Sebenarnya Berapa Kali Beras Perlu Dicuci? Ini Penjelasan yang Benar
Liaa - Wednesday, 10 June 2026 | 07:48 AM


Mencuci beras sebelum dimasak merupakan kebiasaan yang umum dilakukan di banyak negara, termasuk Indonesia. Namun, masih banyak yang bertanya-tanya, sebenarnya berapa kali beras perlu dicuci agar bersih tanpa menghilangkan terlalu banyak nutrisi?
Para ahli pangan umumnya menyarankan beras dicuci 1 hingga 3 kali sebelum dimasak. Jumlah ini dianggap cukup untuk menghilangkan debu, kotoran, sisa kulit ari, dan sebagian kandungan arsenik yang mungkin menempel pada permukaan beras.
Mengapa Beras Perlu Dicuci?
Mencuci beras dapat membantu:
- Menghilangkan debu dan kotoran yang menempel selama proses penyimpanan dan distribusi.
- Membersihkan sisa dedak atau partikel kecil dari proses penggilingan.
- Mengurangi pati berlebih pada permukaan beras sehingga nasi tidak terlalu lengket.
- Membantu mengurangi beberapa kontaminan tertentu yang berada di bagian luar butiran beras.
Apakah Mencuci Terlalu Banyak Lebih Baik?
Belum tentu. Mencuci beras terlalu sering, misalnya hingga 6–10 kali, justru dapat mengurangi sebagian nutrisi yang larut dalam air, terutama pada beras yang telah diperkaya vitamin dan mineral.
Selain itu, mencuci beras berulang kali tidak membuat nasi menjadi jauh lebih bersih dibanding pencucian 2–3 kali.
Cara Mencuci Beras yang Dianjurkan
- Masukkan beras ke dalam wadah.
- Tambahkan air bersih.
- Aduk perlahan dengan tangan selama beberapa detik.
- Buang air cucian pertama yang biasanya keruh.
- Ulangi proses 1–2 kali lagi hingga air terlihat lebih jernih.
- Beras siap dimasak.
Bagaimana dengan Beras Organik?
Beras organik juga tetap disarankan untuk dicuci, meskipun biasanya memerlukan pencucian yang lebih ringan karena tidak mengandung residu pestisida sintetis. Tujuannya tetap untuk membersihkan debu dan kotoran yang mungkin menempel selama proses penanganan.
Secara umum, mencuci beras 2 hingga 3 kali sudah cukup untuk membersihkan kotoran tanpa menghilangkan terlalu banyak nutrisi. Mencuci terlalu sering tidak memberikan manfaat yang signifikan dan justru berpotensi mengurangi kandungan vitamin serta mineral tertentu pada beras.
Next News

Buah Kiwano, Buah Bertanduk Unik yang Kaya Nutrisi
6 hours ago

Mengenal Buah Rambai, Buah Tropis yang Manis dan Mulai Jarang Ditemukan
6 hours ago

7 Tradisi Paling Unik di Dunia yang Masih Dilestarikan Hingga Kini
6 hours ago

5 Bahasa Paling Unik di Dunia, Ada yang Hanya Menggunakan Siulan!
6 hours ago

Kenapa Sariawan Bisa Muncul? Ini Penyebab yang Sering Tidak Disadari
6 hours ago

Sensasi Seblak Jamur, Perpaduan Pedas Gurih yang Menggugah Selera
6 hours ago

Tempe Mendoan, Kuliner Khas Banyumas yang Renyah di Luar dan Lembut di Dalam
6 hours ago

Sering Nyeri Sendi? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
6 hours ago

Biji Labu, Inilah Kandungan Nutrisi dan Manfaatnya
7 hours ago

Manfaat Biji Teratai yang Jarang Diketahui, Kecil Namun Kaya Nutrisi
7 hours ago





