Senin, 25 Mei 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Makan Telur Setiap Hari, Aman atau Berisiko? Ini Penjelasannya

RAU - Monday, 25 May 2026 | 01:26 PM

Background
Makan Telur Setiap Hari, Aman atau Berisiko? Ini Penjelasannya

Telur dikenal sebagai salah satu makanan bergizi yang kaya protein dan nutrisi penting bagi tubuh. Namun, banyak orang masih mempertanyakan batas aman konsumsi telur dalam seminggu, terutama terkait risiko kolesterol dan kesehatan jantung.

Selama bertahun-tahun, telur sering dikaitkan dengan peningkatan kadar kolesterol. Akan tetapi, pandangan tersebut mulai berubah seiring berkembangnya berbagai penelitian terbaru. Para ahli kini menilai bahwa kolesterol dari makanan tidak selalu menjadi penyebab utama naiknya kadar kolesterol dalam darah.

Ahli gizi Lauren Manaker menjelaskan bahwa faktor yang lebih berpengaruh terhadap kolesterol darah justru berasal dari konsumsi lemak jenuh secara keseluruhan. Sementara itu, telur sendiri sebenarnya memiliki kandungan lemak jenuh yang relatif rendah.

Dalam satu butir telur terdapat sekitar 1,6 gram lemak jenuh, jumlah yang masih jauh di bawah batas konsumsi harian yang dianjurkan. Sebagian besar lemak pada telur juga termasuk lemak tak jenuh yang dinilai lebih baik untuk kesehatan jantung.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi telur dalam jumlah moderat tidak berkaitan langsung dengan peningkatan risiko penyakit jantung pada orang sehat. Bahkan, penelitian terbaru menyebut konsumsi dua butir telur per hari dalam pola makan rendah lemak jenuh justru dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat atau LDL.



Secara umum, konsumsi sekitar satu hingga dua butir telur per hari atau sekitar tujuh sampai 14 butir per minggu masih dianggap aman bagi kebanyakan orang dewasa sehat. Meski demikian, jumlah tersebut tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing individu.

Orang dengan gangguan kolesterol tertentu atau penyakit bawaan terkait kadar kolesterol tinggi mungkin perlu membatasi konsumsi telur lebih ketat. Selain itu, pola makan secara keseluruhan juga sangat memengaruhi kesehatan jantung.

Telur yang dikonsumsi bersama makanan tinggi lemak jenuh seperti sosis, bacon, atau daging olahan dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Cara memasaknya juga penting diperhatikan. Telur rebus atau telur poached dinilai lebih sehat dibanding telur yang digoreng menggunakan banyak mentega atau minyak.

Selain menjadi sumber protein berkualitas tinggi, telur juga kaya vitamin B12 yang penting untuk fungsi saraf dan pembentukan sel darah merah. Nutrisi tersebut sangat bermanfaat terutama bagi lansia yang rentan mengalami penurunan penyerapan vitamin B12.

Agar manfaat telur lebih optimal, para ahli menyarankan untuk mengombinasikannya dengan makanan sehat lain seperti sayuran, roti gandum utuh, tomat, atau bayam sehingga kebutuhan serat dan vitamin tetap terpenuhi.