Tumit Pecah Bukan Sekedar Masalah Estetika,Bisa Jadi Pertanda Kondisi Medis.
Liaa - Sunday, 01 March 2026 | 10:18 AM


Kulit tumit secara alami lebih tebal dibanding bagian tubuh lain. Namun area ini juga tidak memiliki kelenjar minyak sebanyak wajah atau tangan, sehingga lebih mudah kering dan retak.
Menurut American Academy of Dermatology, kulit kering berlebihan (xerosis) dapat menyebabkan retakan pada tumit, terutama jika dikombinasikan dengan tekanan berulang saat berdiri atau berjalan.
Apa Saja Yang Bisa Menyebabkan Retakan Pada Tumit?
1️⃣ Terlalu Sering Berdiri atau Berat Badan Berlebih
Tekanan konstan membuat bantalan lemak di tumit melebar ke samping. Jika kulit kering dan kurang elastis, retakan akan lebih mudah muncul.
2️⃣ Dehidrasi dan Kurang Asupan Lemak Sehat
Tubuh yang kurang cairan membuat kelembapan kulit menurun. Kekurangan asam lemak esensial juga bisa mengganggu fungsi pelindung kulit.
3️⃣ Lotion Tidak Cukup Kuat
Tidak semua lotion cocok untuk tumit. Krim dengan kandungan urea, asam laktat, atau salicylic acid sering lebih efektif untuk kulit sangat tebal.
Menurut Mayo Clinic, penggunaan pelembap oklusif seperti petroleum jelly sebelum tidur dapat membantu mengunci kelembapan lebih baik.
4️⃣ Bisa Jadi Tanda Kondisi Medis
Beberapa kondisi yang berkaitan dengan tumit pecah kronis:
•Diabetes → sirkulasi dan regenerasi kulit terganggu
•Hipotiroidisme → metabolisme melambat, kulit menjadi sangat kering
•Eksim atau psoriasis → gangguan peradangan kulit
Menurut American Diabetes Association, penderita diabetes perlu memperhatikan luka kecil di kaki karena berisiko infeksi lebih tinggi.
Kapan Harus Waspada?
Segera konsultasi jika:
•Retakan berdarah
•Terasa sangat nyeri
•Disertai kemerahan atau nanah
•Tidak membaik setelah perawatan 2–3 minggu
Cara Mengatasi Tumit Pecah Secara Efektif
✔ Rendam kaki air hangat 10–15 menit
✔ Gunakan batu apung lembut 1–2 kali seminggu
✔ Oleskan krim khusus tumit (mengandung urea 10–25%)
✔ Pakai kaus kaki katun saat tidur
✔ Jaga hidrasi tubuh
✔ Gunakan alas kaki empuk
Perawatan luar penting, tetapi perbaikan dari dalam sama pentingnya.
Next News

Mengenal Paus Orca: Fakta Kecerdasan Paus Pembunuh dan Mitos Predator Puncak
in 6 hours

Mengapa Ikan Sapu-Sapu Berbahaya? Ini Alasan Ilmiah di Balik Pemusnahannya
in 6 hours

7 Hewan yang Sering Digunakan dalam Eksperimen Sains dan Kontroversinya
in 6 hours

Kenali 5 Jenis Sale Pisang, Camilan Tradisional Favorit Banyak Orang
in 5 hours

Sering Makan Ikan? Kenali Jenis yang Mengandung Merkuri Tinggi Ini
in 5 hours

Asma Bukan Sekadar Sesak Napas Yuk Pahami Dengan Baik
7 hours ago

Apa Alat Rumah Tangga yang Paling Boros Listrik?
7 hours ago

Mengetahui Jenis-Jenis Lensa Kacamata, Jangan Salah Pilih
7 hours ago

Biar Nggak Kena Tipu Abang Warteg: Panduan Bedain Tuna, Tongkol, dan Cakalang Biar Nggak Malu-maluin
in an hour

Si Tank Baja Penunggu Selokan: Menguak Fenomena Ikan Sapu-Sapu yang Nggak Ada Matinya
in an hour





