Kebiasaan Makan Paling Aneh di Berbagai Negara
RAU - Sunday, 19 April 2026 | 04:53 AM


Makan adalah kebutuhan dasar manusia.
Namun cara manusia makan sangat dipengaruhi oleh budaya, lingkungan, dan sejarah panjang suatu masyarakat.
Di beberapa negara, kebiasaan makan tertentu bisa terlihat "aneh" bagi orang luar, tetapi bagi masyarakat setempat, itu adalah hal yang normal bahkan dihormati.
Berikut beberapa kebiasaan makan paling unik di dunia yang masih dilakukan hingga sekarang.
1. Makan dengan Suara Keras (Slurping) – Jepang
Di Jepang, terutama saat makan mie seperti ramen atau soba, mengeluarkan suara saat makan bukan dianggap tidak sopan, justru sebaliknya.
•Kebiasaannya:
-menyeruput mie dengan suara
-tidak menahan suara saat makan
dilakukan di restoran umum sekalipun
•Alasan:
-dianggap tanda menikmati makanan
-membantu mendinginkan mie panas
-bagian dari budaya makan tradisional
Saat ini masih sangat umum dilakukan,
bahkan dianggap etika makan yang benar dalam konteks tertentu.
2. Makan Ikan Setengah Fermentasi (Hákarl) – Islandia
Islandia memiliki makanan tradisional yang terkenal ekstrem: ikan hiu yang difermentasi.
•Kebiasaannya:
-Ikan dikubur dan difermentasi berbulan-bulan
dikeringkan sebelum dimakan
memiliki bau sangat kuat
•Alasan:
-metode pengawetan sebelum teknologi modern
-tradisi makanan leluhur Viking
-sumber protein di musim ekstrem
Saat ini, hiu yang difermentasi masih dikonsumsi dalam acara budaya,
lebih sebagai makanan tradisional daripada harian.
3. Makan Daging Setengah Mentah-Eropa
Di beberapa negara Eropa, daging sapi sering disajikan dalam kondisi setengah matang ( Rare Steak)
•Kebiasaannya:
-steak rare atau medium rare
-bagian dalam masih merah
-tekstur sangat lembut
•Alasan:
-dianggap mempertahankan rasa asli daging
-tradisi kuliner klasik Eropa
-kualitas daging segar tinggi
Hingga kini, pilihan Steak Rare atau Medium Rare masih menjadi standar di berbagai restoran steak, dan sangat umum di Prancis dan sebagian Eropa.
4. Makan Serangga (Entomophagy)- Thailand
Di beberapa negara Asia, terutama di Thailand serangga merupakan bagian dari makanan sehari-hari.
•Kebiasaannya:
-goreng jangkrik, ulat, belalang
-dijual sebagai street food
-dikonsumsi sebagai camilan
•Alasan:
-sumber protein tinggi
-murah dan mudah didapat
-tradisi makanan lokal
Sampai sekarang, masih populer di pasar malam dan mulai dilirik sebagai pangan masa depan global.
5. Makan Makanan Fermentasi Ekstrem- Korea Selatan
Korea memiliki budaya makanan fermentasi yang sangat kuat.
•Kebiasaannya:
-kimchi dengan tingkat fermentasi berbeda
-makanan laut fermentasi (jeotgal)
-aroma kuat bagi orang asing
•Alasan:
-metode pengawetan tradisional
-meningkatkan rasa dan daya tahan makanan
bagian penting identitas budaya Korea.
Kimchi menjadi simbol budaya Nasional di Korea Selatan. Dan bahkan sudah menyebar ke berbagai penjuru dunia.
Dari Japan hingga Thailand, kebiasaan makan di dunia sangat beragam dan sering kali mencerminkan sejarah panjang suatu bangsa.
Apa yang terlihat "aneh" bagi orang luar, sebenarnya karena standar budaya makan berbeda, tidak terbiasa dengan tekstur atau aroma tertentu, dan
kurang memahami latar belakang sejarah di negara asal masing-masing.
Next News

Manfaat Minyak Bunga Matahari yang Bikin Kamu Makin Sehat
in 6 hours

Kenapa Saat Makan Terlalu Cepat Bisa Tiba-Tiba Cegukan? Ini Penjelasannya
in 6 hours

Penderita Asam Urat Bolehkah Makan Telur Asin? Ini Penjelasannya
in 6 hours

Asal Bau pada Baju Itu dari Mana? Fakta tentang Ketiak dan Lipatan Tubuh
in 6 hours

Kenapa Seseorang Bisa Terkena Bell's Palsy? Ini Penjelasan Lengkap tentang Penyakitnya
in 6 hours

Kenapa baju hitam bisa membuat badan menjadi kurus Apakah itu mitos ada fakta?
in 5 hours

Kelelawar atau Keluang? Pahami Perbedaannya Agar Tak Keliru
7 hours ago

Kenapa Sih Udang yang Enak Itu Bisa Bikin Kulit Kita Ngamuk?
7 hours ago

Bercak Merah di Muka Habis Skincare-an? Ini Tandanya Kulit Stres
7 hours ago

Paprika Merah, Hijau, dan Kuning Apa Perbedaannya?
7 hours ago





