Tips Mengurangi Nyeri Lutut Saat Naik Turun Tangga
RAU - Monday, 02 March 2026 | 08:35 AM


Ada momen kecil yang sering kita abaikan.
Saat naik tangga di rumah, di kantor, atau di pusat perbelanjaan — lutut terasa ngilu. Kadang hanya sebentar. Kadang sampai membuat langkah melambat.
Banyak orang berpikir, "Ah, mungkin cuma pegal biasa."
Padahal, sendi lutut adalah salah satu sendi yang paling berat bebannya dalam tubuh.
Menurut penjelasan dari American Academy of Orthopaedic Surgeons, ketika seseorang menaiki tangga, tekanan pada sendi lutut bisa mencapai beberapa kali berat badan. Artinya, jika berat badan 60 kg, lutut bisa menerima tekanan lebih dari 180 kg setiap langkah.
Tidak heran jika lutut mudah "protes".
Lalu bagaimana menguranginya?
1. Perbaiki Teknik Saat Naik Tangga
Banyak orang naik tangga hanya mengandalkan lutut. Padahal, seharusnya otot paha dan bokong ikut bekerja.
••Saat naik:
-Posisikan seluruh telapak kaki menapak di anak
tangga.
-Dorong tubuh dengan otot paha depan dan
bokong.
-Jangan condongkan tubuh terlalu jauh ke depan.
••Saat turun:
-Turunkan kaki perlahan.
-Hindari "menghentak" langkah.
-Gunakan pegangan jika perlu untuk mengurangi
beban.
Gerakan ini membantu membagi tekanan lebih
merata.
2. Perkuat Otot Penyangga Lutut
Lutut bukan sendi yang berdiri sendiri. Ia ditopang oleh:
-Otot paha depan (quadriceps)
-Otot paha belakang (hamstring)
-Otot bokong (gluteal)
Jika otot-otot ini lemah, lutut bekerja sendirian.
Beberapa latihan ringan yang bisa dilakukan di rumah:
-Wall sit (bersandar di dinding)
-Leg raise sambil berbaring
-Step-up pelan di tangga rendah
Latihan konsisten 3–4 kali seminggu membantu mengurangi beban pada sendi.
3. Jaga Berat Badan Tetap Stabil
Setiap kenaikan 1 kg berat badan menambah tekanan signifikan pada lutut saat bergerak.
Menurut Arthritis Foundation, menjaga berat badan ideal dapat mengurangi risiko nyeri sendi dan osteoartritis.
Tidak perlu diet ekstrem. Penurunan kecil yang konsisten sudah berdampak besar bagi sendi.
4. Gunakan Alas Kaki yang Mendukung
Sandal tipis atau sepatu tanpa bantalan membuat tekanan langsung ke lutut.
Pilih sepatu dengan:
-Bantalan cukup
-Sol tidak terlalu keras
-Dukungan lengkung kaki
Keseimbangan kaki yang baik membantu distribusi beban lebih stabil.
5. Kompres Jika Nyeri Muncul
Jika lutut terasa nyeri setelah aktivitas:
-Kompres dingin 10–15 menit
-Istirahatkan kaki
-Hindari aktivitas berat sementara
-Jika nyeri menetap lebih dari beberapa minggu atau disertai bengkak dan kaku pagi hari, sebaiknya konsultasi ke tenaga medis.
6. Perhatikan Tanda Awal Osteoartritis
Pada usia 40+, nyeri lutut bisa menjadi tanda awal osteoartritis — kondisi degeneratif pada sendi.
Menurut World Health Organization, osteoartritis merupakan salah satu penyebab utama gangguan mobilitas pada orang dewasa.
Tanda yang perlu diwaspadai:
-Lutut terasa kaku setelah duduk lama
-Bunyi "krek" disertai nyeri
-Pembengkakan ringan
Deteksi dini membantu penanganan lebih baik.
Naik turun tangga adalah aktivitas sederhana, tapi bagi lutut itu seperti latihan beban setiap hari.
Kita tidak bisa menghindari tangga selamanya.
Namun kita bisa membantu lutut bekerja lebih ringan, dengan bergerak yang benar.
Next News

Kiat Hidup Cerdas di Era Digital
16 hours ago

Mengurangi Makanan Instan: Langkah Sederhana Menjaga Kesehatan di Tengah Hidup Serba Cepat
4 hours ago

Tren Buku Self-Improvement: Benar-Benar Ingin Berubah atau Sekadar Ikut Tren?
4 hours ago

Tren Jus dan Smoothie Sehat: Gaya Hidup Baru atau Sekadar Ikut FOMO?
4 hours ago

Seni Menikmati Hidup Tanpa Terburu-buru: Ketika Hidup Sederhana Justru Terasa Mewah
4 hours ago

Di Balik Kata "Sibuk": Kenapa Kita Selalu Merasa Kekurangan Waktu?
4 hours ago

Di Balik Mager dan Jajan Sembarangan: Kenapa Kebersihan Bukan Sekadar Soal Penampilan
4 hours ago

Dari Boba ke Beras Kencur: Ketika Jamu Berubah Jadi Lifestyle Anak Muda
4 hours ago

Dapur Tanpa Sampah: Cara Mudah Mengurangi Limbah Rumah Tangga
17 hours ago

12 Maret, Hari Tidur Siang Sedunia
17 hours ago





