Fakta Menarik tentang Cara Pohon Berkomunikasi Melalui Akar
Laila - Saturday, 16 May 2026 | 04:55 PM


Pohon Ternyata Bisa "Berkomunikasi" Melalui Akar
Saat berada di tengah hutan atau taman yang rindang, banyak orang menganggap pohon hanyalah makhluk diam yang hidup tenang tanpa interaksi sosial. Namun, penelitian ilmiah menunjukkan bahwa kehidupan tumbuhan ternyata jauh lebih kompleks dari yang dibayangkan.
Di bawah permukaan tanah, pohon-pohon memiliki sistem komunikasi alami yang dikenal sebagai Wood Wide Web. Jaringan ini terbentuk melalui hubungan simbiosis antara akar pohon dan jamur mikoriza, yaitu jamur berbentuk benang halus yang menghubungkan satu pohon dengan pohon lainnya.
Hubungan tersebut bersifat saling menguntungkan. Pohon memberikan hasil fotosintesis berupa gula kepada jamur, sementara jamur membantu pohon menyerap nutrisi penting seperti fosfor dan nitrogen dari tanah. Menariknya, jaringan ini tidak hanya berfungsi sebagai jalur distribusi nutrisi, tetapi juga sebagai media pertukaran informasi.
Ketika sebuah pohon diserang hama, pohon tersebut dapat mengirimkan sinyal kimia melalui jaringan akar untuk memperingatkan pohon lain di sekitarnya. Setelah menerima sinyal tersebut, pohon-pohon lain akan meningkatkan sistem pertahanan dengan memproduksi zat tertentu agar daun mereka tidak mudah dimakan hama.
Fenomena ini menunjukkan bahwa tumbuhan memiliki mekanisme pertahanan kolektif yang sangat terorganisasi.
Konsep "Mother Tree" di Dalam Hutan
Peneliti ekologi hutan, Suzanne Simard, memperkenalkan konsep Mother Tree atau "Pohon Induk". Pohon yang lebih tua dan besar biasanya memiliki jaringan akar paling luas serta koneksi terbanyak dengan pohon lain di sekitarnya.
Pohon induk berperan penting dalam menjaga keberlangsungan ekosistem hutan. Melalui jaringan bawah tanah, pohon tersebut dapat menyalurkan nutrisi kepada bibit pohon yang kekurangan cahaya atau sumber makanan. Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa pohon induk mampu mengenali bibit yang masih memiliki hubungan biologis dengannya.
Temuan ini memperlihatkan bahwa kehidupan hutan bukan sekadar kumpulan pohon yang berdiri sendiri, melainkan sebuah komunitas yang saling terhubung dan mendukung satu sama lain.
Tidak Semua Pohon "Bersahabat"
Meski terlihat harmonis, kehidupan bawah tanah antar tumbuhan juga memiliki sisi kompetitif. Beberapa spesies pohon diketahui mampu melepaskan zat kimia tertentu untuk menghambat pertumbuhan tanaman lain di sekitarnya. Fenomena ini dikenal sebagai allelopathy.
Selain itu, terdapat pula tumbuhan tertentu yang memanfaatkan jaringan mikoriza untuk mengambil nutrisi dari pohon lain tanpa memberikan timbal balik. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persaingan dan strategi bertahan hidup juga terjadi di dunia tumbuhan.
Mengapa Fenomena Ini Penting?
Pengetahuan tentang Wood Wide Web mengubah cara manusia memandang hutan dan lingkungan. Menebang satu pohon besar tidak hanya menghilangkan satu individu, tetapi juga dapat merusak jaringan komunikasi dan distribusi nutrisi yang menopang banyak pohon lain di sekitarnya.
Fenomena ini juga menjadi pengingat bahwa alam bekerja melalui keterhubungan. Hutan mampu bertahan karena adanya kerja sama dan keseimbangan antarorganisme di dalamnya.
Next News

Telapak Tangan Berkeringat saat Gugup, Begini Respons Tubuh terhadap Stres
4 hours ago

Menjelang Haid Sering Bad Mood? Perubahan Hormon Bisa Berperan
4 hours ago

Anti-Hancur, Ini Tips Membuat Nugget Rumahan dengan Tekstur Padat
4 hours ago

Renyah di Luar, Lembut di Dalam: Rahasia Tekstur Nugget Favorit Banyak Orang
5 hours ago

Sosis Bakar Lebih Harum daripada Sosis Rebus, Ini Alasannya
5 hours ago

Daun Kelor Kerap Disebut Superfood, Ini Kandungan Gizinya
5 hours ago

Serai Bukan Hanya Bumbu Dapur, Rempah Ini Juga Sering Dijadikan Minuman
5 hours ago

Daun Sirih Punya Aroma Khas, Ini Senyawa yang Berperan di Dalamnya
5 hours ago

Beras Kencur Punya Rasa Khas, Ini yang Membuatnya Berbeda dari Jamu Lain
5 hours ago

Wedang Jahe Jadi Favorit saat Hujan, Ini Alasan di Baliknya
5 hours ago




