Minggu, 19 April 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Sering Sulit Konsentrasi? Waspada Dampak Kekurangan Zat Besi pada Fungsi Kognitif

Tata - Sunday, 19 April 2026 | 04:31 AM

Background
Sering Sulit Konsentrasi? Waspada Dampak Kekurangan Zat Besi pada Fungsi Kognitif

Sering merasa sulit fokus, mudah lupa, atau cepat lelah saat bekerja maupun belajar? Kondisi tersebut bisa jadi bukan sekadar kelelahan biasa. Kekurangan zat besi dalam tubuh diketahui dapat memengaruhi fungsi kognitif, termasuk kemampuan konsentrasi dan daya ingat.

Zat besi berperan penting dalam pembentukan hemoglobin, yaitu protein dalam sel darah merah yang bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh, termasuk ke otak. Ketika kadar zat besi rendah, suplai oksigen ke jaringan otak ikut berkurang. Akibatnya, fungsi otak tidak bekerja secara optimal.

Pada anak-anak dan remaja, kekurangan zat besi dapat berdampak pada kemampuan belajar dan prestasi akademik. Sementara pada orang dewasa, kondisi ini sering ditandai dengan sulit berkonsentrasi, produktivitas menurun, mudah mengantuk, hingga perubahan suasana hati.

Selain gangguan konsentrasi, gejala lain yang kerap muncul meliputi tubuh terasa lemas, pucat, jantung berdebar, sakit kepala, dan mudah lelah meski tidak melakukan aktivitas berat. Jika dibiarkan dalam jangka panjang, anemia akibat kekurangan zat besi bisa memperburuk kualitas hidup.

Kelompok yang berisiko mengalami kekurangan zat besi antara lain wanita usia subur, ibu hamil, anak-anak dalam masa pertumbuhan, serta individu dengan pola makan rendah zat besi. Vegetarian yang tidak memperhatikan asupan nutrisi juga berpotensi mengalami defisiensi ini.



Untuk mencegah kekurangan zat besi, penting mengonsumsi makanan kaya zat besi seperti daging merah, hati, ayam, ikan, sayuran hijau, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Mengombinasikan makanan sumber zat besi dengan vitamin C juga dapat membantu meningkatkan penyerapannya.

Jika sering mengalami gangguan konsentrasi disertai gejala fisik lainnya, sebaiknya lakukan pemeriksaan kadar hemoglobin atau konsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.