Lemang Periuk Kera, Kuliner Tradisional Unik yang Dimasak dalam Tanaman Karnivora
Liaa - Sunday, 07 June 2026 | 09:18 AM


Lemang Periuk Kera, Kuliner Tradisional yang Langka dan Unik
Indonesia dan Asia Tenggara memiliki banyak kuliner tradisional yang unik, salah satunya adalah lemang periuk kera. Makanan ini dikenal karena menggunakan kantong tanaman periuk kera sebagai wadah memasak, menggantikan bambu yang biasanya digunakan untuk membuat lemang.
Periuk kera adalah tumbuhan karnivora dari genus Nepenthes yang memiliki kantong berbentuk menyerupai kendi kecil. Kantong inilah yang dimanfaatkan sebagai wadah alami untuk memasak beras ketan.
Cara Pembuatan Lemang Periuk Kera
Proses pembuatannya cukup sederhana, tetapi membutuhkan ketelitian. Beras ketan yang telah dicuci dicampur dengan santan dan sedikit garam. Campuran tersebut kemudian dimasukkan ke dalam kantong periuk kera yang sudah dibersihkan.
Setelah itu, kantong-kantong tersebut disusun dalam panci atau kukusan dan dimasak hingga ketan matang sempurna. Hasilnya adalah lemang berukuran kecil dengan aroma yang khas dan tekstur yang lembut.
Cita Rasa yang Khas
Lemang periuk kera memiliki rasa gurih dari santan dan tekstur pulut atau ketan yang kenyal. Banyak penikmat kuliner menyebut bahwa kantong periuk kera memberikan aroma alami yang berbeda dibandingkan lemang yang dimasak menggunakan bambu.
Karena ukurannya kecil, makanan ini biasanya disajikan sebagai camilan tradisional atau hidangan saat acara adat dan perayaan tertentu.
Warisan Budaya Masyarakat Lokal
Kuliner ini banyak ditemukan di wilayah pedalaman hutan di Kalimantan, serta beberapa daerah di Malaysia dan Brunei Darussalam. Bagi masyarakat setempat, lemang periuk kera bukan sekadar makanan, tetapi juga bagian dari tradisi yang diwariskan turun-temurun.
Namun, karena ketersediaan tanaman periuk kera semakin terbatas di beberapa daerah, kuliner ini kini tergolong langka dan tidak selalu mudah ditemukan.
Kesimpulan
Lemang periuk kera merupakan salah satu kuliner tradisional paling unik di Asia Tenggara. Dengan memanfaatkan kantong tanaman periuk kera sebagai wadah memasak, makanan ini menawarkan cita rasa khas sekaligus mencerminkan kearifan lokal masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya alam. Keunikan dan nilai budayanya menjadikan lemang periuk kera sebagai warisan kuliner yang patut dilestarikan.
Next News

Dari Sawi Segar Menjadi Kimchi, Mengenal Proses Fermentasi Sayuran Korea
10 hours ago

Mengapa Susu Oat dan Susu Kedelai Sering Digunakan sebagai Alternatif Latte?
10 hours ago

Mengapa Cabai Kecil Terkadang Lebih Pedas daripada Cabai Besar?
10 hours ago

Mengapa Bawang Bombay Mentah Terasa Lebih Tajam daripada yang Sudah Dimasak?
11 hours ago

Bawang Bombay Putih, Kuning, dan Merah, Apa Perbedaan Rasa dan Penggunaannya?
11 hours ago

Apakah Puding Agar-Agar Mengandung Serat? Ini Manfaatnya bagi Pencernaan
in 43 minutes

Apakah Makan Cabai Setiap Hari Baik untuk Kesehatan? Ini Penjelasannya
in 40 minutes

Apa Perbedaan Ubi Jalar dan Singkong dari Segi Kandungan Gizi? Ini Faktanya
in 37 minutes

Capsaicin dalam Cabai, Senyawa yang Membuat Lidah Terasa Terbakar
12 hours ago

Mengapa Rasa Air Jeruk Bisa Berubah Setelah Dipanaskan? Ini Penjelasan Ilmiahnya
in 35 minutes





