Skip Sarapan atau Makan Malam, Mana yang Lebih Baik untuk Diet?
RAU - Wednesday, 16 September 2026 | 08:02 PM


Saat menjalani diet, sebagian orang mengurangi waktu makan dengan melewatkan salah satu jadwal makan. Dua pilihan yang cukup sering dilakukan adalah tidak sarapan atau melewatkan makan malam.
Namun, menentukan pilihan untuk diet ternyata tidak hanya berkaitan dengan jumlah kalori yang dikonsumsi. Waktu makan juga dapat memengaruhi penggunaan energi, pembakaran lemak, serta respons gula darah dan insulin.
Skip Sarapan atau Makan Malam?
Sebuah penelitian yang dilakukan Nas Alessa dan timnya dan diterbitkan dalam The American Journal of Clinical Nutrition pada Juni 2017 membandingkan dampak melewatkan sarapan dan makan malam terhadap metabolisme tubuh.
Penelitian tersebut melibatkan 17 orang dewasa sehat. Para peserta menjalani tiga pola makan berbeda, yaitu makan tiga kali sehari, melewatkan sarapan, dan melewatkan makan malam.
Jumlah kalori yang diberikan dibuat sama pada setiap pola. Dengan demikian, peneliti dapat melihat pengaruh waktu makan terhadap respons metabolisme tanpa perbedaan asupan energi yang besar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa melewatkan sarapan maupun makan malam sama-sama meningkatkan pengeluaran energi selama 24 jam dibandingkan pola makan tiga kali sehari.
Meski begitu, terdapat perbedaan dalam penggunaan sumber energi tubuh.
Pada saat sarapan dilewatkan, pembakaran lemak selama 24 jam meningkat sekitar 16 gram dibandingkan pola makan tiga kali sehari. Kondisi ini menunjukkan bahwa tubuh menggunakan lebih banyak lemak sebagai sumber energi ketika menjalani periode puasa yang lebih panjang.
Namun, temuan tersebut tidak serta-merta berarti bahwa melewatkan sarapan merupakan pilihan terbaik untuk diet.
Setelah makan siang, peserta yang sebelumnya tidak sarapan justru menunjukkan respons gula darah dan insulin yang lebih tinggi dibandingkan peserta yang melewatkan makan malam.
Bagaimana Jika Makan Malam yang Dilewatkan?
Melewatkan makan malam juga memperpanjang periode tubuh tanpa asupan makanan. Dalam penelitian tersebut, pola ini bahkan menghasilkan peningkatan pengeluaran energi yang sedikit lebih besar dibandingkan saat sarapan dilewatkan.
Akan tetapi, peningkatan pembakaran lemak tidak terlihat sebesar pada pola melewatkan sarapan.
Artinya, jika hanya melihat aspek pembakaran lemak, melewatkan sarapan menunjukkan hasil yang lebih tinggi dalam penelitian tersebut. Namun, manfaat ini tidak cukup untuk menentukan bahwa sarapan harus selalu dilewatkan ketika seseorang ingin menurunkan berat badan.
Penelitian tersebut juga menemukan bahwa melewatkan sarapan dapat berkaitan dengan respons inflamasi yang lebih tinggi setelah peserta mengonsumsi makanan berikutnya.
Jadi, Mana yang Lebih Baik untuk Diet?
Tidak ada satu pilihan yang dapat dianggap paling tepat untuk semua orang. Melewatkan sarapan maupun makan malam dapat menjadi bagian dari pola makan dengan pembatasan waktu, tetapi respons tubuh terhadap pola tersebut dapat berbeda pada setiap orang.
Karena itu, fokus diet sebaiknya tidak hanya pada waktu makan yang dilewatkan. Jenis dan kualitas makanan yang tetap dikonsumsi juga perlu diperhatikan agar kebutuhan nutrisi tubuh tetap terpenuhi.
Pastikan pola makan tetap menyediakan sumber protein, sayuran, serta berbagai makanan bergizi lainnya. Jika ingin menerapkan intermittent fasting, pilih pola yang sesuai dengan rutinitas sehari-hari dan dapat dijalani secara konsisten tanpa mengabaikan kebutuhan nutrisi.
Pada akhirnya, keberhasilan diet tidak hanya ditentukan oleh apakah seseorang melewatkan sarapan atau makan malam, tetapi juga oleh keseluruhan pola makan, asupan nutrisi, dan kebiasaan hidup yang dijalankan.
Next News

Haram dalam Islam Tak Selalu Terlihat Jelas, Kenali Konsepnya
11 hours ago

Kenapa Sertifikasi Halal Penting? Mengenal Proses di Balik Sebuah Produk
11 hours ago

Cinta dalam Diam, Bolehkah? Ini Pandangan yang Perlu Diketahui
11 hours ago

5 Makanan Tinggi Probiotik untuk Menjaga Kesehatan Pencernaan
an hour ago

5 Cara Menghilangkan Bau Bawang pada Talenan Kayu
an hour ago

7 Cara Menjaga Kepadatan Tulang Seiring Bertambahnya Usia
13 hours ago

Bayi Suka Memasukkan Benda ke Mulut? Ini Cara Menjaganya Tetap Aman
13 hours ago

7 Cara Mengajari Anak Berbagi Tanpa Memaksanya
an hour ago

6 Tanda Anak Memiliki Kecerdasan Emosional yang Tinggi
an hour ago

Seperti Apa Dunia yang Dilihat Kucing? Ternyata Berbeda dengan Manusia
2 hours ago





