BMKG: Jarak Pandang di Kaltara 500-4.000 Meter akibat Asap Karhutla
Laila - Tuesday, 01 September 2026 | 12:23 PM


TANJUNG SELOR – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tanjung Harapan melaporkan penurunan jarak pandang di sejumlah wilayah Kalimantan Utara (Kaltara) akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Selama periode 30–31 Agustus 2026, kondisi cuaca di wilayah pengamatan BMKG didominasi asap dengan jarak pandang berkisar antara 500 hingga 4.000 meter.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Tanjung Harapan, Agus Ariyanto, mengatakan kondisi dengan jarak pandang paling rendah terjadi pada malam hari. Jarak pandang sempat turun hingga sekitar 500 meter dan disertai kabut akibat tingginya kelembapan udara serta kondisi angin yang relatif lemah.
Kondisi tersebut membuat asap dan uap air lebih mudah berkumpul di dekat permukaan sehingga jarak pandang menjadi semakin terbatas.
Selain memantau kondisi jarak pandang, BMKG juga mendeteksi sejumlah titik panas atau hotspot di wilayah Kaltara. Titik panas tersebut terutama ditemukan di Kabupaten Bulungan, serta beberapa lokasi di Kabupaten Malinau dan Nunukan.
Agus menyebutkan, konsentrasi hotspot di Bulungan terlihat di wilayah Tanjung Palas Timur dan daerah sekitarnya. Namun, keberadaan hotspot belum dapat menjadi kepastian bahwa seluruh asap yang terpantau berasal dari titik tersebut.
Penyebaran asap, menurutnya, turut dipengaruhi oleh arah dan kecepatan angin serta kondisi atmosfer.
Angin yang lemah membuat asap cenderung bertahan lebih lama di suatu wilayah. Kondisi ini menyebabkan jarak pandang semakin berkurang, terutama pada malam hingga dini hari.
Situasi tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat, khususnya pengguna jalan dan pihak yang berkaitan dengan aktivitas penerbangan yang membutuhkan kondisi jarak pandang yang memadai.
Terkait peluang hujan dalam sepekan mendatang, Agus menyampaikan bahwa masih terdapat kemungkinan hujan di wilayah Kaltara. Namun, peluangnya relatif kecil dan hujan diperkirakan bersifat lokal dengan intensitas ringan.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat di wilayah yang terdampak asap diimbau tetap memperhatikan informasi cuaca dan kondisi jarak pandang sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan maupun perjalanan.
Next News

Wabup Jafar Dorong Kemandirian Ekonomi Pascabencana, Siapkan Isbat Nikah Gratis dan Program Pertanian di Tapsel
19 hours ago

Gus Irawan Perkuat Program Seribu Kolam, Panen Ikan Lele di Sidadi II Jadi Bukti Potensi Ekonomi Rakyat Tapsel
19 hours ago

Gus Irawan Desak Percepatan Pelepasan Aset BUMN untuk Huntap Tapsel, Jangan Hambat Pemulihan Korban Bencana
20 hours ago

Prakiraan Cuaca di Sumatera Utara Kamis 15 Oktober 2026: 7 Wilayah Berawan, Mayoritas Hujan Ringan
13 hours ago

Kabut Asap Selimuti Sumut, 7 Penerbangan di Bandara Kualanamu Delay
2 days ago

BMKG: Asap Terdeteksi di Seluruh Sumatera Utara, Jarak Pandang Menurun
a day ago

Tapanuli Utara Berpotensi Kabut/Asap, Cek Cuaca Sumatera Utara Besok (14/10)
2 days ago

Medan Fashion Culture Festival 2026 Angkat Inovasi Ulos dan Promosikan Desainer Lokal
2 days ago

Pengguna Vape Narkotika di Sumut Didominasi Remaja Usia 15–20 Tahun
3 days ago

Impor Bahan Bakar Mineral dan Plastik ke Sumut Turun pada Juli 2026
3 days ago





