Stok Beras Bulog Sumut Capai 41.500 Ton, Pasokan Aman hingga Pasca-Lebaran
Liaa - Monday, 26 January 2026 | 11:04 AM


MEDAN – Perum Bulog Wilayah Sumatera Utara (Sumut) memastikan ketersediaan beras di daerah tersebut dalam kondisi aman hingga pasca-Lebaran 2026. Hingga awal pekan lalu, stok beras Bulog Sumut tercatat mencapai 41.500 ton.
Selain stok yang tersedia, kantor pusat Bulog juga menetapkan penambahan pasokan beras sebanyak 15.000 ton guna memperkuat cadangan pangan di Sumatera Utara. Pasokan tambahan tersebut didatangkan dari sejumlah provinsi lain di Indonesia.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut, Budi Cahyanto, menjelaskan bahwa penambahan stok dilakukan untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat pada periode Januari hingga Maret 2026. Kebutuhan tersebut mencakup pelaksanaan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), kesiapan menghadapi bulan Ramadan dan Idulfitri, serta penyaluran Bantuan Pangan.
"Dengan ketersediaan stok yang ada saat ini, kami memastikan kebutuhan beras masyarakat Sumatera Utara aman hingga setelah Lebaran," ujar Budi, Minggu (25/1/2026).
Selain menjaga ketahanan stok, Bulog Sumut juga mulai melakukan penyerapan gabah petani berupa Gabah Kering Panen (GKP) tahun 2026 sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Pemerintah menetapkan HPP GKP sebesar Rp6.500 per kilogram di tingkat petani dan maksimal Rp6.700 per kilogram di tingkat penggilingan.
Budi menambahkan, sejumlah wilayah di Sumatera Utara telah memasuki masa panen padi, dengan puncak panen diperkirakan terjadi pada periode Maret hingga Mei 2026. Tahun ini, Bulog Kanwil Sumut menargetkan penyerapan GKP sebanyak 62.718 ton, meskipun kondisi stok beras saat ini dinilai masih aman.
Salah satu kegiatan Serap Gabah Petani (Sergap) telah dilaksanakan di Desa Sambirejo dan Sendangrejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat. Dalam kegiatan tersebut, Bulog menyerap sekitar 20 ton GKP dari lahan panen seluas kurang lebih 3,5 hektare dengan harga Rp6.500 per kilogram.
Gabah hasil serapan tersebut akan dimanfaatkan untuk program Bantuan Pangan, SPHP, serta sebagai cadangan beras untuk penanganan bencana alam.
Next News

Modal Bukan Satu-Satunya Kunci, Ini yang Sering Menentukan Bisnis Bertahan
16 days ago

Bisnis Kecil yang Bisa Dimulai dari Rumah Tanpa Menyewa Toko
16 days ago

Harga Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS per Barel, Menkeu Pastikan APBN Tetap Aman
16 days ago

Perry Warjiyo Resmi Mundur dari Jabatan Gubernur Bank Indonesia
16 days ago

DJP Ubah Strategi Pengawasan Wajib Pajak, Manfaatkan Teknologi hingga Perluas Pengawasan ke Tingkat Desa
24 days ago

Emas Antam Jumat melorot Rp27.000 ke Rp2,606 juta/gr
a month ago

Menkop: Calon manajer KDKMP mulai penempatan tugas pada Agustus 2026
a month ago

OJK Tetapkan Kebijakan Baru Pembayaran Manfaat Pensiun, Bisa Sekaligus!
a month ago

Rupiah Melemah hingga Rp17.600 per Dolar AS, Apa Dampaknya bagi Masyarakat Indonesia?
3 months ago

Uang Kertas Rp50.000 RI Raih Predikat Teraman Kedua di Dunia, Apa Rahasianya?
3 months ago





