Riset Ungkap Traveling Bisa Membantu Memperlambat Penuaan dan Menjaga Kesehatan Mental
Laila - Tuesday, 12 May 2026 | 11:30 AM


Banyak orang berupaya menjaga penampilan tetap awet muda melalui penggunaan produk perawatan kulit, konsumsi suplemen kolagen, hingga berbagai perawatan kecantikan. Namun, sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa rahasia menjaga kesehatan dan memperlambat penuaan tidak hanya berasal dari produk kecantikan, melainkan juga dari pengalaman bepergian atau traveling.
Penelitian yang dilakukan oleh Edith Cowan University mengungkapkan bahwa traveling memiliki dampak positif terhadap kesehatan tubuh dan mental. Aktivitas bepergian dinilai mampu membantu tubuh memperlambat proses penuaan secara biologis sekaligus meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh.
Melawan Proses Penuaan Secara Alami
Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan menggunakan konsep entropi, yaitu kondisi alami ketika tubuh mengalami penurunan fungsi seiring bertambahnya usia. Traveling disebut dapat membantu memperlambat proses tersebut karena tubuh mendapatkan stimulasi positif dari lingkungan baru.
Saat seseorang melakukan perjalanan, tubuh akan merasakan suasana yang berbeda, mulai dari udara segar, pemandangan alam, hingga pengalaman baru yang membantu menurunkan tingkat stres. Ketika stres berkurang, metabolisme tubuh menjadi lebih baik, sistem imun meningkat, serta hormon kebahagiaan seperti dopamin dan serotonin diproduksi lebih optimal. Kondisi inilah yang membantu tubuh melakukan proses pemulihan secara alami.
Aktivitas Fisik yang Menyenangkan
Traveling juga identik dengan aktivitas fisik yang dilakukan tanpa terasa membebani. Saat berlibur, seseorang cenderung lebih banyak berjalan kaki, mendaki, berenang, atau menjelajahi tempat-tempat baru.
Aktivitas fisik tersebut membantu memperlancar sirkulasi darah, memperkuat otot dan tulang, serta menjaga fungsi organ tubuh tetap optimal. Karena dilakukan dalam suasana menyenangkan, aktivitas ini dinilai lebih efektif dalam menjaga kesehatan dibanding olahraga yang dilakukan secara terpaksa.
Menjaga Kesehatan dan Fungsi Otak
Selain bermanfaat bagi fisik, traveling juga memberikan stimulasi positif bagi otak. Rutinitas yang monoton dapat membuat seseorang mengalami kejenuhan mental dan menurunkan produktivitas.
Sebaliknya, berada di lingkungan baru akan mendorong otak untuk terus belajar dan beradaptasi, seperti membaca peta, memahami budaya setempat, atau berinteraksi dengan orang baru. Aktivitas tersebut membantu menjaga fungsi kognitif tetap aktif dan mengurangi risiko penurunan kemampuan berpikir.
Orang yang memiliki rasa ingin tahu tinggi dan terus memperoleh pengalaman baru cenderung terlihat lebih energik dan bersemangat dalam menjalani kehidupan.
Tidur Lebih Berkualitas dan Pola Makan Lebih Variatif
Traveling juga dapat membantu meningkatkan kualitas tidur. Setelah melakukan berbagai aktivitas selama perjalanan, tubuh biasanya akan beristirahat lebih optimal sehingga proses regenerasi sel berlangsung lebih baik.
Selain itu, mencoba beragam makanan saat bepergian juga dapat membantu memperkaya mikrobioma usus yang berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh, sistem imun, serta kesehatan kulit.
Traveling Tidak Harus Mahal
Penelitian ini juga menegaskan bahwa traveling tidak selalu identik dengan perjalanan mewah atau biaya besar. Esensi utama dari traveling adalah memperoleh suasana dan pengalaman baru.
Mengunjungi kota terdekat, menjelajahi destinasi lokal, atau menikmati alam di sekitar tempat tinggal juga dapat memberikan manfaat positif bagi kesehatan mental dan fisik. Hal terpenting adalah keberanian untuk keluar dari rutinitas dan memberikan ruang bagi tubuh serta pikiran untuk beristirahat.
Dengan berbagai manfaat tersebut, traveling kini dipandang bukan sekadar aktivitas hiburan, melainkan bagian dari investasi kesehatan jangka panjang yang membantu menjaga kualitas hidup dan memperlambat proses penuaan.
Next News

Umur 20-an Rasa 80-an: Alasan Tubuh Kita Cepat Lelah dan Pegal
4 hours ago

Mitos atau Fakta: Apakah Nanas Berbahaya bagi Ibu Hamil?
5 hours ago

Dulu Dipanggul, Kini Bisa Dinaiki: Sejarah Koper dari Masa ke Masa
5 hours ago

Mengapa Usia Orang Korea Selatan Bisa Berbeda dari Sistem Internasional?
5 hours ago

Mitos atau Fakta: Apakah Cokelat Benar-Benar Menyebabkan Jerawat?
5 hours ago

Mitos atau Fakta: Benarkah Permen Karet Bertahan 7 Tahun di Dalam Tubuh?
7 hours ago

Air Bumi Diduga Berasal dari Asteroid: Jejak Kosmik di Balik Segelas Air Minum
7 hours ago

Mengenal Paru-Paru: Organ Vital yang Bekerja Tanpa Henti dan Penuh Fakta Mengejutkan
8 hours ago

Mengenal Cincin Epsilon, Struktur Cincin Paling Terang di Planet Uranus
8 hours ago

Fakta Menarik tentang Cara Pohon Berkomunikasi Melalui Akar
8 hours ago





