Mengapa Asap Bisa Membuat Mata Perih dan Sulit Bernapas? Ini Penjelasannya
Liaa - Friday, 11 September 2026 | 01:31 AM


Berada di dekat sumber asap sering kali membuat mata terasa perih, tenggorokan tidak nyaman, hingga napas menjadi lebih berat. Keluhan tersebut dapat muncul dalam waktu relatif cepat, terutama ketika seseorang terpapar asap dalam jumlah cukup banyak.
Asap merupakan campuran berbagai partikel dan gas yang dihasilkan dari proses pembakaran. Kandungannya dapat berbeda-beda tergantung pada material yang terbakar. Sebagian zat yang terdapat di dalam asap dapat bersifat iritan sehingga mengganggu mata dan saluran pernapasan.
Mata menjadi perih karena permukaannya sangat sensitif terhadap iritan. Ketika terkena asap, partikel dan zat kimia tertentu dapat mengganggu permukaan mata. Tubuh kemudian merespons dengan meningkatkan produksi air mata sebagai salah satu mekanisme perlindungan. Akibatnya, mata dapat terasa pedih, berair, merah, atau tidak nyaman.
Sementara itu, ketika asap terhirup, partikel dan gas di dalamnya dapat masuk ke saluran pernapasan. Partikel yang berukuran sangat kecil dapat mencapai bagian paru-paru yang lebih dalam. Paparan tersebut dapat mengiritasi saluran pernapasan dan memicu batuk atau rasa tidak nyaman saat bernapas.
Pada paparan yang lebih berat, seseorang dapat mengalami kesulitan bernapas. Hal ini dapat terjadi karena saluran pernapasan mengalami iritasi atau penyempitan pada orang yang rentan. Kondisi tertentu yang sudah ada sebelumnya juga dapat menjadi lebih buruk ketika seseorang menghirup asap.
Risiko paparan juga dipengaruhi oleh jenis asap, konsentrasi di udara, lama seseorang terpapar, serta kondisi lingkungan. Asap yang terkumpul di ruangan tertutup, misalnya, dapat meningkatkan jumlah polutan yang terhirup karena sirkulasi udara terbatas.
Tidak semua orang memberikan respons yang sama terhadap asap. Anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki gangguan kesehatan tertentu pada jantung atau paru-paru dapat lebih rentan terhadap dampak kualitas udara yang buruk.
Ketika berada di area yang dipenuhi asap, mengurangi paparan menjadi langkah penting. Jika memungkinkan, seseorang perlu menjauh dari sumber asap dan menuju tempat dengan udara yang lebih bersih. Dalam situasi kebakaran, masyarakat juga perlu mengikuti instruksi evakuasi dan keselamatan dari petugas atau pihak berwenang.
Jika setelah terpapar asap seseorang mengalami kesulitan bernapas yang berat, nyeri dada, kebingungan, atau kondisi yang semakin memburuk, pertolongan medis perlu segera dicari.
Mata perih dan sulit bernapas saat terkena asap pada dasarnya merupakan tanda bahwa tubuh sedang merespons paparan zat iritan atau polutan. Karena itu, asap sebaiknya tidak dianggap sekadar gangguan sementara, terutama jika paparan terjadi dalam jumlah tinggi atau berlangsung cukup lama.
Next News

Bagaimana Semut Bisa Menemukan Jalan Kembali ke Sarangnya?
11 hours ago

Mengapa Pisang Bisa Lebih Cepat Matang Jika Disimpan Bersama Buah Lain?
11 hours ago

Berbagi Helm dengan Orang Lain, Apakah Bisa Menularkan Kutu Rambut?
in an hour

Cacing Tanah Memiliki Banyak Cincin di Tubuhnya, Apakah Setiap Cincin Punya Fungsi?
in an hour

Muncul Benjolan Kecil pada Gusi, Kapan Perlu Diwaspadai? Kenali Penyebab dan Tandanya
in an hour

Mengapa Wajah Sendiri Terlihat Berbeda di Cermin dan Kamera? Ini Penjelasannya
11 hours ago

Mengapa Gigi Bisa Terasa Ngilu Saat Minum Air Dingin? Kenali Penyebabnya
in 36 minutes

Jarang Mengganti Sikat Gigi Bisa Memengaruhi Kebersihan Mulut, Ini Alasannya
in an hour

Air Putih Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?
in 29 minutes

Terlalu Sering Membandingkan Diri dengan Orang Lain, Apa Dampaknya bagi Kesehatan Mental?
in 21 minutes





