Jumat, 17 April 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Di Balik Warna-warni Minuman Anak, Tersembunyi Ancaman Serius

Liaa - Friday, 17 April 2026 | 10:06 AM

Background
Di Balik Warna-warni Minuman Anak, Tersembunyi Ancaman Serius

Keseharian Anindya (11), seorang siswa sekolah dasar di Kabupaten Tangerang, tidak terlepas dari konsumsi minuman manis. Ia mengaku hampir setiap hari membeli minuman berwarna-warni yang dijual murah di sekitar sekolah, bahkan hanya dengan Rp1.000. Kebiasaan ini juga dilakukan oleh banyak teman sebayanya, mengingat minuman manis mudah ditemukan, baik di lingkungan sekolah, ritel modern, maupun pedagang kaki lima.

Fenomena ini menjadi perhatian Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), terutama di tengah meningkatnya kasus diabetes pada anak usia 0–14 tahun yang melonjak drastis dibandingkan tahun sebelumnya. Anak perempuan tercatat lebih banyak mengalami diabetes dibandingkan laki-laki, dengan kelompok usia 10–14 tahun sebagai yang paling dominan.

Para ahli menyoroti mudahnya akses terhadap makanan dan minuman tinggi gula serta rendah nutrisi yang berpotensi memicu sindrom metabolik, termasuk diabetes, penyakit jantung, dan stroke. Konsumsi minuman manis, termasuk minuman kekinian seperti boba, bahkan bisa melampaui batas asupan gula harian yang direkomendasikan.

Tak hanya itu, susu kental manis juga menjadi perhatian karena kandungan gulanya yang tinggi. Konsumsi berlebihan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko obesitas dan resistensi insulin, yang berujung pada diabetes tipe 2.

Gaya hidup anak yang minim aktivitas fisik, seperti terlalu sering bermain gawai, turut memperparah kondisi ini. Akibatnya, penyakit yang sebelumnya identik dengan orang dewasa kini mulai banyak ditemukan pada anak dan remaja.