Rasa Diterima Ternyata Tidak Datang Begitu Saja, Ini Cara Membangunnya
RAU - Wednesday, 10 June 2026 | 02:15 AM


Merasa diterima dan menjadi bagian dari suatu kelompok merupakan kebutuhan dasar setiap manusia. Namun, tidak semua orang dapat merasakan hal tersebut dengan mudah. Banyak yang pernah mengalami kesulitan beradaptasi di lingkungan baru, merasa canggung saat berinteraksi, atau bahkan merasa kesepian meski berada di tengah keramaian.
Selama ini, banyak orang menganggap bahwa rasa memiliki atau sense of belonging akan muncul secara otomatis ketika menemukan lingkungan yang tepat. Padahal, para ahli psikologi menilai bahwa rasa diterima bukanlah sesuatu yang datang begitu saja, melainkan perlu dibangun melalui pengalaman dan keterlibatan sosial yang dilakukan secara konsisten.
Menurut psikolog Steven C. Hayes yang dikutip dari Psychology Today, rasa memiliki bukan sekadar perasaan pasif yang muncul tanpa usaha. Sebaliknya, perasaan tersebut berkembang ketika seseorang secara aktif membangun hubungan dan terlibat dalam komunitas di sekitarnya.
Mengapa Rasa Memiliki Sangat Penting?
Rasa memiliki adalah perasaan ketika seseorang merasa diterima, dihargai, dan menjadi bagian dari suatu kelompok atau komunitas. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan ini memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan emosional.
Orang yang merasa diterima dalam lingkungannya cenderung lebih bahagia, memiliki tingkat stres yang lebih rendah, serta lebih mampu menghadapi tantangan hidup. Sebaliknya, kurangnya rasa memiliki dapat meningkatkan risiko kesepian, isolasi sosial, kecemasan, hingga depresi.
Jangan Menunggu Nyaman Terlebih Dahulu
Banyak orang terjebak dalam pola pikir bahwa mereka harus merasa percaya diri atau nyaman terlebih dahulu sebelum mulai berinteraksi dengan orang lain.
Misalnya, seseorang berpikir, "Saya akan bergabung jika sudah merasa cocok," atau "Saya akan mulai berbicara ketika rasa gugup ini hilang." Padahal, cara berpikir seperti ini justru dapat membuat seseorang semakin menjauh dari kesempatan membangun hubungan sosial.
Faktanya, rasa diterima sering kali muncul setelah seseorang berani mengambil langkah pertama untuk terhubung dengan orang lain, meskipun masih merasa canggung atau tidak yakin.
Peran Fleksibilitas Psikologis
Hayes juga mengutip penelitian yang melibatkan lebih dari 16.000 mahasiswa di Amerika Serikat. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa individu yang memiliki fleksibilitas psikologis lebih tinggi cenderung memiliki rasa memiliki yang lebih kuat.
Fleksibilitas psikologis adalah kemampuan untuk tetap bertindak sesuai nilai dan tujuan hidup meskipun sedang merasakan emosi yang tidak nyaman, seperti takut, cemas, atau malu.
Dengan kata lain, seseorang tidak perlu menunggu rasa gugup hilang sebelum menyapa orang baru. Justru dengan tetap mengambil tindakan meskipun merasa tidak nyaman, peluang untuk membangun hubungan akan semakin besar.
Cara Membangun Rasa Diterima
Berikut beberapa langkah sederhana yang dapat membantu meningkatkan rasa memiliki dalam lingkungan sosial:
1. Mulai dari Interaksi Kecil
Menyapa tetangga, mengobrol dengan rekan kerja, atau menghubungi teman lama bisa menjadi langkah awal yang efektif untuk membangun hubungan yang lebih dekat.
2. Ikut Kegiatan atau Komunitas
Bergabung dalam komunitas, kegiatan sukarela, klub olahraga, atau kelas sesuai minat dapat memperluas lingkaran pertemanan dan membuka peluang interaksi yang lebih bermakna.
3. Jangan Menunggu Menjadi Sempurna
Merasa gugup saat memasuki lingkungan baru adalah hal yang normal. Tetap hadir dan berpartisipasi meskipun belum merasa sepenuhnya percaya diri dapat membantu rasa nyaman tumbuh secara bertahap.
4. Fokus pada Hubungan, Bukan Penilaian
Saat bertemu orang baru, cobalah lebih fokus untuk mengenal dan memahami mereka daripada terlalu memikirkan bagaimana diri Anda dinilai. Sikap terbuka, mendengarkan dengan tulus, dan menunjukkan ketertarikan pada lawan bicara dapat mempererat hubungan sosial.
Rasa Memiliki Adalah Sebuah Proses
Pada akhirnya, rasa diterima bukanlah sesuatu yang harus ditunggu datang dengan sendirinya. Perasaan tersebut tumbuh melalui langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten, mulai dari menyapa, berinteraksi, hingga aktif terlibat dalam komunitas.
Membangun hubungan sosial memang membutuhkan waktu, tetapi setiap usaha untuk terhubung dengan orang lain dapat menjadi langkah penting untuk menemukan tempat di mana kita merasa diterima dan dihargai.
Next News

Kenali Penyebab Stres: Hal-Hal yang Sering Memicu Tekanan Mental dalam Kehidupan Sehari-hari
in 6 hours

Bahaya Konsumsi Gula Berlebihan: Manis di Lidah, Risiko bagi Kesehatan
in 5 hours

8 Janji Allah dalam Al-Qur'an yang Menenangkan Hati Saat Menghadapi Ujian Hidup
in 5 hours

Mengenal Angin Duduk: Kondisi Serius yang Kerap Disalahartikan sebagai Masuk Angin
7 hours ago

Benarkah Otak Lebih Aktif Saat Tidur? Ini Penjelasan Ilmiahnya
in 3 hours

Korek Api Ternyata Ditemukan Secara Tak Sengaja, Berawal dari Kesalahan Seorang Apoteker
in 3 hours

Sejarah Tahu di Indonesia, Berawal dari Tiongkok hingga Melahirkan Tahu Sumedang yang Legendaris
in 3 hours

Benarkah Asam Jawa Bisa Mengikat Mikroplastik? Ini Penjelasan Ilmiahnya
in 3 hours

Shanay-Timpishka, Sungai Hampir Mendidih di Hutan Amazon yang Bukan Berasal dari Gunung Berapi
in 3 hours

Benarkah Tidur 5 Jam Sudah Cukup? Ini Fakta yang Perlu Diketahui
in 2 hours





