Selasa, 1 September 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Regional & Nasional

The Kaldera Festival 2026 Digelar di Toba, Hadirkan Seni, Budaya hingga UMKM

RAU - Monday, 31 August 2026 | 04:35 AM

Background
The Kaldera Festival 2026 Digelar di Toba, Hadirkan Seni, Budaya hingga UMKM

TOBA – Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) menggelar The Kaldera Festival 2026 di Toba Caldera Resort, Kabupaten Toba, Sumatera Utara. Kegiatan yang berlangsung pada 27 Agustus hingga 6 September 2026 tersebut menghadirkan berbagai rangkaian acara yang menggabungkan seni, budaya, pariwisata dan ekonomi kreatif.

Festival tersebut menjadi bagian dari peringatan World Lake Day atau Hari Danau Sedunia. Selain menjadi ajang hiburan, kegiatan ini juga menjadi ruang pertemuan bagi seniman, komunitas, pelajar, pelaku ekonomi kreatif dan UMKM yang berada di kawasan Danau Toba.

Plt Direktur Utama BPODT, Arditama Nusantara Putra, mengatakan The Kaldera Festival 2026 memberikan kesempatan kepada seniman dari kawasan Danau Toba dan Sumatera Utara untuk memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat.

Menurutnya, seni tidak hanya memiliki nilai keindahan, tetapi juga dapat menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian Danau Toba.

Ia menyebutkan keterlibatan seniman lokal dalam festival tersebut merupakan bagian dari upaya memperingati Hari Danau Sedunia sekaligus menyampaikan pesan pelestarian melalui berbagai karya seni.



Salah satu agenda utama dalam festival tersebut adalah pameran Toba in Many Forms. Pameran ini menghadirkan karya kolaboratif dari sejumlah seniman dan komunitas, antara lain Torang Sitorus, Jabu Bonang, Jeane Halim, Komunitas Fotografer Danau Toba, Urban Sketch Medan, Boniaga dan Managam Samosir.

Selain pameran, BPODT juga bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan dalam peluncuran Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS).

Pada 2026, program tersebut menyasar enam SMP yang berada di tiga kabupaten di kawasan Danau Toba, yaitu Kabupaten Toba, Samosir dan Humbang Hasundutan.

Arditama mengatakan kolaborasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan seni para pelajar sekaligus menjadi investasi untuk keberlanjutan kebudayaan di masa mendatang.

Dukungan terhadap penyelenggaraan The Kaldera Festival 2026 juga disampaikan Plt Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Utara, Yuda P. Setiawan.



Menurut Yuda, momentum Hari Danau Sedunia dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di kawasan Danau Toba.

Ia menilai seni memiliki potensi besar untuk memperkenalkan Danau Toba kepada masyarakat internasional. Berbagai karya seperti lukisan, fotografi, musik, tari hingga produk kreatif dinilai dapat menjadi media promosi yang menarik perhatian wisatawan.

Festival tersebut juga membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk berpartisipasi. Keterlibatan mereka diharapkan dapat menciptakan peluang ekonomi sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat yang berada di sekitar kawasan wisata Danau Toba.Pemprov Sumatera Utara, lanjut Yuda, terus mendorong kerja sama dengan berbagai pihak dalam mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di kawasan Danau Toba.

Sementara itu, The Kaldera Festival 2026 turut menghadirkan Kaldera Rising Heroes yang ditujukan bagi generasi muda. Program ini terdiri atas Kaldera Fest Music Competition dan Kaldera Fest Young Runway.

Kedua kegiatan tersebut menjadi wadah bagi anak-anak dan remaja untuk mengembangkan bakat, kreativitas sekaligus memperkenalkan mereka pada kekayaan budaya lokal.



Rangkaian festival juga dimeriahkan Lake Toba Traditional Music Festival (LTTMF) 6.0 yang diinisiasi Rumah Karya Indonesia.

Ada pula panggung From Toba to the World (FTTW) yang menghadirkan diskusi interaktif, pertunjukan kreatif serta eksplorasi gastronomi lokal. Program tersebut mengangkat berbagai aspek budaya dan kuliner yang menjadi bagian dari identitas kawasan Danau Toba.

Dengan beragam agenda tersebut, The Kaldera Festival 2026 tidak hanya menjadi kegiatan hiburan, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi berbagai unsur masyarakat.Melalui festival yang berlangsung hingga 6 September 2026 itu, BPODT melibatkan seniman, komunitas, pelajar, pelaku UMKM dan generasi muda untuk bersama-sama memperkuat ekosistem seni, budaya, pariwisata dan ekonomi kreatif di kawasan Danau Toba.