Tanda Seseorang Memiliki Risiko Lebih Tinggi Terkena Kanker
Tata - Sunday, 19 April 2026 | 04:27 AM


Kanker merupakan salah satu penyakit dengan angka kejadian yang cukup tinggi di berbagai negara. Meski tidak semua orang dengan faktor risiko pasti akan terkena kanker, ada sejumlah tanda dan kondisi yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalaminya.
Berikut beberapa faktor yang menunjukkan risiko lebih tinggi terkena kanker:
1. Riwayat Keluarga dengan Kanker
Jika anggota keluarga dekat seperti orang tua atau saudara kandung pernah didiagnosis kanker tertentu, risiko bisa meningkat. Faktor genetik berperan dalam beberapa jenis kanker, seperti kanker payudara, kanker usus besar, dan kanker prostat.
2. Kebiasaan Merokok dan Konsumsi Alkohol
Merokok merupakan salah satu faktor risiko utama berbagai jenis kanker, terutama kanker paru-paru. Selain itu, konsumsi alkohol berlebihan juga dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker hati, mulut, hingga saluran pencernaan.
3. Pola Makan Tidak Sehat dan Obesitas
Diet tinggi lemak jenuh, rendah serat, serta kurang konsumsi buah dan sayur dapat meningkatkan risiko kanker tertentu. Obesitas juga diketahui berkaitan dengan risiko kanker payudara, usus besar, dan pankreas.
4. Paparan Zat Berbahaya
Paparan bahan kimia tertentu, polusi udara, radiasi berlebihan, atau sinar ultraviolet tanpa perlindungan dapat memicu perubahan sel abnormal yang berkembang menjadi kanker.
5. Infeksi Tertentu
Beberapa infeksi virus dan bakteri juga berhubungan dengan kanker, seperti HPV yang dikaitkan dengan kanker serviks atau hepatitis B dan C yang meningkatkan risiko kanker hati.
6. Usia dan Faktor Hormonal
Semakin bertambah usia, risiko kanker meningkat karena akumulasi kerusakan sel dalam tubuh. Faktor hormonal tertentu juga bisa memengaruhi risiko, tergantung jenis kanker.
Kapan Harus Waspada?
Selain faktor risiko, penting untuk memperhatikan gejala yang tidak biasa seperti benjolan yang tidak kunjung hilang, penurunan berat badan drastis tanpa sebab, perubahan pada kulit atau tahi lalat, batuk berkepanjangan, atau perdarahan tidak normal. Jika mengalami gejala tersebut, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Deteksi dini melalui pemeriksaan rutin dan skrining sangat membantu meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan.
Next News

Kenapa Wortel Berwarna Oranye? Ternyata Ada Cerita di Baliknya
8 hours ago

Kenapa Telur Goreng Bisa Punya Pinggiran Renyah dan Bagian Tengah Lembut? Ternyata Ini Rahasianya
8 hours ago

Pernah Bertanya Kenapa Telur Mudah Pecah, Tapi Tidak Saat Berada di Dalam Tubuh Ayam?
8 hours ago

Kenapa Ada Telur yang Cangkangnya Putih dan Ada yang Cokelat? Ternyata Bukan Soal Kualitas
8 hours ago

Telur Direbus Terlalu Lama, Kenapa Kuningnya Bisa Berubah Warna? Ternyata Ini Penyebabnya
8 hours ago

Kenapa Telur Bisa Mengembang Saat Dikocok? Ternyata Ada Udara yang Terperangkap
8 hours ago

Apa yang Membuat Aroma Durian Bisa Menyebar Begitu Cepat? Ternyata Ini Penyebabnya
8 hours ago

Mengapa Durian Disebut Raja Buah? Ternyata Ada Ceritanya
8 hours ago

Makan Telur Pakai Sambalado, Kenapa Nafsu Makan Bisa Bertambah?
8 hours ago

Ada Alasan Mengapa Angin Sore Terasa Lebih Menenangkan
8 hours ago





