Bupati Tapsel Turun ke Desa, Serap Aspirasi Warga dan Dorong Pengembangan Kopi serta Jagung
RAU - Monday, 07 September 2026 | 12:49 PM


TAPANULI SELATAN – Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu turun langsung menyambangi sejumlah desa di Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sabtu (5/9/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus melihat secara langsung kondisi infrastruktur dan potensi ekonomi yang dapat dikembangkan di tingkat desa.
Dalam kunjungan itu, Bupati Tapsel didampingi Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Anton Santoso, Sekretaris Daerah Tapsel H. Sofyan Adil Siregar, Anggota DPRD Tapsel, serta beberapa pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Tapanuli Selatan.
Sejumlah desa yang dikunjungi di antaranya Desa Dolok Sordang, Desa Dolok Sordang Julu Dusun Janji Lobi, Desa Pahae Aek Sagala Dusun Sigiring-giring Lombang, serta Desa Pangaribuan.
Kehadiran rombongan pemerintah daerah disambut masyarakat dan perangkat desa. Dalam setiap pertemuan, Bupati memberikan kesempatan kepada kepala desa, kelompok tani maupun masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi, terutama berkaitan dengan akses jalan, irigasi, pertanian dan pengembangan komoditas perkebunan.
Di Desa Dolok Sordang, salah satu persoalan yang disampaikan masyarakat adalah kondisi jalan yang menjadi akses utama warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Bupati mengatakan, kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mengecek langsung sejumlah koridor jalan yang sedang maupun telah menjadi bagian dari program pembangunan infrastruktur tahun 2026.
Menurutnya, keterbatasan kemampuan keuangan daerah membuat pembangunan harus dilakukan secara bertahap dengan menentukan skala prioritas.
"Secara bertahap, karena kemampuan keuangan kita juga sangat terbatas," ujar Gus Irawan.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut tidak terlepas dari besarnya dampak bencana yang melanda Tapanuli Selatan pada 25 November 2025. Untuk mengembalikan kondisi daerah seperti sebelum bencana, kebutuhan penanganannya mencapai lebih dari Rp2,7 triliun.
Beban pemulihan tersebut, kata dia, menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten.
Karena itu, pemerintah daerah tidak hanya berupaya memulihkan infrastruktur yang rusak, tetapi juga secara bertahap membuka dan memperbaiki konektivitas antardesa agar mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya produksi pertanian.
Selain jalan, persoalan irigasi juga menjadi perhatian. Warga menyampaikan bahwa sumber air untuk lahan pertanian masih tersedia, namun saluran irigasi mengalami kerusakan sehingga distribusi air belum maksimal, terutama ketika memasuki musim kemarau.
Bupati kemudian meminta OPD terkait untuk meninjau kondisi irigasi tersebut dan melihat kemungkinan dilakukan optimalisasi.
Menurutnya, ketersediaan irigasi sangat penting untuk mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas lahan pertanian masyarakat.
Dalam pertemuan dengan masyarakat, Gus Irawan juga mendorong agar potensi lahan pertanian di Kecamatan Sipirok dikembangkan dengan pola tanam yang lebih produktif.
Ia menyebut integrasi sektor pertanian dan perkebunan menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk memperkuat perekonomian masyarakat setelah terdampak bencana.
Salah satu yang didorong adalah pola tumpang sari kopi dengan jagung.
Menurutnya, tanaman kopi membutuhkan waktu cukup panjang hingga menghasilkan, sementara jagung dapat dipanen dalam waktu relatif lebih singkat. Dengan pola tersebut, petani diharapkan tetap memperoleh pendapatan sambil menunggu tanaman kopi memasuki masa produktif.
"Kalau ada tanaman jagung, sekitar empat bulan sudah ada hasilnya, sehingga lahan bisa lebih produktif," ujarnya.
ia meminta Dinas Pertanian Tapsel bersama kelompok tani mengkaji penerapan pola tanam tersebut di sejumlah lokasi.
"Beberapa tempat akan kita buat pola seperti itu. Intinya, harapannya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Dalam kunjungan ke Desa Dolok Sordang Julu, Dusun Janji Lobi, Bupati beserta rombongan juga meninjau program pengembangan kopi yang akan dilaksanakan kelompok tani setempat.
Program tersebut mendapat dukungan melalui penyaluran bibit kopi Arabika untuk lahan seluas sekitar 15 hektare dengan jumlah mencapai 15.000 batang atau sekitar 1.000 bibit per hektare.
Kadis Pertanian menjelaskan, bibit kopi Arabika tersebut diperuntukkan bagi lahan yang memenuhi persyaratan teknis, termasuk berada pada ketinggian di atas 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Petani diminta segera melakukan penanaman karena lahan yang telah dipersiapkan sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama.
Selain bantuan bibit, petani juga memperoleh dukungan biaya Hari Orang Kerja (HOK) untuk mendukung proses penanaman, termasuk persiapan lahan dan pembuatan lubang tanam.
Bupati meminta bantuan tersebut benar-benar dimanfaatkan sesuai peruntukannya.
Ia mengingatkan kelompok tani agar terlebih dahulu menanam dan memelihara tanaman kopi dengan baik sehingga program tersebut dapat memberikan hasil sebagaimana yang diharapkan.
"Tidak hanya dibantu bibit, tetapi juga ada dukungan biaya kerja. Tujuannya supaya tanaman ini lebih terjamin keberhasilannya," kata Gus Irawan.
Di Desa Pahae Aek Sagala, khususnya Dusun Sigiring-giring Lombang, Bupati kembali menekankan pentingnya pengembangan kopi sebagai salah satu komoditas unggulan masyarakat Sipirok.
Pada lokasi tersebut, pemerintah menyerahkan dukungan bibit kopi kepada masyarakat melalui kelompok tani.
Bupati menyebut pengembangan kopi tidak boleh berhenti pada kegiatan penanaman semata. Ke depan, masyarakat diharapkan mampu meningkatkan kualitas produksi dan mendapatkan nilai tambah yang lebih besar.
Menurutnya, kopi Sipirok memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi komoditas bernilai ekonomi tinggi apabila dikelola secara serius, mulai dari budidaya, perawatan, panen hingga pengolahan.
"Kita ingin para petani kopi mendapatkan nilai tambah yang lebih baik dan lebih tinggi," ujarnya.
Ia juga mendorong masyarakat untuk menjaga kualitas tanaman dan disiplin menjalankan seluruh tahapan perawatan.
"Harus betul-betul disiplin dalam melakukan semua tahapan, termasuk perawatan dan seterusnya," pesan Gus Irawan.
Bupati menegaskan, berbagai program bantuan yang diberikan pemerintah pada akhirnya bukan sekadar pembangunan fisik maupun penyaluran bantuan, tetapi harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia meminta kelompok tani menjaga komitmen agar program pengembangan kopi maupun pertanian lainnya benar-benar berhasil.
Jika program tersebut berhasil, pemerintah daerah akan memiliki dasar yang lebih kuat untuk mengembangkan pola serupa di desa-desa lainnya.
"Kalau ini berhasil, pemerintah tentu akan semakin bersemangat untuk mengembangkan program-program serupa. Intinya adalah mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat," tegasnya.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama memasuki musim kemarau.
Ia menyebut sejumlah daerah di Indonesia mengalami kebakaran pada musim kemarau, baik kebakaran lahan maupun permukiman.
Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran dan segera melaporkan apabila menemukan titik api.
"Kita harus meningkatkan kewaspadaan untuk menghindarkan kebakaran," katanya.
Ia menambahkan, pemerintah bersama aparat akan berupaya membantu masyarakat apabila terjadi musibah, namun pencegahan tetap menjadi hal yang sangat penting.
Gis Irawan juga menyampaikan bahwa kunjungan ke sejumlah desa di Kecamatan Sipirok juga menjadi kesempatan bagi Bupati untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat serta memastikan berbagai program pemerintah berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.
Gus Irawan menegaskan, pembangunan tidak dapat hanya dilihat dari sisi infrastruktur, tetapi harus memiliki dampak nyata terhadap peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
"Ujung dari pembangunan adalah kesejahteraan. Karena itu, program-program yang kita jalankan harus benar-benar berhasil dan memberikan manfaat bagi masyarakat," pungkasnya.
Melalui kunjungan langsung ke desa-desa tersebut, Pemkab Tapsel berharap sinergi antara pemerintah, DPRD, aparat keamanan, pemerintah desa dan masyarakat semakin kuat, terutama dalam mempercepat pemulihan pascabencana sekaligus membangun fondasi ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian dan perkebunan.
Next News

Bupati Gus Irawan Dorong Siswa SMA 2 Plus dan SMK Martabe Sipirok Berprestasi hingga Tingkat Nasional
in 4 hours

Dari Desa untuk Tapsel Bangkit, Gus Irawan Kawal Kopi 600 Hektare hingga Restocking 2.500 Benih Ikan
in 3 hours

Peringatan Dini Cuaca Besok Senin 7 September 2026, BMKG: Waspada Hujan Lebat & Angin Kencang
in 22 minutes

Kabut Asap Mulai Selimuti Sejumlah Wilayah Madina, Sumbernya Masih Belum Diketahui
13 hours ago

BNPB Catat 15 Kecamatan di Lampung dan Banten Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau
13 hours ago

Tekuk Australia 2-0, Timnas U20 Indonesia Lolos ke Piala Asia U20 2027
13 hours ago

Sekolah Terdampak Erupsi Anak Krakatau Diminta Terapkan PJJ, Keselamatan Siswa Jadi Prioritas
13 hours ago

Bulog Turun Langsung ke Pasar, Pastikan Stok Beras SPHP dan Harga Pangan Tetap Terkendali
a day ago

Memasuki perbatasan China, kakek-nenek asal Aceh hadapi pemeriksaan ketat
a day ago

Prakiraan Cuaca Besok Minggu 6 September 2026, BMKG Waspadai Hujan Sedang hingga Lebat
a day ago





