Stranger Anxiety pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya Secara Tepat
RAU - Thursday, 11 June 2026 | 06:22 PM


Stranger anxiety adalah kondisi normal pada perkembangan anak, terutama usia bayi hingga balita, ketika mereka menunjukkan rasa takut, cemas, atau tidak nyaman terhadap orang yang belum dikenal.
Biasanya mulai muncul pada usia sekitar 6–12 bulan, dan bisa memuncak di usia 12–18 bulan. Setelah itu, perlahan akan berkurang seiring anak mulai terbiasa bersosialisasi dan memahami bahwa tidak semua orang asing itu berbahaya
Kenapa stranger anxiety bisa terjadi?
Stranger anxiety adalah bagian dari perkembangan kognitif anak, terutama terkait kemampuan mereka mengenali wajah dan membedakan "orang yang dikenal" dan "orang asing".
Beberapa penyebab utamanya:
- Perkembangan keterikatan (attachment): Anak mulai sangat terikat pada orang tua atau pengasuh utama, sehingga merasa aman hanya dengan mereka.
- Belum paham konsep keamanan sosial: Anak belum bisa membedakan mana orang asing yang aman dan mana yang berpotensi membahayakan.
- Perkembangan memori dan pengenalan wajah: Otak anak mulai lebih kuat mengenali wajah yang familiar, sehingga yang asing terasa "mengganggu rasa aman".
Gejalanya seperti apa?
- Menangis saat didekati orang baru
- Bersembunyi di belakang orang tua
- Menolak digendong orang lain
- Terlihat cemas atau diam membeku ketika bertemu orang asing
Apakah ini normal?
Ya, ini sangat normal dan termasuk bagian dari perkembangan Perkembangan Kognitif Anak dan emosional. Bahkan bisa dianggap tanda bahwa anak mulai membangun ikatan yang sehat dengan orang tuanya.
Cara mengatasinya
Stranger anxiety tidak perlu "disembuhkan", tapi dibantu agar anak lebih nyaman:
- Jangan memaksa anak langsung dekat dengan orang baru
- Biarkan anak mengamati dulu dari jarak aman
- Orang asing sebaiknya tidak langsung menyentuh anak
- Beri waktu adaptasi secara perlahan
- Orang tua tetap tenang agar anak merasa aman
Kapan perlu khawatir?
Biasanya tidak berbahaya. Namun, perlu konsultasi jika:
- Ketakutan sangat ekstrem dan berkepanjangan
- Anak sulit berinteraksi bahkan dengan orang yang sudah lama dikenal
- Mengganggu perkembangan sosial secara signifikan
Next News

Haram dalam Islam Tak Selalu Terlihat Jelas, Kenali Konsepnya
15 hours ago

Kenapa Sertifikasi Halal Penting? Mengenal Proses di Balik Sebuah Produk
15 hours ago

Cinta dalam Diam, Bolehkah? Ini Pandangan yang Perlu Diketahui
15 hours ago

Skip Sarapan atau Makan Malam, Mana yang Lebih Baik untuk Diet?
5 hours ago

5 Makanan Tinggi Probiotik untuk Menjaga Kesehatan Pencernaan
5 hours ago

5 Cara Menghilangkan Bau Bawang pada Talenan Kayu
5 hours ago

7 Cara Menjaga Kepadatan Tulang Seiring Bertambahnya Usia
17 hours ago

Bayi Suka Memasukkan Benda ke Mulut? Ini Cara Menjaganya Tetap Aman
17 hours ago

7 Cara Mengajari Anak Berbagi Tanpa Memaksanya
6 hours ago

6 Tanda Anak Memiliki Kecerdasan Emosional yang Tinggi
6 hours ago





