Mengapa Ikan Sapu-Sapu Berbahaya? Ini Alasan Ilmiah di Balik Pemusnahannya
Nanda - Monday, 20 April 2026 | 03:32 PM


Belakangan ini, operasi pemusnahan massal ikan sapu-sapu oleh Pemprov DKI Jakarta menarik perhatian publik. Banyak yang bertanya-tanya, mengapa ikan yang biasa dikenal sebagai "pembersih akuarium" ini justru harus dibasmi secara masif?
Ditinjau dari perspektif sains, ikan sapu-sapu (Hypostomus plecostomus) bukan sekadar penghuni dasar sungai biasa. Mereka adalah spesies invasif dengan kemampuan adaptasi luar biasa yang mampu melumpuhkan ekosistem lokal.
Alasan Ilmiah Mengapa Mereka Sangat Invasif?
Berdasarkan riset yang dipublikasikan dalam Jurnal Albacore (2020) dan studi lingkungan oleh para ahli, ada tiga alasan utama mengapa ikan ini dianggap sebagai "hama" perairan:
• Dominasi Tanpa Predator: Di perairan Indonesia, ikan sapu-sapu tidak memiliki predator alami. Tanpa adanya hewan yang memangsa mereka, populasi ikan ini meledak tak terkendali, merebut ruang hidup dan sumber makanan ikan lokal seperti gabus, nila, dan mas.
• Perusak Rantai Makanan: Ikan sapu-sapu memiliki perilaku memakan alga secara agresif. Masalahnya, alga adalah tempat berlindung sekaligus sumber makanan utama bagi organisme air lainnya. Hilangnya alga secara ekstrem mengganggu stabilitas seluruh ekosistem sungai.
• Kemampuan Adaptasi Tinggi: Ikan ini mampu bertahan hidup di air dengan kadar oksigen rendah dan polusi tinggi, kondisi yang biasanya mematikan bagi ikan endemik lokal.
Apa yang Tersembunyi di Dalam Tubuh Ikan Sapu-Sapu?
Salah satu alasan terkuat mengapa penangkapan massal ini berakhir pada pemusnahan (penguburan) dan bukan pemanfaatan konsumsi adalah kandungan di dalam tubuhnya.
• Akumulasi Logam Berat: Karena sifatnya yang memakan sedimen di dasar sungai yang tercemar, tubuh ikan sapu-sapu menjadi "penampung" limbah. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyebutkan kadar residu polutan di tubuh mereka rata-rata di atas 0,3, angka yang sangat berisiko bagi kesehatan manusia.
• Vektor Penyakit: Studi ilmiah menunjukkan bahwa ikan sapu-sapu dapat membawa dan menularkan parasit serta penyakit tertentu yang dapat menjangkiti spesies ikan asli, mempercepat kepunahan ikan lokal di wilayah tersebut.
Next News

Saat Americano Terasa Lebih Pahit, Cek Kondisi Batinmu
in 7 hours

Mitos atau Fakta: Kenapa Orang Dewasa Masih Bisa Cacingan?
in 6 hours

Mengenal Sinusitis: Ciri-Ciri, Penyebab, dan Cara Membedakan Akut vs Kronis
in 6 hours

Sejarah Jam Gadang Bukittinggi: Ikon Legendaris Sumatera Barat, Hadiah Ratu Belanda & Mesin Kembar Big Ben
in 6 hours

16 Destinasi Wisata Sumatera Barat Paling Ikonik: Dari Jam Gadang hingga Mentawai yang Mendunia
in 6 hours

Sejarah Penemuan Bahan Bakar dan Perkembangan Energi di Dunia
in 6 hours

Makna Lagu "Menari-nari" Raim Laode: Kisah Kenangan, Rasa Rindu, dan Proses Ikhlas
in 6 hours

Asal Usul Pekanbaru, Kota Bertuah yang Menjadi Kebanggaan Masyarakat Melayu Riau
in 6 hours

Kenapa Warna Kulit Manusia Berbeda-Beda? Ini Penjelasan Ilmiah yang Perlu Kamu Tahu
in 5 hours

Tahuri, Terompet Kerang Khas Maluku yang Menjadi Simbol Tradisi dan Komunikasi Leluhur
in 5 hours





