Tanpa Disadari, Kebiasaan Duduk Ini Bisa Merusak Jantung
Tata - Tuesday, 07 April 2026 | 09:00 AM


Para ahli kesehatan dunia bahkan menyebut kebiasaan duduk terlalu lama sebagai "new smoking" karena dampaknya yang dinilai sama berbahayanya dengan merokok. Sejumlah penelitian terbaru menunjukkan bahwa durasi duduk yang panjang tetap meningkatkan risiko penyakit jantung, bahkan pada orang yang rutin berolahraga.
Pekerjaan yang menuntut aktivitas di balik meja sering kali membuat seseorang duduk berjam-jam tanpa jeda. Kebiasaan ini tentu bukan tanpa risiko, karena dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya berbagai masalah kesehatan, terutama yang berkaitan dengan jantung.
Sebuah studi yang dipublikasikan oleh American College of Cardiology mengungkap bahwa aktivitas fisik dengan intensitas sedang hingga berat selama seminggu belum tentu mampu sepenuhnya mengimbangi risiko kardiovaskular akibat gaya hidup sedentari atau kurang bergerak.
Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan menganalisis data aktivitas lebih dari 89 ribu orang dari UK Biobank selama satu dekade. Data ini mencakup durasi duduk harian serta jumlah aktivitas fisik yang dilakukan. Hasilnya kemudian dikaitkan dengan risiko berbagai penyakit jantung, seperti fibrilasi atrium, serangan jantung, gagal jantung, hingga kematian akibat gangguan kardiovaskular.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa individu yang kurang aktif memiliki risiko lebih tinggi mengalami berbagai gangguan tersebut. Bahkan, mereka yang duduk lebih dari 10,6 jam per hari (tidak termasuk waktu tidur) diketahui memiliki risiko hingga 60 persen lebih besar mengalami gagal jantung atau meninggal akibat penyakit kardiovaskular.
Meski begitu, risiko fibrilasi atrium dan serangan jantung dapat ditekan jika seseorang melakukan aktivitas fisik sedang hingga berat setidaknya 150 menit per minggu atau lebih. Namun, olahraga rutin ternyata hanya mampu mengurangi sebagian risiko gagal jantung dan kematian akibat penyakit kardiovaskular, bukan menghilangkannya sepenuhnya.
Secara ilmiah, duduk terlalu lama dapat memperlambat sirkulasi darah, melemahkan otot jantung, serta meningkatkan risiko kenaikan berat badan, tekanan darah tinggi, dan resistensi insulin. Selain itu, kebiasaan ini juga berkaitan dengan peningkatan peradangan dalam tubuh yang dapat memicu berbagai penyakit serius.
Karena itu, penting untuk mulai mengurangi durasi duduk dan memperbanyak aktivitas fisik dalam keseharian. Salah satu langkah sederhana adalah dengan berdiri atau berjalan setiap 30 menit sekali.
Beberapa kebiasaan lain yang bisa diterapkan antara lain berdiri saat menelepon atau menonton televisi, menggunakan meja kerja berdiri (standing desk), mengadakan rapat sambil berjalan, serta melakukan aktivitas ringan seperti berjalan di treadmill saat bekerja.
Next News

Benarkah Pisang Bisa Membuat Kita Merasa Lebih Bahagia?
in 7 hours

Mengenal Perangkat Kesehatan Digital yang Semakin Populer
in 7 hours

7 April – Memperingati Hari Kesehatan Sedunia
in 6 hours

Bangunan Paling Tipis di Dunia: Keajaiban Arsitektur di Tengah Kota Modern
in 6 hours

Wanita 45 Tahun Lebih Cepat Alami Perlemakan Hati: Penyebab, Gejala, dan Cara Pencegahannya
in 4 hours

Hidup Tanpa Matahari: Negara-Negara dengan Siang dan Malam Ekstrem di Lingkar Kutub
in 4 hours

5 Kalimat yang Menunjukkan Seseorang Tidak Kompeten Menurut Psikologi
in 4 hours

Anak Muda dan Asam Lambung: Kunyit, Solusi Alami yang Sering Diremehkan
in 4 hours

Sudahkah Kita Dewasa? Mengintip Ciri Kematangan Psikologis dalam Respons Sehari-hari
in 4 hours

Menyibak Rahasia di Balik Hamparan Es Antartika, Lebih dari Sekadar Benua Beku
in 4 hours





