Artemis II: Empat Astronot Terpilih yang Akan Mengorbit Bulan Setelah 50 Tahun
Tata - Thursday, 16 April 2026 | 07:45 PM


Gokil, Inilah Empat Manusia Terpilih yang Bakal Balik Lagi ke Bulan via Artemis II
Bayangin deh, udah lebih dari 50 tahun manusia nggak pernah lagi menapakkan kaki—atau sekadar lewat—di orbit Bulan. Terakhir kali itu terjadi di misi Apollo 17 tahun 1972. Waktu itu mungkin orang tua atau bahkan kakek-nenek kita masih sibuk pakai celana cutbray dan dengerin piringan hitam. Nah, setelah sekian lama "ghosting", akhirnya NASA mutusin buat balik lagi ke sana lewat program ambisius bernama Artemis. Tapi, sebelum beneran mendarat lagi, ada satu misi krusial yang jadi pembuka jalan: Artemis II.
Bedanya sama zaman dulu, kru Artemis II ini nggak cuma berisi bapak-bapak kulit putih doang. NASA kali ini beneran dengerin curhatan netizen dunia soal inklusivitas. Mereka milih empat orang astronot yang profilnya beneran gokil dan punya latar belakang yang beda-beda. Mereka bukan cuma sekadar "sopir" pesawat luar angkasa, tapi simbol kalau Bulan itu milik semua orang, bukan cuma milik segelintir kelompok aja. Penasaran siapa aja mereka? Yuk, kita kenalan lebih deket sama empat orang yang bakal bikin sejarah ini.
Sang Komandan yang Santuy tapi Pro: Reid Wiseman
Pertama, ada Reid Wiseman yang dapet mandat jadi komandan misi. Kalau di tongkrongan, Reid ini tipikal abang-abangan yang paling senior dan udah khatam soal urusan teknis tapi tetep asik diajak ngobrol. Dia bukan orang baru di NASA; sebelumnya dia pernah tinggal di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) selama 165 hari. Bayangin, lima bulan lebih dia nggak ngerasain martabak atau nasi padang karena harus melayang-layang di orbit Bumi.
Reid punya tugas berat buat mastiin pesawat Orion yang mereka tumpangi berjalan lancar sesuai rencana. Sebagai komandan, dia yang bakal ambil keputusan kalau tiba-tiba ada kendala di tengah jalan. Tapi ngelihat rekam jejaknya yang tenang dan penuh pengalaman, rasanya kita bisa agak lega. Reid ini kayak pilot senior yang bikin penumpang tenang meskipun pesawat lagi kena turbulensi hebat.
Victor Glover: Sang Pilot yang Bikin Sejarah
Terus ada Victor Glover, sang pilot. FYI, Victor ini bakal jadi orang kulit berwarna pertama yang dikirim dalam misi menuju Bulan. Ini momen yang udah ditunggu-tunggu banget dalam sejarah eksplorasi luar angkasa. Victor punya aura yang sangat positif dan enerjik. Dia sebelumnya udah pernah terbang bareng SpaceX Crew-1, jadi urusan nyetir pesawat luar angkasa canggih mah udah di luar kepala buat dia.
Kehadiran Victor ini ngebuktiin kalau mimpi jadi astronot itu valid buat siapa aja, tanpa mandang warna kulit. Dia sering bilang kalau misi ini bukan cuma soal teknologi, tapi soal kemanusiaan. Victor bakal bertanggung jawab buat navigasi dan performa sistem pesawat. Kalau di game balap, dia ini yang megang kendali paling presisi biar nggak nabrak asteroid atau nyasar ke planet lain.
Christina Koch: Wonder Woman di Orbit Bulan
Nah, ini nih yang paling banyak diomongin: Christina Koch. Dia bakal jadi perempuan pertama yang terbang menuju Bulan. Rekornya nggak main-main, lho. Christina adalah pemegang rekor sebagai perempuan dengan durasi tinggal terlama di luar angkasa dalam satu misi, yaitu 328 hari! Hampir setahun dia nggak nginjek tanah. Bener-bener definisi "Wonder Woman" di dunia nyata.
Christina di Artemis II menjabat sebagai Mission Specialist. Tugasnya mencakup banyak hal, mulai dari eksperimen sains sampai mastiin semua instrumen berfungsi dengan baik. Gaya bicaranya yang cerdas tapi tetep rendah hati bikin banyak anak muda, terutama cewek-cewek, jadi terinspirasi buat masuk ke dunia STEM (Science, Technology, Engineering, and Math). Dia nunjukin kalau luar angkasa bukan cuma "boys club" lagi.
Jeremy Hansen: Perwakilan 'Tetangga Sebelah' dari Kanada
Terakhir, ada Jeremy Hansen. Dia ini unik karena dia bukan orang Amerika, melainkan dari Canadian Space Agency (CSA). Ini pertama kalinya ada astronot non-Amerika yang ikut dalam misi dalam menuju Bulan. Jeremy ini ibarat perwakilan dari temen tongkrongan beda komplek yang ikutan diajak jalan-jalan jauh. Meskipun dia belum pernah terbang ke luar angkasa sebelumnya, jangan remehin kemampuannya.
Jeremy punya latar belakang sebagai pilot jet tempur di militer Kanada. Kedisiplinannya nggak perlu diragukan lagi. Kehadiran Jeremy di misi ini nunjukin kalau eksplorasi Bulan itu adalah kerja sama internasional. Kita nggak bisa egois jalan sendiri-sendiri kalau mau naklukin alam semesta yang luasnya minta ampun ini.
Apa Sih yang Bakal Mereka Lakuin di Sana?
Mungkin ada yang nanya, "Terus mereka mau ngapain? Langsung mendarat dan main bola di Bulan?" Sayangnya, belum. Misi Artemis II ini tujuannya buat ngetes semua sistem di pesawat Orion dengan manusia di dalamnya. Mereka bakal terbang mengelilingi Bulan (flyby) dalam lintasan yang jauh banget, lalu balik lagi ke Bumi. Ibaratnya, ini adalah tes drive mobil baru sebelum dibawa mudik lintas provinsi.
Selama kurang lebih 10 hari, mereka bakal ngetes sistem pendukung hidup, komunikasi, dan navigasi. Mereka bakal ngerasain radiasi luar angkasa yang lebih kuat daripada yang ada di ISS. Data yang mereka bawa pulang itu bakal jadi harta karun buat NASA buat nyiapin misi Artemis III, di mana manusia beneran bakal mendarat lagi di permukaan Bulan. Jadi, tugas mereka berempat ini bener-bener jadi pondasi buat masa depan umat manusia.
Kenapa Kita Harus Peduli?
Mungkin ada yang mikir, "Ngapain sih buang-buang duit ke Bulan, mending buat benerin jalanan yang rusak." Tapi jujur deh, teknologi yang dikembangin buat misi kayak gini ujung-ujungnya bakal kepake juga di Bumi. Mulai dari sistem penjernih air, teknologi kamera HP, sampe GPS yang kita pake sehari-hari itu banyak yang akarnya dari riset luar angkasa.
Selain itu, Artemis II ini soal harapan. Di tengah dunia yang lagi banyak konflik dan masalah lingkungan, ngelihat empat manusia dari latar belakang beda bekerjasama buat pergi ke tempat yang nggak pernah dikunjungi lagi selama setengah abad itu rasanya ada "magisnya". Ini ngingetin kita kalau manusia itu spesies yang tangguh dan selalu punya rasa penasaran yang tinggi.
Jadi, buat kalian yang sering begadang cuma buat scroll TikTok atau mikirin mantan, coba deh sesekali tengok ke langit malam. Tahun depan atau tahun depannya lagi, bakal ada empat orang hebat yang lagi ada di atas sana, ngelihat Bumi sebagai kelereng biru kecil yang indah tanpa batasan negara. Kita doain aja semoga Reid, Victor, Christina, dan Jeremy bisa menjalankan misinya dengan lancar jaya tanpa hambatan. Bulan, tunggu ya, manusia lagi otw ke sana!
Next News

Kanal Panama: Jalur Pintas Perdagangan Dunia yang Kini Terancam Krisis Air
in 5 hours

Rahasia Umur Panjang Bukan Sekadar Makan Sayur: 7 Kebiasaan Sehat yang Terbukti Bikin Awet Muda
in 5 hours

Telur Angsa: Fakta, Nutrisi, Harga, dan Perbedaannya dengan Telur Ayam serta Bebek
in 5 hours

5 Kebiasaan Boros yang Bikin Kamu Bokek di Tengah Bulan
in 4 hours

Dilema Klasik Anak SMA: Mending Kuliah atau Langsung Cari Cuan?
in 4 hours

Bukan Kamar Mandi, Area Ini Justru Paling Banyak Bakteri di Rumah
in 4 hours

Valentina Tereshkova, Perempuan Pertama di Dunia yang Terbang Ke Luar Angkasa
in 3 hours

Parfum Segar vs Manis: Mana Pilihan Terbaik Buat Pejuang KRL?
in 3 hours

Mending Pasang WiFi atau Borong Paket Data?
in 3 hours

Bukan Sekadar Hiasan: Manfaat Tanaman untuk Rumah dan Keluarga
in 2 hours





