7 Hewan yang Sering Digunakan dalam Eksperimen Sains dan Kontroversinya
Nanda - Monday, 20 April 2026 | 03:14 PM


Penggunaan hewan dalam penelitian ilmiah sering menimbulkan perdebatan dari sisi etika, terutama dari kelompok pecinta hewan. Meski demikian, praktik ini masih banyak dilakukan karena dianggap penting untuk mendukung kemajuan ilmu pengetahuan dan kesehatan manusia, seperti dalam pengembangan obat, vaksin, serta penelitian penyakit.
Namun, untuk produk yang tidak bersifat mendesak seperti kosmetik, skincare, fashion, dan produk sejenis, pengujian pada hewan sebenarnya dapat digantikan dengan metode lain yang lebih etis tanpa harus menyakiti hewan.
Berbeda halnya dengan pengembangan vaksin atau obat-obatan, yang tidak bisa langsung diuji pada manusia karena belum diketahui efek sampingnya. Oleh karena itu, hewan digunakan terlebih dahulu untuk mengamati reaksi dan keamanan zat tersebut sebelum digunakan pada manusia.
Karena perannya yang besar dalam penelitian, berbagai jenis hewan sering digunakan dalam eksperimen sains. Berikut beberapa di antaranya:
1.Tikus
Tikus merupakan hewan yang paling sering digunakan dalam penelitian laboratorium, mencakup sekitar 95 persen dari hewan eksperimen. Hal ini karena ukurannya kecil, mudah dipelihara, cepat berkembang biak, serta memiliki kesamaan genetik dengan manusia sehingga cocok untuk berbagai uji medis.
2.Kelinci
Kelinci, terutama jenis albino, sering digunakan untuk menguji obat dan bahan kimia. Namun, prosedur ini dapat menyebabkan penderitaan seperti rasa sakit, keracunan, atau bahkan kematian pada hewan tersebut.
3.Anjing
Anjing, khususnya ras beagle, digunakan dalam penelitian penyakit seperti jantung, kanker, dan gangguan organ lainnya. Meskipun demikian, mereka sering mengalami stres dan ketakutan selama proses penelitian.
3.Primata
Primata memiliki kesamaan genetik paling tinggi dengan manusia sehingga hasil penelitiannya sangat akurat. Namun, karena tingkat kesadarannya yang tinggi, penggunaannya dalam eksperimen menjadi kontroversial secara etika.
4.Hamster
Hamster digunakan dalam penelitian berbagai virus karena respons tubuhnya mirip manusia ketika terinfeksi. Hewan ini juga sering dimanfaatkan untuk penelitian penyakit lain seperti kanker dan gangguan pernapasan.
5.Guinea pig
Guinea pig banyak digunakan untuk penelitian sistem imun, pernapasan, dan pengembangan vaksin. Namun, dalam beberapa kasus, hewan ini tidak selalu diberikan pereda nyeri saat eksperimen berlangsung.
6.Kucing
Kucing digunakan dalam penelitian neurologi, penglihatan, dan penyakit tertentu. Namun, banyak prosedur yang bersifat invasif sehingga sering berakhir dengan penderitaan bagi hewan tersebut.
Meskipun penggunaan hewan dalam penelitian masih sulit dihindari, ada upaya untuk mengurangi penderitaan mereka. Prinsip kesejahteraan hewan diterapkan dengan menyediakan lingkungan yang layak, mengurangi rasa sakit, menggunakan anestesi, serta memperlakukan hewan dengan lebih manusiawi agar dampak negatifnya dapat diminimalkan.
Next News

Kenapa Menelan Terasa Sakit? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
5 hours ago

Tekanan Darah Tinggi? Ini Daftar Makanan Sehat yang Wajib Dikonsumsi
6 hours ago

Saat Americano Terasa Lebih Pahit, Cek Kondisi Batinmu
in 6 hours

Mitos atau Fakta: Kenapa Orang Dewasa Masih Bisa Cacingan?
in 5 hours

Mengenal Sinusitis: Ciri-Ciri, Penyebab, dan Cara Membedakan Akut vs Kronis
in 5 hours

Sejarah Jam Gadang Bukittinggi: Ikon Legendaris Sumatera Barat, Hadiah Ratu Belanda & Mesin Kembar Big Ben
in 5 hours

16 Destinasi Wisata Sumatera Barat Paling Ikonik: Dari Jam Gadang hingga Mentawai yang Mendunia
in 5 hours

Sejarah Penemuan Bahan Bakar dan Perkembangan Energi di Dunia
in 5 hours

Makna Lagu "Menari-nari" Raim Laode: Kisah Kenangan, Rasa Rindu, dan Proses Ikhlas
in 4 hours

Asal Usul Pekanbaru, Kota Bertuah yang Menjadi Kebanggaan Masyarakat Melayu Riau
in 4 hours





