnya mendapat pengakuan dunia.
*Pada tahun 2010, organisasi pendidikan dan budaya dunia UNESCO menetapkan angklung sebagai*
*Warisan Budaya Takbenda Dunia (Intangible Cultural Heritage)*
Pengakuan ini diberikan karena angklung tidak hanya merupakan alat musik, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai budaya seperti:
•kerja sama
•kebersamaan
•harmoni sosial
Selain itu, pertunjukan angklung kini sering digelar di berbagai negara sebagai bagian dari promosi budaya Indonesia.
Next News

Dari Bunga hingga Jadi Aroma Favorit Dunia: Perjalanan Unik Vanilla
in 5 hours

Bau Menyengat, Rasa Menggoda: Kenapa Jengkol Punya Penggemar Fanatik?
in 4 hours

Pahit di Lidah, Tapi Bikin Penasaran: Apa yang Sebenarnya Ada di Balik Pare?
in 4 hours

Ikan Segar vs Ikan Beku: Benarkah Gizinya Beda Jauh atau Cuma Soal Gengsi?
in 4 hours

Mitos Landak Bisa Nembak Duri: Spoiler Alert, Itu Cuma Akal-Akalan Kartun!
in 4 hours

Jangan Sembarangan Minum Obat: Kenapa Riwayat Alergi Itu Bukan Sekadar Formalitas?
in 4 hours

Ketombe Makin Parah Saat Stres? Ini Hubungan Pikiran, Kulit Kepala, dan Si "Salju" di Pundak
in 4 hours

Kenapa Tinta Cumi Bisa Dimakan? Ini Fakta di Balik Warna Hitamnya
in 4 hours

MPASI Dimulai di Usia 6 Bulan: Panduan Kenalan dengan Makanan Pertama Si Kecil
in 2 hours

Dada atau Paha Ayam, Mana yang Lebih Sehat? Ini Perbedaan Gizi dan Manfaatnya
in 2 hours





