Sering Dikira Sama, Ternyata Temulawak dan Kunyit Punya Banyak Perbedaan
RAU - Tuesday, 23 June 2026 | 08:35 PM


Di dapur Indonesia, ada banyak rempah yang bentuknya sekilas mirip sehingga kerap tertukar. Dua di antaranya adalah Temulawak dan Kunyit. Keduanya sama-sama berasal dari keluarga rimpang, berwarna kekuningan, dan sering digunakan dalam masakan maupun ramuan tradisional. Namun, jika diperhatikan lebih jauh, temulawak dan kunyit memiliki cukup banyak perbedaan, mulai dari bentuk, aroma, rasa, hingga manfaatnya bagi kesehatan.
1. Bentuk dan Ukuran
Perbedaan paling mudah dilihat ada pada bentuk fisiknya.
- Temulawak umumnya berukuran lebih besar, bulat, dan memiliki daging berwarna kuning tua hingga jingga pucat.
- Kunyit biasanya lebih ramping, bercabang, dan warnanya cenderung lebih oranye terang.
Dari luar, kulit temulawak juga tampak lebih tebal dibanding kunyit.
2. Aroma dan Rasa
Walau sama-sama harum, aroma kedua rempah ini tidak sama.
- Temulawak punya aroma khas yang lebih lembut dan sedikit getir.
- Kunyit memiliki aroma yang lebih tajam dengan rasa agak pahit dan hangat.
Karena itu, kunyit lebih sering dipakai untuk memberi warna dan rasa kuat pada masakan, sedangkan temulawak lebih populer dalam minuman herbal atau jamu.
3. Penggunaan dalam Masakan
Kunyit sangat akrab di dapur karena sering dipakai dalam gulai, opor, kari, nasi kuning, hingga aneka bumbu ungkep. Warna kuningnya membuat masakan terlihat lebih menarik.
Sementara itu, Temulawak lebih sering diolah menjadi jamu, minuman kesehatan, atau campuran herbal. Meski begitu, temulawak juga kadang digunakan sebagai bumbu tambahan pada beberapa masakan tradisional.
4. Kandungan dan Manfaat
Keduanya sama-sama dikenal punya manfaat kesehatan, tetapi khasiat utamanya sering dibedakan.
Manfaat temulawak:
- Membantu menjaga kesehatan hati
- Menambah nafsu makan
- Sering digunakan dalam ramuan tradisional untuk pencernaan
Manfaat kunyit:
- Membantu meredakan peradangan
- Sering dipakai untuk jamu dan perawatan tubuh
- Mengandung senyawa yang dikenal baik untuk daya tahan tubuh
5. Warna Hasil Olahan
Jika diolah, kunyit biasanya menghasilkan warna kuning pekat hingga oranye yang lebih kuat. Sementara temulawak cenderung menghasilkan warna kuning yang lebih lembut. Inilah sebabnya kunyit lebih sering dipilih sebagai pewarna alami makanan.
Kesimpulan
Meski sekilas tampak mirip, temulawak dan kunyit sebenarnya punya banyak perbedaan. Temulawak lebih identik dengan minuman herbal dan manfaat untuk pencernaan atau nafsu makan, sedangkan kunyit lebih sering digunakan dalam masakan dan dikenal sebagai pewarna alami dengan rasa khas.
Memahami perbedaan keduanya bisa membantu kita memilih rempah yang tepat, baik untuk memasak maupun untuk kebutuhan kesehatan tradisional.
Next News

Sate Madura: Kuliner Khas Indonesia dengan Cita Rasa yang Mendunia
in 5 hours

Mengapa Tubuh Mudah Lelah Meski Tidak Banyak Aktivitas? Ini Penyebab yang Perlu Diketahui
in 5 hours

Bukan Antisosial, Ini Sisi Menarik dari Manusia Kutu Buku
7 hours ago

Jahe: Rempah Tradisional dengan Segudang Manfaat untuk Kesehatan
in 5 hours

Telinga Berdenging (Tinnitus): Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya Secara Alami
in 5 hours

Skincare vs Makeup: Mana yang Lebih Penting?
in 4 hours

Dampak Kerusakan Alam dan Cara Sederhana untuk Menjaganya
in 4 hours

Sejarah Mochi: Kue Tradisional Jepang yang Mendunia
in 4 hours

Bintang Laut: Hewan Laut Unik dengan Kemampuan Regenerasi yang Menakjubkan
in 4 hours

Apakah Air Kelapa Boleh Dicampur Rempah-Rempah? Ini Penjelasannya
in 4 hours





