Minggu, 19 April 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Rp537,22 Miliar Bantuan Renovasi Rumah Disalurkan di Sumatera, 26.849 Unit Mulai Diperbaiki

RAU - Sunday, 19 April 2026 | 04:44 AM

Background
Rp537,22 Miliar Bantuan Renovasi Rumah Disalurkan di Sumatera, 26.849 Unit Mulai Diperbaiki

Pemerintah terus mempercepat pemulihan kawasan terdampak bencana di Pulau Sumatera.

Melalui Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera, bantuan renovasi rumah bagi penyintas bencana telah mencapai Rp537,22 miliar hingga 17 April 2026.

Dana tersebut disalurkan untuk 26.849 unit rumah dengan kategori rusak ringan dan rusak sedang yang tersebar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Angka ini meningkat dibanding penyaluran pada Maret 2026 yang tercatat sebesar Rp528,76 miliar untuk 25.076 unit rumah.

Wilayah Aceh menjadi penerima bantuan terbesar, dengan cakupan 12.856 rumah rusak ringan dan 9.347 rumah rusak sedang, total senilai Rp473,25 miliar.



Sementara di Sumatera Utara, bantuan telah disalurkan untuk 2.232 rumah rusak ringan dan 1.228 rumah rusak sedang dengan nilai mencapai Rp40,56 miliar.

Adapun Sumatera Barat menerima bantuan untuk 811 rumah rusak ringan dan 375 rumah rusak sedang, dengan total nilai Rp23,415 miliar.

Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menjelaskan bahwa bantuan diberikan langsung kepada pemilik rumah sebagai dana stimulan, agar masyarakat dapat segera melakukan perbaikan secara mandiri.

Besaran bantuan yang diberikan yakni:

Rp15 juta untuk rumah rusak ringan



Rp30 juta untuk rumah rusak sedang.

Selain bantuan renovasi rumah, pemerintah juga menyalurkan dukungan tambahan berupa:

•uang isi hunian Rp3 juta

•stimulan ekonomi Rp5 juta

•jaminan hidup Rp450 ribu per orang per bulan



Program ini juga berjalan bersamaan dengan pembangunan hunian tetap (huntap) dan hunian sementara (huntara) untuk warga yang rumahnya mengalami rusak berat atau hilang akibat bencana.

Data terbaru mencatat kebutuhan hunian tetap di tiga provinsi tersebut diproyeksikan mencapai 39.021 unit.

Saat ini 241 unit huntap telah selesai dibangun, sementara 1.243 unit lainnya masih dalam proses pengerjaan.

Sementara untuk hunian sementara, progres pembangunan telah mencapai 19.028 unit dari target 20.495 unit, atau sekitar 92 persen.

Penyaluran bantuan ini menjadi langkah penting untuk mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat, tidak hanya dari sisi tempat tinggal, tetapi juga kestabilan ekonomi keluarga pascabencana.