Kamis, 16 April 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Kenapa Tubuh Bisa Kesemutan?

RAU - Thursday, 16 April 2026 | 09:58 AM

Background
Kenapa Tubuh Bisa Kesemutan?

Hampir semua orang pernah mengalami kesemutan.

Paling sering dirasakan seperti:

•kebas

•rasa tertusuk jarum

•seperti ada semut berjalan



•sensasi geli listrik ringan

Banyak orang langsung mengaitkannya dengan kaki yang "mati rasa" karena duduk terlalu lama.

Padahal sebenarnya kesemutan bisa terjadi di hampir seluruh tubuh.

Bisa terasa di tangan, kaki,jari,paha,bibir, wajah, bahkan kulit kepala.

Kesemutan bukan hanya bisa terjadi di kaki.



Karena inti dari Kesemutan adalah gangguan sementara atau iritasi pada jalur saraf sensorik.

Apa Penyebabnya?

1. Penyebab Paling Umum: Saraf Tertekan

Ini penyebab nomor satu.

Saat kita tidur menindih tangan, duduk bersila terlalu lama, atau posisi leher tidak nyaman, saraf bisa tertekan sementara.



Akibatnya sinyal dari saraf ke otak terganggu.

Otak kemudian menerjemahkannya sebagai sensasi kesemutan.

Contohnya:

•tangan tertindih saat tidur

•kaki terlalu lama ditekuk



•siku terbentur

•leher tegang

Begitu posisi berubah, sensasi biasanya hilang dalam beberapa menit.

2. Aliran Darah Sementara Berkurang

Selain saraf, aliran darah juga berperan.



Kalau bagian tubuh tertekan cukup lama, aliran darah ke saraf ikut berkurang.

Saraf sangat sensitif terhadap suplai oksigen.

Begitu darah kembali lancar, muncullah sensasi "pins and needles".

Ini yang sering orang bilang:

"kaki kesemutan habis duduk lama"



3. Kekurangan Vitamin

Ini salah satu penyebab yang sering tidak disadari.

Khususnya kekurangan:

•vitamin B1

•vitamin B6



•vitamin B12

•folat

Vitamin-vitamin ini sangat penting untuk kesehatan saraf.

Kalau kurang, saraf bisa lebih mudah mengirim sinyal abnormal berupa kebas atau kesemutan.

Ini sering terjadi pada orang yang:



•pola makan kurang baik

•punya masalah lambung / penyerapan

•vegetarian tanpa suplemen tertentu

4. Stres dan Cemas

Nah ini juga sangat sering terjadi.



Saat stres berat atau cemas, tubuh masuk mode "siaga".

Pernapasan bisa jadi lebih cepat, otot menegang, dan sirkulasi berubah.

Pada beberapa orang, ini memicu kesemutan. Bisa terjadi di area tangan, kaki, sekitar mulut, wajah ataupun kepala.

Sensasi seperti kepala kesemutan atau kulit kepala seperti dialiri listrik ringan bisa muncul.

Secara fisiologis, ini sering berkaitan dengan hiperventilasi dan ketegangan otot leher-kepala.



5. Kesemutan di Kepala, Kenapa Bisa?

Kesemutan di kepala bisa terjadi karena beberapa kemungkinan:

•Tegang Otot Leher dan Kepala

•Otot leher yang tegang bisa mengiritasi saraf di area belakang kepala.

Ini sering terjadi karena:



terlalu lama menunduk •main HP

•posisi tidur salah

•stres

•Migrain

Pada sebagian orang, sebelum sakit kepala migrain muncul, ada sensasi kesemutan atau aura di wajah dan kepala.



Ada banyak saraf sensorik kecil di kepala.

Kalau teriritasi, sensasinya bisa terasa seperti kesemutan atau kebas ringan.

6. Kapan Harus Waspada?

Kalau kesemutan:

•sering berulang



•berlangsung lama

•hanya satu sisi tubuh

•disertai lemah otot

•bicara pelo

•sakit kepala berat



sebaiknya segera diperiksa.

Karena bisa berkaitan dengan:

•saraf terjepit

•neuropati

•diabetes



•gangguan saraf pusat

Kesemutan bukan hanya masalah kaki atau tangan.

Pada dasarnya, ini adalah sensasi dari saraf yang terganggu sementara atau terus-menerus.

Bisa terjadi di seluruh tubuh, termasuk kepala.

Yang penting adalah melihat durasi, frekuensi, dan gejala penyerta.