5 Cara Menghilangkan Bau Bawang pada Talenan Kayu
RAU - Wednesday, 16 September 2026 | 07:54 PM


Talenan kayu menjadi salah satu peralatan dapur yang sering digunakan untuk memotong berbagai bahan makanan, seperti sayuran, buah, roti, daging, dan bawang. Namun, bawang memiliki aroma yang cukup kuat sehingga baunya terkadang masih menempel meski talenan sudah dicuci.
Kondisi ini tentu bisa mengganggu ketika talenan kembali digunakan untuk memotong bahan makanan dengan aroma yang lebih ringan. Lantas, mengapa kayu mudah menyerap bau bawang dan bagaimana cara menghilangkannya?
Mengapa Talenan Kayu Menyerap Bau Bawang?
Aroma bawang yang tajam muncul ketika bagian selnya rusak akibat dipotong atau dihancurkan. Proses tersebut menghasilkan senyawa sulfur yang mudah menguap sehingga menimbulkan bau khas bawang.
Saat bawang dipotong di atas talenan, cairan yang mengandung senyawa tersebut dapat meresap ke dalam permukaan kayu. Berbeda dengan kaca atau logam yang cenderung tidak berpori, kayu memiliki serat dan pori-pori yang dapat menyerap cairan, minyak, noda, hingga aroma makanan.
Cairan bawang juga dapat masuk ke goresan akibat penggunaan pisau. Akibatnya, aroma bisa tertahan di dalam serat kayu dan tetap tercium setelah talenan dibilas.
Cara Menghilangkan Bau Bawang pada Talenan Kayu
Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi aroma bawang yang menempel pada talenan.
1. Segera cuci setelah digunakan
Jangan biarkan sisa bawang terlalu lama berada di permukaan talenan. Buang sisa bahan makanan, kemudian cuci kedua sisi talenan menggunakan air dan sabun pencuci piring.
Gunakan spons untuk membersihkan permukaan, terutama pada bagian yang memiliki banyak bekas potongan pisau. Setelah itu, bilas sampai bersih.
Hindari merendam talenan kayu dalam air terlalu lama karena kayu dapat menyerap air berlebihan. Kondisi tersebut berpotensi membuat talenan mengembang, melengkung, atau rusak.
2. Keringkan dengan benar
Talenan yang sudah dicuci sebaiknya segera dilap menggunakan kain bersih. Setelah itu, letakkan dalam posisi berdiri atau miring di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik.
Jangan menyimpan talenan dalam keadaan lembap atau menumpuknya ketika masih basah. Kelembapan yang tertahan dapat memicu pertumbuhan jamur dan menimbulkan bau tidak sedap.
3. Pisahkan talenan sesuai penggunaan
Jika memungkinkan, gunakan talenan berbeda untuk bahan makanan tertentu. Misalnya, satu talenan khusus untuk bawang dan bumbu beraroma kuat, sementara talenan lainnya digunakan untuk buah, roti, atau makanan siap santap.
Pemisahan juga penting untuk mencegah kontaminasi silang. Talenan yang digunakan untuk daging, unggas, atau makanan laut mentah sebaiknya tidak digunakan untuk bahan makanan yang akan langsung dikonsumsi.
Tidak perlu memiliki banyak talenan. Dua atau tiga talenan dengan fungsi yang jelas sudah dapat membantu menjaga kebersihan dapur.
4. Manfaatkan garam
Garam dapat digunakan sebagai pembersih tambahan jika aroma bawang masih tertinggal. Basahi permukaan talenan secukupnya, lalu taburkan garam secara merata.
Gosok perlahan menggunakan spons atau kain lembap untuk membantu mengangkat residu pada permukaan dan bekas sayatan pisau. Setelah selesai, bilas dengan air bersih dan segera keringkan.
Namun, jangan terlalu sering menggunakan metode ini atau menggosok dengan tekanan kuat karena butiran garam dapat bersifat abrasif dan membuat permukaan kayu menjadi lebih kasar.
5. Gunakan lemon
Potongan lemon juga dapat membantu mengurangi aroma bawang yang masih menempel. Setelah talenan dicuci, gosok permukaannya secara perlahan menggunakan potongan lemon.
Diamkan sebentar, kemudian bilas dengan air bersih dan keringkan hingga benar-benar tidak lembap.
Penggunaan lemon tidak berarti talenan boleh dibiarkan basah lebih lama. Setelah proses pembersihan selesai, talenan tetap harus segera dibilas dan dikeringkan.
Dengan mencuci talenan segera, mengeringkannya dengan benar, serta menggunakan metode tambahan seperti garam atau lemon, aroma bawang yang tertinggal dapat lebih mudah dikurangi.
Next News

Haram dalam Islam Tak Selalu Terlihat Jelas, Kenali Konsepnya
11 hours ago

Kenapa Sertifikasi Halal Penting? Mengenal Proses di Balik Sebuah Produk
11 hours ago

Cinta dalam Diam, Bolehkah? Ini Pandangan yang Perlu Diketahui
11 hours ago

Skip Sarapan atau Makan Malam, Mana yang Lebih Baik untuk Diet?
an hour ago

5 Makanan Tinggi Probiotik untuk Menjaga Kesehatan Pencernaan
an hour ago

7 Cara Menjaga Kepadatan Tulang Seiring Bertambahnya Usia
13 hours ago

Bayi Suka Memasukkan Benda ke Mulut? Ini Cara Menjaganya Tetap Aman
13 hours ago

7 Cara Mengajari Anak Berbagi Tanpa Memaksanya
an hour ago

6 Tanda Anak Memiliki Kecerdasan Emosional yang Tinggi
an hour ago

Seperti Apa Dunia yang Dilihat Kucing? Ternyata Berbeda dengan Manusia
2 hours ago





