Benarkah Cat Rambut Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Payudara hingga 60 Persen?
RAU - Friday, 11 September 2026 | 02:53 PM


Benarkah Cat Rambut Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Payudara hingga 60 Persen?
Isu mengenai penggunaan cat rambut yang disebut dapat meningkatkan risiko kanker payudara hingga 60 persen sempat ramai diperbincangkan. Namun, angka tersebut tidak bisa langsung diartikan bahwa pengguna cat rambut memiliki kemungkinan sebesar 60 persen untuk terkena kanker payudara.
Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB, Samuel Stemi, menjelaskan bahwa masyarakat perlu memahami hasil penelitian secara tepat. Studi yang dilakukan National Institute of Environmental Health Sciences (NIEHS) Amerika Serikat dan diterbitkan dalam International Journal of Cancer pada 2019 melibatkan 46.709 perempuan.
Penelitian tersebut menemukan adanya hubungan antara penggunaan pewarna rambut permanen dan risiko kanker payudara. Namun, penelitian ini bersifat observasional sehingga menunjukkan hubungan atau asosiasi, bukan membuktikan bahwa cat rambut secara langsung menyebabkan kanker.
Dalam penelitian tersebut, peningkatan risiko sekitar 60 persen ditemukan pada kelompok perempuan kulit hitam yang menggunakan pewarna rambut permanen setiap lima hingga delapan minggu atau lebih sering. Sementara pada seluruh peserta, penggunaan pewarna rambut permanen dalam 12 bulan sebelum penelitian berkaitan dengan peningkatan risiko sekitar 9 persen.
Risikonya juga berbeda berdasarkan kelompok peserta. Pada perempuan kulit putih, peningkatannya sekitar 7 persen, sedangkan pada perempuan kulit hitam sekitar 45 persen dalam analisis penelitian tersebut.
Samuel juga menekankan bahwa hasil penelitian mengenai hubungan cat rambut dan kanker payudara belum sepenuhnya konsisten. Meta-analisis yang menggabungkan 14 penelitian dengan lebih dari 210.000 peserta menemukan peningkatan risiko secara keseluruhan sekitar 7 persen.
Salah satu hal yang turut menjadi perhatian adalah kandungan bahan kimia tertentu dalam pewarna rambut. Produk cat rambut memiliki berbagai formulasi, salah satunya dapat mengandung kelompok bahan aromatic amines, termasuk p-phenylenediamine (PPD).
Dengan demikian, penggunaan cat rambut permanen, terutama secara sering, memang masih menjadi objek penelitian terkait risiko kesehatan. Namun, bukti yang ada belum cukup untuk menyatakan bahwa cat rambut secara langsung menyebabkan kanker payudara. Karena itu, angka risiko dalam penelitian perlu dipahami sesuai konteks dan tidak dijadikan kesimpulan bahwa semua pengguna cat rambut akan terkena kanker.
Next News

6 Minuman Sehat untuk Teman Sarapan, Tak Melulu Kopi
in 6 hours

Kenapa Kucing Suka Memijat dengan Kaki Depannya? Ternyata Ini Alasannya
in 6 hours

Kulit Kering pada Dermatitis Atopik, Kenali Pentingnya Menjaga Skin Barrier
in 6 hours

6 Rahasia Membuat Telur Orak-Arik Lembut dan Creamy seperti di Restoran
in 6 hours

5 Buah yang Baik untuk Mendukung Daya Ingat dan Kesehatan Otak
in 5 hours

Kenapa Galon Air Minum Identik dengan Warna Biru? Ini Alasannya
in 5 hours

Abu Vulkanik Anak Krakatau: Ini Cara Melindungi Diri dan Rumah
in 5 hours

Apakah Manifesting Benar-Benar Bisa Mengubah Hidup? Ini Penjelasan dari Sisi Psikologi
7 hours ago

Kenapa SPBU Identik dengan Warna Merah? Ini Alasan di Balik Brandingnya
in 4 hours

Mengapa Beruang Melakukan Hibernasi? Ini Alasan dan Cara Tubuhnya Bertahan
7 hours ago





