Apa Itu Dejavu? Penjelasan Ilmiah, Penyebab, dan Fakta Menariknya
RAU - Monday, 25 May 2026 | 01:44 PM


Apa Itu Dejavu? Kenapa Seseorang Bisa Mengalaminya?
Pernahkah kamu berada di suatu tempat baru, tetapi merasa sangat familiar dengan suasana di sana? Atau mungkin saat sedang berbicara dengan seseorang, tiba-tiba muncul perasaan bahwa percakapan tersebut pernah terjadi sebelumnya? Fenomena inilah yang dikenal sebagai dejavu.
Banyak orang menganggap dejavu sebagai hal mistis atau berkaitan dengan pengalaman supranatural. Namun, dalam dunia psikologi dan neurologi, dejavu dapat dijelaskan secara ilmiah melalui cara kerja otak manusia.
Pengertian Dejavu
Istilah dejavu berasal dari bahasa Prancis, yaitu déjà vu, yang berarti "pernah melihat" atau "sudah pernah mengalami". Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh psikolog asal Prancis, Emile Boirac, pada akhir abad ke-19.
Dejavu adalah kondisi ketika seseorang merasa bahwa situasi yang sedang dialami saat ini pernah terjadi sebelumnya, meskipun sebenarnya belum pernah mengalaminya. Sensasi ini biasanya berlangsung singkat, sekitar 10 hingga 30 detik.
Dalam beberapa kasus, seseorang bahkan merasa bisa menebak apa yang akan terjadi selanjutnya karena situasi tersebut terasa sangat familiar.
Penyebab Dejavu Menurut Sains
Hingga saat ini, para peneliti masih terus mempelajari penyebab pasti dejavu. Meski begitu, ada beberapa teori ilmiah yang dianggap mampu menjelaskan fenomena tersebut.
1. Teori Split Perception
Teori split perception menjelaskan bahwa dejavu bisa terjadi karena otak menerima informasi yang sama dalam waktu berbeda.
Misalnya, seseorang melihat suatu objek hanya sekilas tanpa benar-benar memperhatikannya. Beberapa waktu kemudian, ketika melihat objek yang sama dengan lebih fokus, otak merasa objek tersebut sudah pernah dikenali sebelumnya.
Contohnya saat kamu melewati sebuah bangunan sambil sibuk bermain ponsel. Keesokan harinya, ketika melihat bangunan itu lagi, muncul perasaan familiar meskipun kamu tidak sadar pernah melihatnya sebelumnya.
2. Teori Memory Recall
Teori berikutnya adalah memory recall atau pemanggilan kembali memori.
Menurut teori ini, dejavu terjadi karena otak menemukan kemiripan antara pengalaman saat ini dengan kenangan lama yang tersimpan di memori. Kemiripan tersebut bisa berupa suasana, aroma, bentuk ruangan, hingga suara tertentu.
Sebagai contoh, seseorang mungkin merasa familiar saat memasuki sebuah kafe karena interiornya mirip dengan tempat yang pernah dikunjungi saat kecil.
3. Gangguan Kecil pada Sistem Memori Otak
Otak manusia memiliki sistem penyimpanan memori jangka pendek dan jangka panjang. Dalam kondisi tertentu, informasi yang seharusnya masuk ke memori jangka pendek justru langsung tersimpan sebagai memori jangka panjang.
Akibatnya, ketika seseorang mengalami situasi tersebut beberapa saat kemudian, otak menganggap pengalaman itu sebagai sesuatu yang sudah lama terjadi. Inilah yang kemudian memunculkan sensasi dejavu.
Fenomena ini dianggap sebagai kesalahan kecil dalam proses pengolahan informasi oleh otak.
4. Kejang pada Lobus Temporal
Dalam beberapa kasus medis, dejavu dapat berkaitan dengan aktivitas abnormal pada bagian otak yang disebut lobus temporal.
Lobus temporal berperan penting dalam mengatur emosi dan memori. Pada penderita epilepsi atau gangguan saraf tertentu, kejang di area ini dapat memicu halusinasi dan sensasi dejavu yang berulang.
Meski begitu, kondisi ini tergolong jarang terjadi dan biasanya disertai gejala neurologis lainnya.
Apakah Dejavu Berbahaya?
Secara umum, dejavu bukanlah kondisi berbahaya. Sebagian besar orang pernah mengalaminya setidaknya sekali dalam hidup.
Fenomena ini lebih sering dialami oleh remaja dan orang yang memiliki tingkat aktivitas tinggi. Faktor seperti stres, kelelahan, dan kurang tidur juga diduga memengaruhi munculnya dejavu.
Namun, jika dejavu terjadi terlalu sering, berlangsung lama, atau disertai gejala lain seperti kehilangan kesadaran dan kejang, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Fenomena yang Mirip dengan Dejavu
Selain dejavu, ada beberapa fenomena lain yang juga berkaitan dengan memori manusia, antara lain:
1. Jamais Vu
Jamais vu adalah kebalikan dari dejavu. Seseorang merasa asing terhadap situasi atau tempat yang sebenarnya sangat familiar.
2. Deja Reve
Deja reve adalah perasaan bahwa kejadian yang sedang dialami pernah muncul sebelumnya dalam mimpi.
3. Capgras Syndrome
Sindrom ini membuat seseorang percaya bahwa orang terdekatnya telah digantikan oleh sosok lain yang identik.
Dejavu merupakan fenomena psikologis yang umum terjadi dan dapat dijelaskan secara ilmiah. Perasaan familiar terhadap suatu situasi biasanya berkaitan dengan cara otak memproses dan menyimpan memori.
Walaupun sering dianggap mistis, sebagian besar kasus dejavu sebenarnya tidak berbahaya. Namun, jika terjadi terlalu sering dan mengganggu aktivitas sehari-hari, pemeriksaan medis tetap diperlukan.
Next News

Terlalu Sering Membandingkan Diri dengan Orang Lain Bisa Menguras Kepercayaan Diri
in 7 hours

Kebiasaan Menunda Pekerjaan Bukan Selalu karena Malas, Ini Penjelasannya
in 7 hours

Bertemu Orang Baru Terasa Canggung, Ini Respons Psikologis yang Umum Terjadi
in 7 hours

Motivasi Menurun saat Pekerjaan Menumpuk, Ini Cara Memahami Penyebabnya
in 7 hours

Kepiting Memiliki Insang yang Membantunya Mengambil Oksigen, Ini Cara Kerjanya
in 2 hours

Kebiasaan Memencet Komedo Bisa Membuat Kondisi Kulit Semakin Buruk, Ini Alasannya
in 2 hours

Cara Kerja Pita Suara saat Berbicara, Bernyanyi, dan Tertawa
in 2 hours

Gurita Memiliki Tiga Jantung, Fakta Biologisnya Bikin Takjub
in 2 hours

Kereta Api Bisa Melaju dengan Stabil di Atas Rel, Ini Rahasia Sistemnya
in 2 hours

Pohon Pisang Bisa Tumbuh Kembali setelah Batang yang Berbuah Dipotong, Ini Penjelasannya
in 2 hours





